Saturday, March 14, 2020

LAGU DAN KISAH KENANGANHIDUP

0 comments
Lagu dan kisah Kenangan Hidup


Pernah gak si kita mendengar lagu tetiba terasa sedih tanpa kita sadari. Atau kita bahagia dan tersenyum pada lagu-lagu tertentu? Musik dan lirik kerap kali menyimpan hal yang mengendap long term memory kita.

Setiap pagi dahulu kala saya sering kali mendengarkan lagu lagu ida laila. Bude saya setiap pagi sehabis subuh selalu nyetel kaset dan tape recorder nya lagu lagu ida lela. Sekarang kalau saya denger lagu itu saya selalu ingat masa-masa kecil saya di sebuah desa kecil yang asri. Meski kadang kalau saya memutar lagu ida lela sekarang selalu di ejek orang-orang karena jadul. Tapi dengan mendemgar lagu itu saya kembali bisa mengenang masa masa kecil itu.

Ada lagu yang menyedihkan misal nya lagu Westlife if I let you go misal nya. Sial nya saya dengerin lagu itu dan beberapa bulanya saya putus sama pacar pertama saya wkwkkw. Kalau misal denger lagu itu jadi inget kalau saya pernah patah hati hahaha gaya banget ya??

Ebiet G Ade lain lagi. Hampir semua album nya saya tahu karena ayah saya penggemar beliau semua albumnya ayah saya punya. Jadi kalau misal saya kangen ayah saya selain telpon tentu demgerin lagu ebiet cukup jadi obat mengenang masa-masa kecil saya bersama ayah saya. Hehhe

Lain lagi lagu dangdut koplo wkkw lagu ini yang membuat saya pertama kali nonton konser dan konser dangdut erotis hahhaha. Anak usia belasan yang baru baligh liat mbak mbak seksi nari di panggung.


Mungkin semua lagu punya cerita tersendiri bagi pendengar nya. Jadi jangan suka ngejek selera musik orang. Barang kali seseorang nyalakan lagu bukan karena suka. Tapi hanya karena ingin mengembalikam memory indah masa lalu nya.

Wednesday, February 12, 2020

Ketabahan Tukang Ojek Tradisional

0 comments
Ketabahan Tukang Ojek Traditional


Perjalanan pulang kemaren saya ndilalah naik kereta dari stasiun yang berbeda. Pertama berangkat saya naik dari stasiun lempuyangan karena kehabisan tiket dari stasiun tugu. Dan kembalinya ke jogja saya justru kehabisan tiket ke lempuyangan dan mau tidak mau harus beli tiket yang berhentinya di stasiun tugu. Padahal saya dari rumah membawa motor dan di titipkan di parkiran motor lempuyangan. Sedikit ribet tapi pilihanya cuma seperti itu adanya.

Tiba saat kembali ke jogja di tugu saya berencana naik ojek online. Biasa ini adalah pilihan manusia modern dalam hal transportasi masa kini. Hampir semua milenial kemana pun perginya pasti memilih transpotasi online. Ya terlebih di kota Yogyakarta ini. Yang hampir semua moda transportasi online ada. Saat keluar di pintu keluar tiba-tiba saja ada bapak bapak tua menawarkan ojek. Tentu saya menolaknya secara halus karena niat nya memang ingin memakai ojek online menuju lempuyangan. Belum ada sepuluh langkah saya pergi tetiba saya mbalik lagi karena merasa tak enak hati. "Pak pinten ke lempuyangan?"
"20 ribu wawon mas"
Mahal kalau bandingkan dengan ojek online.
"15 ribu nggeh pak"
"Ampun mas 20 wamon"
"Owh nggeh ayooo"
Perjalananan dari tugu ke lempuyangan sebenarnya lumayan deket. Tapi kalau jalan kaki atau lari ya capek juga si hahah.


Dengan menggunakan helm yang agak kotor serta motor yang bisa di bilang tua,bapak ini mulai perjalanan membawa saya. Sepanjang perjalanan yang lumayan singkat itu kami sempat kan ngobrol lumayan banyak. Berbeda dengan obrolan kalau kita naik ojek online memang. Ngobrol dengan tukan ojek traditional lebih banyak ke esensi kehidupan. Bukan lagi ngeluh belum dapat poin dan lain sebagainya.

Mungkin pilihan menjadi tukang ojek bukan lah pilihan utamanya terlebih harus berjibaku bersaing tidak hanya sesama tukang ojek pangkalan tapi makin maraknya ojek online. Bapak ini mata pencaharian utama nya adalah bertani. Beliau menanam padi di sebidang sawahnya di jalan parang tritis bantul. Karena habis musim kemarau pengairan di sawahnya agak terkendala. Beliau cerita panjang lebar selama perjalanan itu. Dan saya sesekali cuma nimpali obrolanya. Beliau menang sangat tabah dan ulet dalam mengarungi kerasnya hidup. Paras wajahnya yang sudah sepuh tak terlihat mengeluh akan keadaan. Tak ada obrolan mengenai sepinya orderan ojek. Dalam berbicarapun beliau di iringi senyum.

Padahal beberapa hari yang lalu saya sempet ngobrol sama beberapa anak muda pengemudi ojek online. Hampir semua obrolanya mengeluh dan orientasinya materialis sekali. Obsesi yang tinggi dengan rendahnya usaha. Barangkali kita ini sebagai orang muda lebih suka segalanya serba instan.  Lagi pilihan profesi yang kita ambil bukan berdasarkan apa yang kita suka, atau butuh kan. Yang ujung-ujungnya melakukan segalanya dengan berat hati dan uring-uringan.

Kembali ke bapak tukang ojek yang tabah itu. Rasanya sampai malu hati saya ini. Ketika beliau dengan nada lirih dan lembutnya berkata.

"Mas ndunyo niki sedoyo mpun di atur kalih pangeran. Mpun mboten sah abot abot."

Mak deg saya. Apa iya beliau tau betapa hati saya saat ini di penuhi ambisi-ambisi yang tinggi? Hehehehe terima kasih pak sehat selalu semoga ketabahan bapak membawa berkah dan kedamaian dalam hidup bapak dan keluarga.

Sunday, February 9, 2020

Perjalanan Pulang

0 comments



 

Pulang ke desa itu seperti mengecas energi baru. Benar kata orang bahwa mudik bukan tentang seberapa jauh, seberapa besar biaya yang harus di keluar kan. Pulang adalah cara melahir kan lagi bahagia baru, energi baru.


Banyak hal indah yang membuat kita bahagia ketika kita pulang. Kenangan yang terekam di memori muncul dan kerap kali menjadi sebersit senyuman baru. Kenangan masa kecil yang lucu. Kenangan sedih ketika kali pertama kali patah hati yang sekarang justru jadi hal yang lucu padahal saat dahulu mungkin dunia sudan runtuh begitu ada kata. Kita putus yah, aku gak baik buat kamu. Halah klise sekali kata putus ini.

Semua hal di masa lalu yang barang kali menyedih kan tetiba saat ini menjadi hal sepele dan lucu belaka. Makanya sekarang saya selalu berpikir seberat apapun masalah dan ujian hidup ini pasti saya bisa lalui dan kelak saya akan menertawakan segala kesulitan saat ini. 

Pulaaaang bahagia rasanya. Rasanya beban berat di pundak seketika runtuh begitu menghirup aroma hutan. Melihat senyum ibu. Menghirup aroma dapur ibu adalah aroma terapi penenang jiwa yang sangat ampuh. 


Saya jadi bayangkan kalau besok pulang ke karibaan Allah (mati). Mungkin lebih sangat membahagiakan lagi. Ingat kita di dunia ini hanya jalan-jalan. Merantau menyiapkan bekal buat kita pulang nanti. Pulang ke tujuan ahir hidup kita yaitu tempat yang di idam idamkan banyak orang. Tuhan selamat kan pulang saya besok.


