Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Sunday, November 1, 2015

PASARKU TINGGALAH KENANGAN

0 comments
PASARKU TINGGALLAH KENANGAN
Apa yang terbesit saat kita mendengar tradisional? Bagi sebagian dari kita mungkin akan terbesit dengan lingkungan yang kumuh, becek, bau dan lain sebagainya. Tapi ada sebagaian dari kita juga yang suka dan senang pergi ke pasar tradisional. Terlepas dari itu kembali ke diri kita masing-masing menyikapi hal semacam ini. Namun tak dapat dipungkiri di zaman yang kian modern pasar tradisional tak lagi di lirik apalagi oleh kaum muda negeri ini. Miris? Pastinya bagi yang peduli bahwa poros ekonomi sejatinya ada lingkungan yang paling kecil yaitu pasar. Atau bahasa kerenya UMKM. Dipasarlah barang rakyat kecil bergerak.
Nasib pasar ternyata sekarang ini bukan lagi sekedar di tinggal oleh rakyat negeri ini. Pasar juga sering kali di hancurkan dengan cara yang sangat menyakitkan hati kecil kita. Semua tahu image pasar tradisional pasti terbakar. Seakan tidak ada cara lain selain membakar pasar untuk mematikan khasanah usaha nusantara ini. Terlepas siapa yang bermain di balik terbakarnya pasar yang pasti orang-orang yang terlalu egois dan serakah menyikapi persaingan usaha. Tapi kenapa harus dengan cara di bakar? Kenapa harus dengan penyebab yang sama yaitu konsleting listrik. Semua pasar di negeri ini yang terbakar pasrti dengan sebab konsleting listrik. Seakan penyebab ini menjadi sangat logis. Entahlah ini adalah pekerjaan rumah untuk kita semua.
Mall super market adalah tempat yang sangat favorit bagi generasi masa kini. Wooooo keren, gaul. Bagiku kemodernan sebaiknya tak melupakan tradisional. mestinya tetap berpegang teguh pada khasanah nusantra. Beberapa hal yang harus kita ingat dari pasar tradisional yang kini kalian semua tinggalkan.
1. Pasar Tradisional memberimu semangat gotong royong,  dipasar tradisional kita akan menjumpai orang bersaing saling memeluk bukan saling menikam. Kalau berat di bantu membawa. Guyub rukun dipasar tak akan kau jumpai di mall yang kau banggakan itu.
2. Pasar tradisional memberi ruang untuk rakyat kecil berkarya dan menjual karya. Jika kita hidup dan tak memberi kesempatan orang lain berkembang apa lagi saudara sebangsa maka hati nuranimu perlu dipertanyakan. Otakmu perlu ditanyakan kewarsannya. Dipasarlah mesti kita membantu pengusaha kecil untuk terus menapaki tangga usahanya. Pengusaha kecil, tukang ojek, becak makan. Berusahalah kesenanganmu berdampak terhadap kesenangan orang kecil di sekitarmu.
3. Bangsa yang besar selalu tau identitasnya sendiri, kalau kita tau identitas kita kita akan mampu menjadi besar dan tak akan terijak-ijak. Dipasar kalian akan menemukan menu tradisional khas bangsa kita. Jajanan pasar yang lezat dengan harga yang sangat murah. Murah bagimu namun sangat membantu saudara kita bergerak maju. Kau makan di mall? Kau nisbahkan untuk siapa kebermanfaatmu? Bukalah mata hatimu.
4. Banyak hal yang harus aku tulis namun air mataku tak sangup menahan, pasar johor semarang terbakar. Tau kah kau di sana juga banyak buku yang hangsung dan terbakar.
sekian dulu tulisan yang penuh emosional ini saya tulis. Apapun itu kembalilah ke identitasmu sebagai NUSANTARA. CINTAILAH PASAR TRADISIONAL. 

