Senin, 17 Desember 2012

Biasakan Hidup dengan Konflik

0 komentar
Pernahkan anda melihat pembuatan golok? Pembuatan keris? Atau peralatan pertanian dan kerajinan yang membutuhkan penempaan super keras (dibakar, dipalu, dan di bakar lagi)? Kalau pernah anda harusnya termasuk dalam orang yang mampu menjalani hidup dengan segala tempaan yang terjadi di hidup ini. Iya seperti yang kita ketahui dalam pembuatan alat-alat seperti yang atas tadi semakin di tempa justru alat itu semakin kuat dan berkualitas. Selain itu juga harganya akan lebih mahal dari pada alat yang tempaannya tidak terlalu keras.

Analoginya ketika kita terapkan atau implementasikan dalam kehidupan kita, berbagai masalah, konflik akan menjadikan kita lebih siap menghadapi kehidupan sekeras apapun. Karena kita telah mampu melauinya segala macam ujian yang datang sebagai pembelajran kita, bukan sebagai bencana atau ukuran kadar kita terlalu jauh pandangan semacam itu. Kita jadikan pembelajaran setiap moment dalam konflik yang terjadi dalam kehidupan ini. 

Orang yang menjadikan setiap konflik dalam kehidupannya sebagai pembelajaran akan semakin dewasa menyikapi setiap hal yang menimpa kepadanya. Karena ketika ada konflik kita di tuntut mencari solusi yang tepat dan memasang mental bagaimana menyikapinya. Dengan seperti itu cara pikir kita atau cara pandang kita menyikapi hidup akan semakin terbuka dan lebih bijak. Namun bayangkan ketika kita mencoba menghindari bahkan lari dari konflik justru terpuruk dam mungkin mati konyol karena bunuh diri. Berbagai contoh sering kita dapati dikehidupan kita hanya karena hal yang sepele orang nekad bunuh diri. Tentunya dia belum paham dengan hakekat konflik atau masalah yang di hadapinya. Selain itu juga bisa jadi dia belum terbiasa mengahdapi masalah kemduian tiba-tiba datang masalah yang dirasanya berat. Iya langsung saja mengakhiri hidup dengan mati konyol, dan sudah ditunggi penjaga neraka.

Sejenak marilah kita mulai membuka mata hati kita. Kita sadari kehidupan ini bukanlah kita yang mengatuar namun sejauh hanya menjalani dan menjadikan kehidupan ini lebih baik. Kita wajib berusaha namun Tuhan tetap  sebagai decision maker atas semua rencana kita. Kita menyadari konflik dan masalah akan menjadikan kita kuat, menjadikan kita peduli. 

Saya pernah mendengar kata-kata bijak seperti ini "jika kita tidak bisa menjadi jalan raya, kita bisa menjadi jalan setapak menuju mata air". Maksudnya ketika belum mampu menjadi pribadi yang besar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat. Jangan pernah putus asa atas kehidupan yang telah kita sepakati bersama Tuhan. Kita harus terus menebar benih kebaikan dimuka bumi ini. Apapun permasalahannya apapun kegagalannya maju terus hadapi dengan tenang dan terus memohon ke Sumber Maha penolong. Hadapi semua konflik yang ada, jadikan pembelajaran dan jadikan sumber ilmu dan kekuatan dalam mengarungi kehidupan. 

0 komentar:

Poskan Komentar