Tuesday, January 28, 2020

LARON

0 comments
Laron

Setiap kali membayangkan laron ada yang tiba-tiba hadir berupa haru. Mahluk kecil ini kerap kali muncul saat setelah musim kemarau dan awal musim penghujan. Mahluk kecil yang sama Tuhan di beri kenekatan dan keikhlasan yang luar biasa. Hari-harinya berpuasa dalam rongga tanah yang sempit. Berdiam diri berbulan-bulan menanti musim penghujan datang.

Saat musim yang di tunggu datang, musim hujan. Semua kawanan laron ini merayakan dengan suka cita keluar dari dalam tanah. Berhamburan terbang ke angkasa. Mencari setiap cahaya yang ada. Mereka seakan terbebas dari belenggu dan merayakan kemenangan besar atas perang yang mereka jalankan.

Tapi ada hal yang unik dari nasib laron ini, justru keluarnya dia dari dalam tanah adalah tanda bahwa kematiannya sudah di depan mata. Karena semua laron yang keluar dari tanah pasti akan mati. Tidak ada laron yang kembali lagi masuk ke tanah. Ternyata kebahagianya justru hal yang paling menyakitkan yaitu kemusnahan. Tapi setidaknya laron ini bisa merasakan kebahagian meski sekejap kemudian mati.

Dalam hidup di bumi ini memang tidak ada yang sia-sia kalau kita melihat kehidupan ini dari sisi yang baik. Dari sisi yang positif. Karena apapun yang hadir dan berlalu dalam hidup sudah pasti ada hikmahnya. Cuma kita ini memang sering kali mengambil kesimpulan sendiri atas apa yang mungkin saat ini menimpa kita. Terkurung dan terkubur nya laron barang kali itu sebuah penderitaan. Sebuah hal sia-sia belaka, ngapain harus terus terkurung padahal bisa memilih bebas dan bahagia. Namun justru jalan bebas nya ternyata membawa kematian.

Kadang untuk menyimpulkan suatu hal tak bisa serta merta menggunakan pengetahuan kita semata kan? Kadang kala apa yang menurut kita sudah baik belum tentu baik buat orang lain atau sebaliknya. Ah tapi hidup kan pilihan. Yups benar sekali hidup adalah pilihan. Tapi kita sok jagoan di awal doang kan? Ketika hasil apa yang kita pilih kita suka nya meratapi penuh penyesalan. Mbok kalau udah milih itu yo udah kaya laron itu. Meski pilihan keluarnya adalah mati ya udah mati. Kita manusia ini sering kali kalah dari mahluk lain dalam hal -hal kecil kok. Tapi tak apa, hidup kan proses. Nikmati lah sampai pada ahirnya akan sampai.








Friday, January 24, 2020

Perjalanan

0 comments
Perjalanan

Tetes embun tak akan berhenti menyapa pagi meski hujan coba mengganti.
Mataharipun takan berhenti menyapa pagi.
Yang bernyanyi di pagi hari tak hanya kenari tapi juga hati.
Bersiul merayakan hati yang di anugrahi cinta oleh ilahi.
Perjalanan masih panjang dan aku masih duduk menata tangan menerima segala kemungkinan.
Takan pernah terbesit dalam angan membenci apa yang telah terukir di hati.

Tuhanku yang membolak balik hati.
Mungkin Engkau tak izin kan aku memilikinya. Tapi terima kasih Engkau izin kan aku mencintai nya. Petikan kata-kata mbah emha ini masih nyaring dan menghantui di telingga.

Wahai engkau yang menghiasi hari-hari jangan pergi lagi sampai batas waktu mengahiri.
Karena takdir yang ada belum pasti kita baca.
Karena sisa waktu yang ada belum pasti kita miliki.
Kemari lah kita bercanda menceritakan segala hal yang membuat bibir kita tersungging bahagia.
Lupakan segala derita yang hadir silih berganti.
Karena perjalanan kita berlum berhenti.

Tuesday, January 21, 2020

Bisik Ranting Kepada Daun

0 comments
Bisik Ranting Kepada Daun

Sebulan ini pohon-pohon agak nya berpesta. Kekeringan yang beberapa bulan mengacam kelangsungya kini sudah mulai berlalu. Hujan datang mengguyur membasahinya, memberikan nyawa energi baru. Putik pun perlahan mulai berkembang. Daun yang tadinya runtuh kini mulai bersemi kembali. Batang yang menyendiri kini mulai di temani warna hijau. Ranting kini tak perlu lagi merasa kesepian, tak perlu lagi takut terpapar sinar matahari yang dahulu menghangus kan tubuhnya.
Daun dan ranting kini kembali berteman lagi. Membicarakan segala hal yang dahulu sempat hadir dan pergi. Ranting berbulan-bulan setia dan berdoa agar daun kembali. Agar hujan menumbuhkan kembali daun pasangan yang sempat hilang itu. Sungguh mesra sekali obrolan mereka ini. Bersatunya mereka begitu terasa manfaatnya, pohon kini jadi lebih siap tumbuh. Dia juga dapat memberi tempat bagi burung tinggal. Memberi tempat berteduh juga bagi siapapun yang hendak berteduh dari terik dan hujan.

Daun dan ranting adalah pasangan yang selalu ikhlas menerima segala kemungkinan buruk yang kelak akan terjadi di masa datang. Dia sadar bahwa segala hal tercipta dari ketiadaan dan akan kembali ke arah tiada lagi. Sebelum memutus kan memiliki, ranting terlebih dahulu memiliki kesadaran bahwa kelak dia akan di tinggalkan. Kesadaran bahwa waktu yang di miliki adalah sementara. Keputusan memilih membahagiakan satu sama lain saat ini adalah pilihan terbaiknya.

Ranting tak pernah protes agar daun tetap tinggal menemaninya sampai habis usia. Karena gugur adalah kepastian. Daun juga tak pernah tak ikhlas melindungi sang ranting. Dia tak pernah protes bahwa peranya hanya melindungi dan akan mati begitu saja kala musim berganti lagi. Yang dia tahu bahagia ranting adalah bahagianya juga. Dia tak pernah menyesal tercipta sebagai daun. Dan rantingpun tak pernah jumawa bahwa dia tercipta sebagai ranting. Selagi bersama daun ranting selalu memberi asupan makanan yang tersalur melewati celah-celah tubuhnya. Dia juga rela mati duluan takala ada yang tega menebangnya. Dia rela menjadi yang pertama terluka agar yang lainya tak tersakiti.

Ah itu cuma bisik dan obrolan ranting dan daun yang terlalu hiperbola saya menggambarkannya. Tapi andai manusia bisa seikhlas itu menjalani kehidipan ini. Mungkin kita akan hidup dalam ketaraturan. Kita akan hidup dalam energi saling menyayangi, saling berkorban dan ikhlas andai kan waktu mengambil segala hal dari kita saat ini.

Hmmm mencintai seikhlas ranting dan daun, bahagia kali yah? Cinta yang tak pernah menghakimi satu sama lain. Cinta yang memgambil peran untuk saling memberikan rasa aman dan bahagia. Cinta yang tak pernah menuntut apapun. Cinta yang tanpa sebab apapun dan syarat apapun. Cinta yang tak pernah mempeduli kan segala hal di luar dari mereka.