Tuhan dengan segala Rencana Nya

0 comments
Tuhan dan Segala Rencana-Nya
Pagi ini aku di kagetkan dengan daun daun yang berserakan di beranda kamar kosku. Bunga-bungapun berjatuhan entah angin apa semalam yang membuat semua jadi kian berantakan. Sembari aku membersihkan beranda, aku mendengar pengumuman di speaker masjid. Ada yang meninggal seorang remaja yang masih sangat muda.
Kembali aku melanjutkan membersihkan beranda. Tuhan ternaya punya segala rencana di balik segala hal. Daun yang jatuh sekalipun benar-benar atas kehendaknya atas izinya. Tak peduli daun yang masih hijau ataupun yang sudah coklat menua. Jika Tuhan sudah berkehendak semua bisa saja terjadi.
Hidup kamu apa kabar? masih yang selalu mengeluh seperti saya ini? selalu kahwatir yang berlebihan padahal segalanya sudah di atur sesuai dengan kemampuan kita? Apapun ujian dan cobaanya bukan sudah seporsi dengan kekuatan kita. Apapun masalahnya bukankah sudah sepaket dengan solusinya? akh nyatanya saya juga masih sangat khawatir dan takut.
Barangkali memang manusiawi mearasa takut dan khawatir dengan masa depan. Ya kali kamu tidak seperti saya ini yang masih cemen tapi sok bijak dan kuat seakan hidup ini mudah. Seakan semua hal dalam perjalanan hidup ini kita bisa merencanakan sendiri. Akh aku kan memang suka begitu begitu tidak sesuai dengan apa yang di inginkan saya selalu menyalahkan Tuhan.
Apa yang baik buat kamu barang kali tak baik buat Tuhan. Tapi yakin lah apa yang baik buat Tuhan pasti baik buat kamu. Hidup harus selalu siap dengan segala resiko yang kita ambil. Kalau kita selalu siap dengan segala resiko kita tak akan terlalu sakit hati menyikapi kehidupan ini.
selamat makan siang semuanya.

Friday, November 15, 2013

DUNIA TEMPAT BERPIJAK

0 comments
-->


(Gambar dr .zulfickarekal)