Namun percayalah, ada kok manusia yang memilih jalan itu. Jalan ikhlas. Memilih kehilangan sebelum segala halnya di miliki. Manusia yang meski terus di ciderai tapi tetap tangguh dan tetap berbagi. Manusia yang di sakiti tapi tetap mau berbuat baik. Manusia yang memilih tugas menjaga, menemani dan tak peduli bisa memiliki atau tidak. Yang dia tau saat ini, di sini dan bersamanya. Bukan karena dia pengecut atau pecundang. Tapi dia sadar bahwa akan banyak luka ketika egonya menjadi Tuhan atas segala tindakanya. Dia hanya berdoa bahwa kelak musim akan berganti dan yang di cintai akan kembali entah sebagai apapun. Ini seperti ranting yang berdoa agar daun kembali mesti dia akan luka lagi di tinggal pergi. Rasa ikhlas barang kali seperti itu. Andai kita bisa seperti itu yah? Seperti ranting yang selalu percaya bahwa takdir tak pernah salah alamat. Bahwa Tuhan tak pernah salah memberikan bahagia, seberapa lama waktunya. Yang dia tau dia bersyukur.

Bisik Ranting itu seperti ini.
"Aku akan selalu ikhlas menerima segala hal, karena gugur adalah kepastian. Saat ini kau bersamaku, aku tak peduli seberapa berat bebanku menjagamu agar bersamaku. Akupun juga tak peduli seberapa kencang angin mencoba merebutmu dariku. Kau akan menjadi bagian dalam hidupku. Kalau kelak engkau gugur akupun kelak akan menyusulmu kembali ke bumi. Memberi manfaat bagi siapapun yang kita temui. Daun, jangan pernah memikir kan apa yang tak bisa kau lakukan. Mari kita saling menjaga satu sama lain. Agar tugas kita menghadirkan rasa manis ke dunia rampung. Kau tau kan ketika kelak buah sudah ada, orang akan melupakan kita dan mereka hanya akan membicarakan buaj saja. Yuk ikhlas saling mencintai satu sama lain yuk"

Tetiba kaget ternyata saya melamuni seseorang, heheheheh. Dia yang tetiba jadi sumber inspirasku nulis, sebut saja dia Dewi.

Friday, January 17, 2020

Dasar Pengecut.!!

0 comments
Pengecut.!!


Tuhan, aku tahu aku telah salah jalan.
Tuhan, aku tahu aku telah terlalu jauh untuk terus mengukir luka yang mungkin tak akan bisa lagi di obati.
Luka yang tak mungkin bisa di tambal lagi.
Tuhan, si pengecut ini memang seperti ini.
Berperilaku dan bersikap yang terus melukai hati seseorang.
Tuhanku, cabut saja rasa yang begitu mendalam ini.
Hapus lah saja Tuhan perasaan yang terus di salah kan ini.
Tuhan,,
Andai saja si pengecut bisa memilih. tak akan pernah si pengecut ini jatuh sedalam ini dalam kesalahan.
Tuhan,
Mestinya hatiku tak perlu sakit, dengan kata-kata lagi.
Tak perlu terlukai dengan perlakuan orang lain lagi.
Tuhan,
Si pengecut ini apakah tak layak sebentar saja memberi kan bahagia?
Tuhan,
Kau memberikan segala rasa ini
Tuhan Engkau lah yang berhak mengambil segalanya dari hati dan pikiran ini.
Tuhan,

Si Pengecut ini mestinya tak perlu berduka dengan caci maki dan label-label lain yang di sematkan.
Karena memang si pengecutpba ini, manusia yang tak berguna apa-apa.

Pengecut ini yang tak sedikitpun pantas hadir di kehidupan indah seseorang.

Tuhan,,
Hapus lah segala nya.
Karena kebaikan apapun memang tak pernah jadi baik.
Tuhan,
Jangan karuniakan lagi rasa apapun kepada si pengecut ini.
Keras kan saja hati si pengecut ini.
Buang segala cinta, kasih sayang dan empati di hati pengecut ini.
Karena segala hal di tangan pengecut ini memang tak akan pernah jadi apa-apa.

Tapi Tuhan,,
Terima kasih,
Terima kasih telah menjadikan pengecut ini pernah merasa sangat berati.
Menjadikan pengecut ini bisa sedikit merasa dunia ini indah

Tuhan,
Izin kan pagi esok, semua rasa itu hangus terbakar dalam api amarah ini.
Izin kan besok pagi untuk memulai lagi hal baru tanpa rasa apapun.

Tuhanku,,
Izin kan untuk tak lagi menjalani hidup sebagai pecundang.
Tuhanku,
Si pengecut ini menyerah.
Tuhanku,
Si pengecut ini pergi, dan jangan jatuh kan lagi.
Agar tak akan adalagi luka lagi, air mata lagi.
Tuhan sudahi, sudahi dan izin kan pengecut pergi.

Thursday, January 16, 2020

JANUARI

0 comments
Januari

Januari, rasanya bulan ini kerap kali  judul lagu. Entah yang menyedih kan atau yang membahagiakan. Januari memang menjadi awal permulaan perhitungan dalam tahun masehi. Di januari ini juga banyak resolusi-resolusi di gaung kan. Mimpi-mimpi mulai di nyalakan, ambisi mulai di tanam lagi. Ya meskipun ambisi lama di januari yang tahun sebelumnya juga mungkin cuma jadi sekedar ambisi kosong. Tapi tak masalah sikap dan rasa optimisme, pengharapan adalah sah-sah saja sebagai manusia.

Kalau kita sedang patah hati barang kali lagu nya Glend Fredly yang berjudul Januari bisa sangat menyayat hati. Lagu ini agak nya di buat untuk menyirami luka hati orang yang sedang patah hati dengan air garam. Rasa tercabik-cabik bakal kita rasakan ketika mendengar beberapa liriknya, apalagi suaranya glend yang memang matah hati banget. Di awal lirik saja rasanya sudah mak jleg. "Berat bebanku meninggalkanmu, separuh nafas jiwaku sirna." Istilah sekarang nya pergi pas lagi sayang-sayangnya, woo kalau yang pernah merasakan dunia seakan runtuh hahhaha seriuss.

Tapi ternyata Januari juga bukan cuma tentang lagu sedih ada lagu yang bisa di bilang lumayan berkonotasi bahagia. Gigi misalnya dengan lagu 11 Januari. Lagu yang yang menggambar kan kebahagian seseorang yang di pertemukan di bulan januari. Kalau kita nyanyikan lagu itu sambil boncengan hujan-hujanan, rasanya dunia cuma milik berdua dan yang lain nya cuma ngekost hahaha. Iya lah bagaiama tidak senyumu dan juga sedihmu adalah hidupku. Segala keadaan nya sudah menjadi satu, segala kelebihan dan kekuranganya kita terima.

Apapun memori kita tentang Januri, masuk di geng apapun kita. Entah Glend Fredly atau Geng Gigi Kita. Apapun memori kita berupa kesedihan atau kebahagian semua adalah jalan. Semua adalah kenangan yang sudah berlalu dan tertinggal di memori terdalam kita. Ya namanya juga kenangan itu di simpan di hadir kan sesaat saja. Jangan sampai hidup kita cuma di hantui kenangaan mulu. Bahaya, kita tidak bisa move on ke depan. Lebih parahnya selalu membandingkan terus. Tidak salah sih, cuma mari kita mulai memilih bahagia kita saat ini. Nikmati saja waktu saat ini. Yang lalu sudah biar berlalu, yang akan datang masih rahasia Tuhan. Aku sayang kamu saat ini sudah cukup. Heheh.




Friday, January 10, 2020

Selamat Jalan 10 Januariku.

0 comments
10 Januari 2020

Hujan masih deras menemani malamku.
Di pojok angkringan sepasang kucing meneduh kedimginan.
Hiruk pikuk lalu lalang manusia menuju ke tujuan masing-masing.
Mas gondrong dengan ikhlas mengipasi bara membakar potongan jahe.
Aku termanggu duduk menikmati malam yang kejam.
Melepas segala hal yang sedari dahulu aku rawat sendiri.
Benih yang ku semai dan ku pupuk tetiba tersambar petir dan hangus terbakar.
Apinya membakar dan menggores sisi hatiku yang dahulu begitu tegar untuk melepas kan.
Aku pikir hanya pedang yang bisa melukai. Ternyata tidak setelah aku mulai mencintaimu secara terang-terangan.
Tak pernah ku merasa kehilangan sedalam kehilangan tanaman yang ku pelihara sendiri ini.

Mestinya ku sembunyikan saja tanaman baik ini dari manusia-manusia agar kehilangan ini tak perlu ku bagi. Agar kehilangan ini aku simpan sendiri. Agar air mataku dan hujan saja yang menjadi saksi bahwa kehilangamu bak sayatan sembilu yang tetiba datang dan melukai.
Tapi tak apa, hati memang harus di sakiti. Ikhlas harus di uji. Aku akan menjaga kenangam merawatnya.

Thursday, January 9, 2020

Senja Pertama Gadis Buta

0 comments
Senja pertama Gadis Buta

Puspita seorang gadis yang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan sepasang matanya tak bisa melihat apa apa. Gadis berparas manis dengan bibir yang selalu tersnyum itu tak pernah berpikir bahwa kecelakaanya berujung pada penglihatanya. Hari-harinya kini tak bisa melihat apa-apa namun hatinya dapat merasakan ketulusan seseorang. Gadis yang sedari kecil sangat di manja ini beberapa tahun menghabis kan waktunya sendiri. Dia seakan meratapi bagiamana nasibnya dia berubah setelah 3 tahun ini. Kebahagiaanya seakan telah terenggut. Hari-harinya banyak di habis kan dengan air mata.

Namun begitu lah hidup kita tak pernah tahu pasti kejadian apa di masa mendatang yang akan menimpa kita. Puspita bercerita panjang masa-masa bahagianya sembari isak tangisnya terus terdengar lirih. Beberapa hela nafasnya benar-benar mengisyaratkan hatinya terlalu terluka dan mungkin sulit untuk di sembuhkan.

Beberapa bulan ini dia merasa bahagia nya mulai muncul saat ada seorang yang selalu dengan sabar mendengar keluh kesahnya. Dia bisa bercerita panjang lebar tentang segala hal tanpa harus segan atau apapun. Dan orang yang di ajak bicaranya pun menanggapinya dengan penuh antusias dan sangat telaten memahami luka dan duka yang puspita rasakan.

Sampai pada suatu saat, beberapa hari orang yang biasa dia ajak bicara tak lagi duduk di depan teras nya. Dia merasa kehilangan dan mulai murung lagi. Emosinya kembali tak stabil rasa kehilanganya mulai memupuk luka yang sudah mulai kering. Hatinya mulai bertanya-tanya kemana orang itu pergi? Siapa orang yang selama ini datang di teras untuk mendengarkan keluh kesahnya. Dan semua pertanyaan itupun tak pernah ada jawabanya. Sampai pada beberapa hari setelahnya ada seorang dokter ahli mata yang datang ke rumahnya.
"Selamat siang mba puspita,"
Dengan kaget penuh penasaran dia meghampiri pintu dengan tongkatnya dan membuka pintu rumahnya. Dia berharap orang yang dia tunggu datang lagi. 
"Iyaa, kemana saja kau selama beberapa hari ini?" Sahutnya
"Maaf mba, saya dokter egi ahli spesialis mata dari rumah sakit YAP"
"Maaf pak saya kira orang yang biasa datang dam duduk di teras saya"
"Iyya mba gak apa-apa, saya datang membawa kabar baik buat mba, besok lusa team kami akan mengoperasi mata mata mba puspita"
"Apa?? Beneran dok?"
"Iya beneran mba, besok mba akan segera kita operasi dan semua biaya nya sudah di bayar lunas oleh seorang donatur yang tak mau di sebutkan namanya"
"Siapa ya dok? Saya penasaran."
"Mohon maaf mba saya tidak bisa memberi tahu kan"
"Iya dok gak apa-apa"
"Mba istirahat yang cukup ya hari ini , besok team kami akan menjemput mbaknya, saya permisi dulu"
"Iya dok terima kasi" Puspita denga penuh penasaran dan bahagia kemudian masuk. Dia tidak sabar nunggu hari esok. Dan dia juga tak sabar untuk melihat sosok yang selama ini dengerin keluh kesahnya. Semoga besok setelah bisa melihat saya bisa mencari orang itu dan melihatnya secara langsung. Doanya dalam hati.


Hari yang di tunggupun tiba. Puspita memasuki ruang operasi selama kurang lebih 5 jam. Dan operasinya berjalan dengan lancar. Namun dia harus menunggu di rumah sakit selama kurang lebih 14 hari agar bisa menggunakan kedua matanya di luar ruangan. Dia sangat bahagia ahirnya dia bisa melihat lagi. Di dalam ruangan dia masih penasaran siapa gerangan orang yang mau menjadi donatur membiayai semua pengobatanya. Doketerpun masih bungkam tentang hal ini.

14 hari di lalui puspita dengan baik, sore harinya langit sore saat itu begitu cerah. Dia tak sabar untuk melakukan kebiasaanya melihat dan memandangi senja yang selama 3 tahunan ini tak dia lakukan. Dan betapa bahagianya dia saat bisa melijat senja lagi, air mata bahagianya jatuh di pipinya yang tak ada jerawat dan berkulit sawo matang itu. Dia sembari duduk doa terus bersyukur karena kini dia dapat melihat dunia lagi. Dia dapat menikmati senja lagi.

"Gimama mba rasanya bisa melihat lagi? " Tanya dokter yang menghampirimya di roottop rumah sakit itu.
"Bahagia banget dok, terima kasih banyak dokter sudah membatu saya"
"Mba ada yang ingin saya sampai kan mengenai sosok donatur nya mba"
"Iya dokter saya penasaran sekali"
"Sebenarnya mba kenal sama dia mba, dia sosok orang yang sangat baik. Dia adalah Keanu. Orang selalu datang di teras rumah mbanya yang setia mendengar cerita mbanya. Dialah orangnya yang menanggung semua biayanya mba"

"Dok antar saya ketemu dia dok, saya pingin melihat dia, saya mau berterima kasih ke dia dok"
"Sabar mba saya selesaikan ceritanya dulu. Keanu membiayai semua biaya rumah sakitnya dari hasil menjual ginjalnya dia. Dan sepasang bola mata yang ada di mata mba adalah sepasang bola matanya yang di sumbangkan ke mba. Dia melakukan ini karena sayang dan cintanya ke mba. Dia tidak ingin mba terlalu larut dalam kesedihan karena tak dapat melihat.  Sebelum dia meninggal karena sakit, dia berpesan agar ginjalnya di jual untuk biaya rumah sakit mba. Dia sebenarmya sakit kangker otak stadium ahir. Dan bola matanya minta di pasang di sepasang mata mbaknya. Keanu sudah meninggal 16 hari yang lalu mba."

Seketika puspita jatuh dan menangis sejadi jadinya. Ternyata harapan dia untuk bisa melihat orang yang sabar itu pupus. Dan ternyata orang itu juga yang telah berkorban nyawa untuk kebahagianya. Dokterpun mencoba menenamgkanya dan mengajaknya ke peristirahatan terahir keanu. Dan sembari memberikan sercacik kertas  ke puspita.

"Ini ada titipan buat mba"

Sepotongkertas itupun di bukanya.
"Honey, bahagia lah selalu nikmati lah waktu yang ada untuk bahagia. Jangan pernah menunggu hari esok untuk bahagia. Putuskan lah dalam hatimu setiap hari kamu harus bahagia dengan apapun kondisinya. Syukurilah apa yang telah Tuhan karuniakan. Dan terus lah berbuat baik. Dari orang yang setia mendengarmu Keanu.

Puspita benar-benar tak menyadari orang yang begitu tulus mencintainya sudah pergi. Dia merasa begitu bersalah karena tak sadar kalau keanu sangat jatuh hati dam cinta kepadanya. Dan ketika Puspita telah menyadari namun terlambat baginya. Bahkan dia tak bisa melihat secara langsung senyum nya. Dan tak bisa berterima kasih kepadanya yang merubah segala hal dalam hidupnya.

Bijaksanalah

0 comments
Bijaksanalah

Di zaman yang wah wuh daaan wadow ini kita sering kali terjebak untuk menshow up kebenaran di tingkat yang tidak karu-karuan. Sering kali lebay menampilkan kebenaran ke semua orang. Apa saja, kebenaran materi, kebenaran ilmu serta intelektual dan lain-lain. 

Ketika seorang chef mempresentasikan masakan hasilnya itu bukan lah kebenaran tapi kebaikan yang di presentasikan oleh chef ke halayak umum ke pelanggan. Kebenaranya ada di dapur. Semua kebenaranya ada di dapur, bumbu dan segala prosesnya itu lah kebenaran. Di simpan di dalam, sementara kebaikan lah yang di keluar kan, yang di tampilkan. 

Namun sering kali kita itu kebalik, membedakan kebenaran dan kabaikan. Kita gagal memahami kebenaran sehingga sering kali terbawa nafsu untuk mengeluarkan semua isi dapur di hadapan orang lain. Pokoknya itu kebenaran ning mboten pener. Kalau bisa pawonya juga di hadap kan sekalian ke orang lain. Atau ekstream nya tai tai nya juga di hidangkan di hadapan orang lain. Entah kui nyakiti, menjijikan atau apapun yang penting bener. Semua isi dapur di kelurakan semua. Karena alesanya satu demi kebenaran. 


Padahal dalam kehidupan sehari-hari sesama kita lebih memerlukan kebaikan kita dari pada mungkin kebenaran yang kita miliki. Banyak hal yang harusnya kita diam kadang suka nyerocos membeberkan tanpa kita sadar itu mulukai perasaan orang yang kita ajak bicara.

Kebijaksanaan dalam memahami porsi kita adalah seni menyayangi diri kita sendiri dengan tidak terus melukai sesama kita. Pikiran yang luas, pemahaman yang dalam tentang segala hal membuat kita terlatih untuk menempatkan segala hal dalam porsi yang pas. Tentu tujuanya agar yang kita keluarkan adalah keindahan kita dalam hidup bersama dengan siapapun. 


Pembawa Ember Bocor

0 comments
Pembawa Ember Bocor.

"Haii ibu kau sudah gila kah? Ember bocor seperti itu kau bawa buat ambil air?"

Iyaa tak apa-apa pak jawabnya santai. Berbulan bulan setiap pagi dan sore nenek dewinta ini pergi ke sungai untuk mengambil air untuk mandi dan masak di rumahnya yang terletak di sebuah desa yang tandus. Cemoohan selalu hampir setiap saat dia dapatkan, dia tetep bersikukuh membawa air itu dengan ember yang rusak. Sebulan dua bulan jalan yang di lalui nenek dewinta ini mulai tumbuh, tumbuhan hijau karena setiap pagi dan sore kena siraman air yang dia ambil dari mata air. Lama kelamaan mulai tumbuh tanaman bunga, bahkan ada cabai dan tomat mulai tumbuh di sepanjang jalan yang dia lalui itu. Semua orang yang mencemoohnya pun berangsur berkurang dan mereka mulai menanam tanaman sepanjang jalan menuju sungai.

Kadang kita sering kali di anggap aneh dan gila karena orang lain tak pernah tau bagaimana kita merasa, bagaimana kita berpikir dan cuma diri kita sendiri lah yang berhak memilih jalanya. Tetap lah menanam benih kebaikan itu sepait dan sekeras apapun ujianya. Karena benih kebaikan ini lah yang menjadi nilai kita sebagai manusi. Ingat lah puncak tertinggi hidup manusia adalah manfaatnya bagi sesama dan semua.

Thursday, December 26, 2019

Angkringan dan Kenangan yang tak pernah usai

0 comments
Angkringan dan Kenangan yang tak pernah usai.

Konon ada dua hal yang tak pernah lekang dari ingatan kita. Yang pertama kenangan akan ke indahan suatu hal. Dan yang kedua kenangan yang kurang mengenakan tentang suatu hal. Kedua hal itu memang secara tidak sadar tersimpan di longterm memory kita. Yang pastinya bisa kita kembalikan kenangan tersebut setiap saat atau ketika kita melihat hal yang ada hubunganya dengan kedua hal tersebut.


Jogjakarta barang kali menjadi salah satu kota favorite saya yang di dalamnya tentu memiliki kenangan-kenangan indah. Yang tidak akan pernah hilang dan berlalu begitu saja. Dan satu hal yang tak pernah lekang itu salah satunya kenangan di angkringan. Di samping banyak hal yang membekas di pikiran saya.


Sepuluh tahun yang lalu kenangan itu bermula. Dimana saya sebagai pemuda desa yang baru lulus sma, mencoba menginjakan kaki di kota besar bernama Yogyakarta. Di benak saya hidup jauh dari orang tua adalah momok yang sangat menakutkan. Bagiamana nanti saya makan dan lain lain. Bagaimana kalau tiba-tiba jatah uang bulanan saya yang mepet ini habis dan lain-lain. Meskipun sebelumnya saya sudah terlebih dahulu dengar kalau biaya hidup di Yogyakarta itu murah. Tapi tetap saja yang namanya makan beli itu tetap saja mengkhawatir kan hahahha. Iya murah tapi bagimana kalau porsinya cuma se sendok dan cuma nyangkol di usus besar saya. Padahal sebagai orang desa saya sudah terbiasa makan dengan porsi yang banyak. Karena bagi masyarakat desa kalau anaknya makan banyak orang tuanya senang. Dan berbagai hal tersebut terus membayangi pikiran saya. Aneh memang karena anak yang lain sibuk memilih perguruan tinggi yang bagus saya justru lebih memilih mikir cara hidup di sana dengan modal pas-pasan. Karena sudah pasti bagi saya kuliah dimana saja asal yang biaya nya murah. Itu yang ada di benak saya waktu itu.


Sesampai di Yogyakarta betapa kagetnya saya. Apa yang saya bayangkan tentang hiruk pikuk kota Yogyakarta saat itu luntur. Yogyakarta tak se extream pikiran saya. Hahahaha.. Hal pertama kali yang saya lakukan saat pertama kali turun dari bis adalah mencari tempat makan. Dan jengjeng tengah malam mau makan apa coba? Yogyakarta 2009 masih lumayan sepi di banding sekarang.

Setelah muter mencari pintu keluar terminal yang besar itu, ya terminal giwangan. Batinku menggrutu "Jancuk, terminal sak mene gedene kok pintu keluarnya angel di goleki" hahah maklum di kota saya terminal nya kecil turun dari bis bisa langsung ngojek. Sampai nya di gerbang keluar saya melihat terpal orange rame. Karena penasaran saya mampir ke tenda orange tersebut ternyata tenda jualan makanan dengan modal lampu minyak tanah. "Edan esih ono warung lampune anggo lampu minyak tanah tak pikir desaku paling ndeso jebul nang Yogyakarta esih ono" . Karena lapar saya tak pikir panjang saya pesen teh panas dan makan 4 nasi bungkus kecil (setelah berapa hari di Yogyakarta tau kalau nasi itu namanya nasi kucing) dan lauk gorengan. Mau ambil sate takut harganya mahal. Setelah selesai menanyakan harga twrnyata tidak sampai sepuluh ribu. Nasi 4 empat ribu, gorengan 3 seribu limaratus teh seribu. Edyan bener murah.
Dari situ lah awal saya memiliki kenangan indah bersama angkringan.


Dan sampai sekarang angkringan rasanya memiliki tempat tersendiri di hati saya. Lamban taun setiap kali saya duduk untuk sekedar minum kopi di angkringan saya bisa mendengarkan bapak-bapak ngobrolin berbagi hal meski mereka tidak saling kenal. Di angkringan memang memiliki ke unikan tersendiri ternyata selain tempat makan murah di sini juga tempat mengasah dan belajar berbagi hal. Di angkringan orang bisa ngobrol dari hal remeh temeh sampai geopolitik. Interaksi di angkringan ini memang samgat bagus. Rasanya tidak nyaman kalau duduk di angkringan cuma diam dan membisu. Mau tidak mau terbawa jadi ikutan ngobrol, meskipun sekedar nimpali nggah nggih nggah nggih.


Begitulah Yogyakarta dan angkringanya yang tersebar hampir di setiap sudut kota Yogyakarta, yang sekarang sudah sangat ramai dan macet. Angkringan tetap melegenda dengan tenda orange nya eh sekarang ada yang biru juga dan ada yang di branding tendanya oleh perusahaan besar .


Semoga angkringan tidak pernah punah di makan oleh zaman yang kian sadis ini. Karena sekaramg amgkrimgan model caffe sudah mulai menjamur di Yogyakarta. Namun percayalah di angkringan yamg model tenda kita akan menemukan apa yang tak pernah di temukan di tempat makan lainya. Dia bernama keramah tamahan dan kesederhanaan. Dan dari hal itu lah kenangan dan kecintaan saya ke angkringan takan pernah usai.

Monday, August 6, 2018

Jalan Sunyi

0 comments
Setiap Manusia Memiliki Jalan Sunyinya masing-masing.


Tiada kata yang pas untuk di ucapkan selain rasa syukur. Bersyukur Tuhan masih kasih kehidupan. Tuhan masih kasih kebaikan sehingga takala mata terbuka di pagi hari kita masih melihat matahari terbit. Kita masih mendengar kicau burung. Atau suara gesekan suara sapu.

Kadang dalam perjalanan hidup kita sering kali di hadapkan pada berbagai masalah. Dan percayalah setiap kita pasti memiliki masalah sendiri-sendiri. Dan tau? Uniknya kita juga memilki cara sendiri untuk mampu dan bisa terlepas dari berbagai masalah itu bukan?

Mungkin point bukan di masalahnya. Poinya bagaimana Tuhan kasih kita solusi. Kasih kita jalan keluar. Dan satu lagi, masalahnya tak akan pernah melebihi kemampuan kita. Enak ya? Terus apa lagi yang kita khawatirkan? Heheh

Tapi kekhawatiran memang harus ada dalam perjalanan hidup kita. Khawatir dan ragu kono seperti lubang pada anak tangga. Tanpanya mustahil kita bisa sampai puncak lebih cepat.

Semoga kita selalu berikhtiar menjadi manusia yang lebih baik. See you guys.



Friday, July 13, 2018

MANUSIA SESAT

0 comments
Manusia Sesat


Dalam beberapa tahun terakhir bangsaku benar-benar di landa sebuah masalah besar. Bukan cuma politik, ekonomi dan budaya saja. Bangsa kita di landa narsisme akut. Manusia manusia penghuni bangsa ini secara membabi buta menempatkan dirinya sebagai manusia yang benar. Manusia yang mempunyai hak untuk menghardik orang orang yang di anggap salah. Entah berupa kata kafir atau sesat ataupun sejenisnya.

Ini bukan lah hal remeh temeh yang yang harus di biarkan terus manjadi-jadi. Karena hal semacam inilah yang akan terus menggerogoti kita dalam hidup bersama dalam kemajmukan. Yang mana satu mengklaim paling benar dan satunya lagibterus terpojokan. Konflik semacam ini sangat membahayakan dari pada perang senjata. Konflik ini mengakar kuat dan menjadikan kita terus di landa kebencian.

Ada berbagai kubu yang terus tumbuh dan berkembang dengan doktrin menganggap dirinya paling benar. Dan bahkan berhak mengkafling surga dan neraka bagi yang di anggapnya sesat. Caci makibsana sink terua berkembang terlebih di media sosial. Media yang mana manusia menjadi sangat penecut dan takbberyanggung jawab. Menggoreng informasi kemudian menyebarkannya secara tak bertanggung jawab. Bahkan sudah menjadi lahan bisnis. Iya bismis menebar kebencian di media sosial.

Entah apapun yang terjadi dinkehidupan sosial bisa dengan cepat hadir di media sosial untuk memojokan yang lainya. Padahal kalau kita mau sedikit banyak membaca beebagai hal munbkin hal semacam ini setidaknya bisa di minimalisir.




Misal dalam agama saya ada ayat di Al-quran surah al fatehah yang menjelaskan bahwa kita selalu memohon di beribpetunjuk jalan yang lurus setiap hari. Setiap detik kita harus memohon dinberi petunjuk. Kita sebenarnya di ajarkan untuk mawas diri. Dinajarkan untuk bisa rumongso bukan rumongso biso. Untuk rendah hati ketika memiliko kebenaran bukan sombong dan menghardik yang lainya.

Sungguh kalau inibterus berlanjut bukan tak mungkin anak keturunan kita kelak akan hidup dalam kehidupan yang mana satu sama lain saling curiga. Saling mengkucilkan dan lain sebagainya. Mungkin kita sebagai generasi muda mestinua perlahan mulai banyak membaca berbagai hal. Menyerap berbagai hal yang ada di dunia ini. Kita harus menjadi filter atas diri kita sendiri, di tengah over informasi yang datang silih berganti.

Thursday, June 9, 2016

RAMADHAN DATANG LAGI DAN AKU MASIH BINGUNG

0 comments
RAMADHAN DATANG LAGI DAN AKU MASIH BINGUNG
Tiada bulan yang paling membahagiakan selain bulan Ramadhan, itu sih yang saya tau waktu masih kecil. Iya masih kecil,karena di usia usia kanak-kanak hingga anak anak lah kita bisa merasakan dan menyambut ramdhan dengan suka cita. Selebihnya hanya orang orang dengan maqom tertentu saja yang bisa dengan sangat bahagia menyambut Ramadhan. Dan orang seperti saya ini Cuma orang yang asal puasa,asal sholat di tambah bingungan.
Akhir-akhir ini saya sering melihat fenomena setiap kali Ramadhan datang semua kebutuhan perut manusia mengalami kenaikan. Konsumsi kita naik hampir 100 % prosentase yang sangat tinggi mengingat kita hanya makan mungkin maksimal 2 kali itupun malam hari. Lalu kenapa ini bisa terjadi? Aku yo jane memeng mikir koyo ngene hahaha tapi baiklah saya mencoba sedikit berbagi analisis gila saya kenapa Ramadhan di negeriku yang sangat saya cintai ini agak sedikit lucu. Bagi saya entah bagi sampean semua.
Bulan ramadha adalah bulan dimana seharusnya kita menahan diri untuk berkata iya pada hal yang biasa kita lakuakan sebagai aktivitas sehari hari yang notabene kurang baik. Bulan ini momentum untuk berani dengan tegas mengatakan tidak untuk melakukan hal yang kurang baik.
Kenapa tidak sederhana saja di bulan Ramadhan ini? Kenapa kita harus dengan sangat sibuk menyiapkan segala hal hanya untuk yang namanya berbuka puasa? Semua makanan rasanya pengen kita beli semua? Sebenarnya puasa kita kita itu untuk belajar menahan atau buka itu hanyalah balas dendam dari keseharian kita yang tak makan apa-apa? Katanya makan makanlah hanya untuk menegakan tulang rusuk kita? Puasa kita ini puasa balas dendam atau puasa yang belajar menempa diri kita menjadi manusia yang sederhana dan berlebihan.
Menjelang buka kita di suguhi aneka jajanan di pinggir jalan, dan hampir semua kota melakukan hal semacam ini. Kita justru sibuk mencari makanan ketimbang berdoa menjelang senja. Jalanan macet total semua manusia berlomba mengumpulkan makanan sebanyak-banyak nya, setelah itu apa itu makanan di makan semua? Ini yang menyebabkan konsumsi dan pengeluaran kita naik salah satunya.
Harga daging sapi katanya naik yah? Udah biasa kali g usah kaget, menjelang Ramadhan harga daging kok bisa naik ? tau kan kenapa harga suatu barang bisa naik? Konsumi banyak sedangkan stok sedikit? Ramadhan mbalik lagi ke masalah perut dan perut hahaha.
Kok jadi banyak iklan obat si di bulan Ramadhan.? Katanya puasa itu mencegah kita dari berbagai rasa sakit. Itu banyak ustadz malah jadi bintang iklan suplemen agar puasanya kuat .hahaha memang terkadang demi uang, prisnsip sering kalah kok. Tidak apalah saya juga sering seperti itu tidak Cuma pak ustadz hahahha…
Kalau masalah masjid rame saya tidak berani membahas, soalnya saya sering sholat sendirian hahaha selamat malam semoga puasa kamu dan aku berkah. Masalah puasa di terima atau apapun biar Tuhan saja lah yang menilai. Stop menghami dan saya juga Cuma sharing, teman teman kalau mau makan sampai buncit yo tak masalah, tapi jangan lupa berbagi biar kenyangmu menyebar. Monggo yang mau teraweh,.



TUHAN,PETANI DAN BULOG

0 comments

TUHAN,PETANI DAN BULOG
gambar dari blog.umy.ac.d
Berprofesi sebagai petani bukan lah profesi bonafit di negeri yang ngakunya negeri agraria ini. Petani di nergeri ini kebanyakan hidup di bawah rata-rata. Kebanyakaan yang memilih berprofesi sebagai petani adalah orang desa yang tidak bisa merantau ke kota. Bahkan pilihan menjadi petani adalah pilihan kepepet karena tidak adanya keahlian selain mengangkat pacul da nasal namam.
Namun beberapa tahun terakhir ini memang petani agak di lirik oleh sebagai kalangan karena bermunculan petani organic di negeri ini. Lagi-lagi sialnya tak berlaku di desa , petani di desa tetap tak mengerti apa itu bertani tanaman organic. Tetap di pikiran mereka kalau tidak menanam padi ya menanam jagung. Itu pun terus di tekan untuk bertanam yang baik agar pemerintah bisa suasembada pangan. Duh kok susah bener jadi petani hehehe.
Tapi perlu kita sadari hubungan petani dengan Tuhan itu sangat dekat. Bagaimana tidak petani itu selalu berdoa agar tanamanya tumbuh dengan baik dan tak di serang hama. Dan bagi petani yang hanya mengandalkan hujan, bisa jadi hampir setiap hari berdoa minta hujan. Dan model petani ini kalau ketemu produsen krupuk bisa adu doa. Satu minta hujan satu minta panas. Tapi semoga petani tadah hujan dan produsen krupuk tetap hidup damai dan saling beradu doa dengan fair.
Petani di negeri kita memang di didik dar nenek moyang untuk hidup dengan bersahaja. Mereka di latih menjadi manusia yang kuat. Kuat secara mental dan fisik. Kalau teman-teman mau main ke desa desa yang sebagian besar hidup dari pertanian bisa jadi teman-teman kaget. Mereka hidup dengan harmonis dan bahagia. Ya meskipun itu tampak diluar tidak tau di dalamnya. Tapi konon penampakan sebagaian besar menggambarkan apa yang di dalam.
Jadi doa petani kita itu sebenarnya luar biasa. Di tambah keihlasan mereka menhadapai bagaimana kerasnya pasar. Saat belum pane komoditi pertanian hargnya naik sangat tinggi. Giliran sudah panen eh pemerintah malah import dari luar negeri. Opo ra loro ati kui? Nangis darah bisa jadi kalau saya di posisi itu. Jadi doa petani negeri ini mencakup segal aspek mulai dari awal membajak sawah atau mengolah tanah, kemudian masuk menanam, masuk masa tumbuh tanaman dan agar terhindar dari hama, kemudian masuk menjelang masa panen was was kalau kalau habis panen terus dipasaran malah banyak hasil import. Di tambah doa semoga ikhlas dan tabah menjalani hdiup hahaha. Tapi anehnya mereka tetap bisa tertawa dan cengengesan betapa ikhlas dan bersyukurnya petani negeri ini. Bulog semoga membaca tulisan saya ini biar mereka mau membeli hasil panen dengan harga bagus hahahhaa..


Sunday, November 1, 2015

PASARKU TINGGALAH KENANGAN

0 comments
PASARKU TINGGALLAH KENANGAN
Apa yang terbesit saat kita mendengar tradisional? Bagi sebagian dari kita mungkin akan terbesit dengan lingkungan yang kumuh, becek, bau dan lain sebagainya. Tapi ada sebagaian dari kita juga yang suka dan senang pergi ke pasar tradisional. Terlepas dari itu kembali ke diri kita masing-masing menyikapi hal semacam ini. Namun tak dapat dipungkiri di zaman yang kian modern pasar tradisional tak lagi di lirik apalagi oleh kaum muda negeri ini. Miris? Pastinya bagi yang peduli bahwa poros ekonomi sejatinya ada lingkungan yang paling kecil yaitu pasar. Atau bahasa kerenya UMKM. Dipasarlah barang rakyat kecil bergerak.
Nasib pasar ternyata sekarang ini bukan lagi sekedar di tinggal oleh rakyat negeri ini. Pasar juga sering kali di hancurkan dengan cara yang sangat menyakitkan hati kecil kita. Semua tahu image pasar tradisional pasti terbakar. Seakan tidak ada cara lain selain membakar pasar untuk mematikan khasanah usaha nusantara ini. Terlepas siapa yang bermain di balik terbakarnya pasar yang pasti orang-orang yang terlalu egois dan serakah menyikapi persaingan usaha. Tapi kenapa harus dengan cara di bakar? Kenapa harus dengan penyebab yang sama yaitu konsleting listrik. Semua pasar di negeri ini yang terbakar pasrti dengan sebab konsleting listrik. Seakan penyebab ini menjadi sangat logis. Entahlah ini adalah pekerjaan rumah untuk kita semua.
Mall super market adalah tempat yang sangat favorit bagi generasi masa kini. Wooooo keren, gaul. Bagiku kemodernan sebaiknya tak melupakan tradisional. mestinya tetap berpegang teguh pada khasanah nusantra. Beberapa hal yang harus kita ingat dari pasar tradisional yang kini kalian semua tinggalkan.
1. Pasar Tradisional memberimu semangat gotong royong,  dipasar tradisional kita akan menjumpai orang bersaing saling memeluk bukan saling menikam. Kalau berat di bantu membawa. Guyub rukun dipasar tak akan kau jumpai di mall yang kau banggakan itu.
2. Pasar tradisional memberi ruang untuk rakyat kecil berkarya dan menjual karya. Jika kita hidup dan tak memberi kesempatan orang lain berkembang apa lagi saudara sebangsa maka hati nuranimu perlu dipertanyakan. Otakmu perlu ditanyakan kewarsannya. Dipasarlah mesti kita membantu pengusaha kecil untuk terus menapaki tangga usahanya. Pengusaha kecil, tukang ojek, becak makan. Berusahalah kesenanganmu berdampak terhadap kesenangan orang kecil di sekitarmu.
3. Bangsa yang besar selalu tau identitasnya sendiri, kalau kita tau identitas kita kita akan mampu menjadi besar dan tak akan terijak-ijak. Dipasar kalian akan menemukan menu tradisional khas bangsa kita. Jajanan pasar yang lezat dengan harga yang sangat murah. Murah bagimu namun sangat membantu saudara kita bergerak maju. Kau makan di mall? Kau nisbahkan untuk siapa kebermanfaatmu? Bukalah mata hatimu.
4. Banyak hal yang harus aku tulis namun air mataku tak sangup menahan, pasar johor semarang terbakar. Tau kah kau di sana juga banyak buku yang hangsung dan terbakar.
sekian dulu tulisan yang penuh emosional ini saya tulis. Apapun itu kembalilah ke identitasmu sebagai NUSANTARA. CINTAILAH PASAR TRADISIONAL. 

Tuhan dengan segala Rencana Nya

0 comments
Tuhan dan Segala Rencana-Nya
Pagi ini aku di kagetkan dengan daun daun yang berserakan di beranda kamar kosku. Bunga-bungapun berjatuhan entah angin apa semalam yang membuat semua jadi kian berantakan. Sembari aku membersihkan beranda, aku mendengar pengumuman di speaker masjid. Ada yang meninggal seorang remaja yang masih sangat muda.
Kembali aku melanjutkan membersihkan beranda. Tuhan ternaya punya segala rencana di balik segala hal. Daun yang jatuh sekalipun benar-benar atas kehendaknya atas izinya. Tak peduli daun yang masih hijau ataupun yang sudah coklat menua. Jika Tuhan sudah berkehendak semua bisa saja terjadi.
Hidup kamu apa kabar? masih yang selalu mengeluh seperti saya ini? selalu kahwatir yang berlebihan padahal segalanya sudah di atur sesuai dengan kemampuan kita? Apapun ujian dan cobaanya bukan sudah seporsi dengan kekuatan kita. Apapun masalahnya bukankah sudah sepaket dengan solusinya? akh nyatanya saya juga masih sangat khawatir dan takut.
Barangkali memang manusiawi mearasa takut dan khawatir dengan masa depan. Ya kali kamu tidak seperti saya ini yang masih cemen tapi sok bijak dan kuat seakan hidup ini mudah. Seakan semua hal dalam perjalanan hidup ini kita bisa merencanakan sendiri. Akh aku kan memang suka begitu begitu tidak sesuai dengan apa yang di inginkan saya selalu menyalahkan Tuhan.
Apa yang baik buat kamu barang kali tak baik buat Tuhan. Tapi yakin lah apa yang baik buat Tuhan pasti baik buat kamu. Hidup harus selalu siap dengan segala resiko yang kita ambil. Kalau kita selalu siap dengan segala resiko kita tak akan terlalu sakit hati menyikapi kehidupan ini.
selamat makan siang semuanya.

CINTA DI NEGERI ANDALAS

0 comments
CERITA SENJA DI NEGERI ANDALAS
Ada yang ditangisi dari kepergian senja yang terenggut mentari. Keindahan jingga dan kemuning langit di barat bumi. Seorang gadis termangu duduk diantara pepohonan cemara dan pinus. Mengingat doa-doa yang ia panjatkan setiap saat kepada Tuhannya. Kedatangan kekasihnya dari negeri doa yang tiap siang dan malam dia panjatkan. Seorang laki-laki yang selalu dia doakan datang dan menemuinya. Laki-laki yang tak pernah dilihatnya di dunia nyata. laki-laki yang hanya ada di dalam mimpi dan doa-doanya. Alasan apa yang membuat gadis ini tiba-tiba jatuh cinta dan merasa memiliki laki-laki yang hanya ada dalam dunia khayal dia mungkin hanya dia dan seorang laki-laki itu saja yang tahu.
Sebut saja dia bernama senja, gadis cantik dari negeri andalas. Berfrofesi sebagai pekerja rumah sakit swasta. Kebehagian selalu menyelimutihari-harinya. Sesekali dia terdiam bukan karena sedih namun sekedar bertafakur. Mengingat betapa kehebatan Tuhan mengirimkan cinta kepada nya. Yah cinta kepada orang yang tak pernah sekalipun dia temuinya. Jatuh cinta memang tak pernah direncanakan bagaimana itu bisa terjadi atau itu bisa ada. Semua sudah diatur dengan sangat elegan oleh Tuhan.
Hari itu tepat tanggal 10 Bulan November 1930. Tepat dia berusia 26 tahun. senja mulai realisitis tentang cintanya. Kebahagiaanya tak boleh bergantung kepada siapapun. Apalagi kepada laki-laki yang tak pernah dia temuinya di dunia nyata. hari itu dia memutuskan untuk mulai menjalani hidupnya dengan tanpa berharap pada sosok laki-laki itu.
Tetiba seminggu setelah itu ada secarcik kertas yang tergeletak di kursi di bis yang dia pergunakan sebagai angkutan tiap kali dia berangkat dan pulang kerja. kertas itu bertuiskan seperti ini :

Senja barang kali kita tak pernah bertemu di dunia nyata, aku mencintaimu seperti kau mencintaiku.
Aku tak lagi berharap kepadamu senja, aku memilih kebahagiaanku. dan semoga Kau pun bisa memilih kebahagianmu.
Aku pergi dan akan terus pergi dari kehidupanmu. Sebarapa pahitnya itu, aku akan pergi karena aku tak mau terus menggoreskan luka dan menyiraminya terus dengan air matamu yang lebih asin dari air laut.
Aku berdoa semoga impianmu, cita-citamu kesampaian. Lupakan lah tentang es cream itu. Lupakan lah kalau kita pernah bermimpi jalan dan menikmati sore hari dengan anak-anak sembari tertawa menikmati es cream kita yang sudah meleleh.
Aku minta maaf untuk semua janji yang tak ku penuhi. Aku minta maaf karena telah mencintaimu. Aku minta maaf telah hadir dalam kehidupanmu. Bahkan hadir dalam doa-doamu yang suci itu.
Tapi senjaa, kau pernah bilang bahwa hidup harus terus berjalan. seperti layaknya bumi. Jika berhenti semua akan jadi kacau. Alam akan hancur jika sedetik saja bumi berhenti. Hidup pun begitu kan? sedetik saja kita mencoba berhenti kita kan kehilangan segala hal. Ada banyak harapan yang harus kau raih di sana. Ada banyak hal yang harus kau penuhi. Lupakan lah aku di dalam doamu. Lupakan lah aku dalam setiap tetes air matamu.
Senja mungkin Tuhan tak akan mempersatukan kita di dunia nyata. Aku dan kamu akan menjadi bagian dari khalayan. Aku pernah bahagia dan tertawa bersama kamu. Aku pernah merasa yakin bahwa kelak kamu dan aku akan hidup di sebuah desa yang damai. Kita pernah berdebat untuk tak memelihara kambing. Senja semoga kelak kita akan berjumpa dalam Renacana Tuhan di kehidupan yang tak aku tahu kelak.
senja aku yakin kau akan menemukan tulisan ini karena aku yakin kau menegrti betapa menyakitkannya merindui. Tapi akan jauh menyakitkan ketika kita saling berharap pada hal yang tak pasti. Aku pergi senja kau harus pergi karena gelap akan merenggutmu jika tak kau pergi dari sini. Kau akan selalu indah sampai kapanpun, sampai aku mati aku akan mengongatmu sebagai senja yang hiasi soreku.

Dari seorang yang hanya ada dalam doa mu.
17-11-1930

MR.