            Apa kabar sahabat pembaca mini blog saya yang di budiman. Apa yang terlintas di mata batin kita ketika kata dunia terlontar dari mulut kita atau mulut orang lain? Persepsi dan tanggapan seperti apa yang hendak kita utarakan ? Saya yakin masing-masing dari kita pasti memiliki persepsi yang sangat berbeda-beda dan mungkin juga jauh lebih konyol dari pada apa yang saya pikirkan. Kok bisa saya bilang lebih konyol dari saya? Orang yang orientasi berpikirnya lebih maju selangkah dari pada orang lain cenderung berpikir out of the box kata nya sih. Tapi memang nyatanya begitu kok. Kalau gak percaya juga tidak maksa juga kok. Hehe
            Dunia boleh di kejar gak? Wajib di kejar lah. Katanya jangan terlalu memandang segala sesuatu berdsarkan kaca mata duniawi. Loh heii heii kita ini masih hidup di dunia ya cara pandang kita dengan cara pandang duniawi lah. Masa kita mau jauh-jauh ke akherat atau apalah sebutanya. Tetapi bukanya berlebihan itu gak boleh ke duawian? Apapun kalau berlebihan buat masalah duniawi yang jelas tidak boleh. Jangankan masalah duniawi masalah akhierat saja kalau kita berlebihan tidak di perkenankan kok. Loh bukanya kita harus melebihkan masalah akherat kok di bilang tidak boleh berlebihan dalam masalah akherat. Hei bayangkan saja anda beribadah dari jam 4 pagi sampai jam 4 pagi. Terus anak, istri anda kelaparan itu bagaimana? Justru yang namanya berlebihan itu tidak baik dalam hal apapun.
            “Bekerjalah seakan-akan kau hidup selamanya, Beribdahlah seakan-akan kau akan mati besok hari” dalam lagu qosidah zaman saya SD. Tapi ternyata itu adalah sebuah hadist yang di riwayat kan oleh siapa shohih atau tidaknya saya juga kurang memahaminya. Mungkin perlu bertanya kepada ahli khadist. Apapun itu kata-kata itu semestinya mampu membangkitkan gairah kita dalam beribadah dan berusaha di dunia. Perlu digaris bawahi juga beribadah disini saya tekankan bukan lagi dalam tataran kontekstual atau ritual belaka. Bekerja, tersenyum, membantu orang lain, menafkahi anak yatim dan lain sebagainya kalau kita niat kan ibadah karena Tuhan saya si yakin akan bernilai ibadah.
            Dalam judul yang saya tuliskan diatas saya tulis besar-besar dunia tempat berpijak. Perhatikan kata berpijak. Kata tersebut berasal dari kata pijak. Yang secara bahasa artinya menginjak, menapakan, di bumi. Pastinya material yang injak pasti di bawah kaki kita bukan? Inilah yang harus kita perhatikan secara seksama. Dunia ini harus kita injak, dunia ini hanyalah tempat pijakan, tempat mencari jalan yang tentunya jalan yang lebih tinggi. Tapi mau tidak mau kita sangat membutuhkan dunia. Kita membutuhkan tempat pijakan agar langkah kita tetap tegar. Kita buth pijakan yang bagus agar kita tak mudah di goyahkan oleh segala macam masalah. Bayangkan kalau kita tak punya pijakan apa yang akan terjadi? Jelas keseimbangan kita kacau.
            Kaya itu perlu tidak? Heheh wajib.! Sangat perlu. Tetapi kekayaan kita hanya sebagai pijakan kita agar langkah kita menuju Akhirat jadi makin tegar makin kuat. Kok bisa begitu? Jelas bukankah kemiskinan itu sangat dekat dengan kekufuran? Bukankah kemiskinan itu sangat rawan terhadap gangguan-gangguan dari luar yang menggoyahkan aqidah kita?
            Saudara ku pembaca yang semoga selalu di berikan kekuatan untuk terus berjuang menggapai impian. Menggapai cita-cita yang luar biasa. Aamiin. Kenapa saya meminta doa di beri atau di tambah kekuatanya, bukan di ringankan bebanya? Jelas makna yang tersirat dalam kata tersebut berbeda jauh. Kalau kita minta di ringankan masalah kita, kita akan tetap menbajdi bagian kecil dari maslah yang kecil. Tapi kalau kita meminta di beri keuatan untuk masalah yang besar kita akan terdidik menjadi mansusia yang besar juga. Bukankah setiap permohonan pasti akan di kabulkan? Kenapa kita memohon permintaan yang sebenarnya kita mampu menggapainya dengan mudah? Mintalah sesuatu yang membuat kita mampu etrdidik menjadi masnuia yang kuat pastinya.
            Dunia biarlah menjadi tempat pijakan. Namun kita wajib membangun pijakan itu tempat yang bagus yang nyaman. Tuhan tetap menjadi tujuan utama kita dalam melakukan segala hal. Hdiup di dunia ini makin kesini makin terasa bebanya saudara ku semua. Buat berobat, buat makan semuanya butuh materi. Terus untuk mendapatkan materi kita wajib dong berusaha di dunia. Jangan mengkhayal Tuhan menjatuhkan uang dari langit setelah kita sembahyang atau sholat.
            Selagi pemaca sekalian masih di usia yang masih muda. Memiliki jiwa muda, semangat yang mengebu-gebu. Teruslah berkarya, teruslah menjadikan semua potensi yang ada untuk membangun tempat pijakan di dunia. Agar kelak saatnya kita lemah, kita telah membangun sebuah fasilitas yang mempermudah jalan kita menuju-Nya.
            Yakin lah apa yang kita cita-cita kan saat ini pasti akan terwujud. Tinggal bagaimana kita memulai semuanya. Kapan saatnya? Sekaranglah, lakukan apa yang bisa kita lakukan meskipun itu hal yang sangat kecil bagi orang lain. Percayalah langkah yang jauh di mulai dari hal yang kecil. Teruslah berproses, pasang progres-progres seminggu ke depan, sebulan kedepan, setahun, sepuluh tahun dan seterusnya. Tingkatkan terus langkah kita menjadi jalan yang cepat hingga lari.
            Di akhir tulisan saya kali ini mari kita tutup dengan nyanyi bersama Bondan and Fead 2 Black. Sampai jumpa di puncak kesuksesan kita di bidang kita masing-masing. Aamiin.:)

Yeah.. speakin’ about the time.. ough..

Titz:
Yo.. Ini sepotong kisah, tentang perjalanan..
seorang insan, menapaki jejak kehidupan.
Dia lahir ke dunia , dari keluarga..
tidak miskin, kurang kaya, yo tapi sederhana.
Ayah berdagang, ibu mengasuh dia di rumah..
sejak kecil belajar susah, hanya bersikap pasrah.
Sempat sesaat, mengenal A. S. I. dari ibu.
Syukuri rahmat, dapat singkat nikmat ilmu.

C      Em      Am       G

Bridge:
Dia takkan gentar, meski guntur menggelegar.
Alar melintang, tak mampu untuk buat pudar.
Hanya syukuri anugerah, akan nasib dan takdir.
Dia takkan menyerah, terus berjuang hingga akhir.

         Am     Em    Am        G
Mr. B:  Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi..
        dan yakinlah kan kau raih.. yeiyeah..

         Am     Em    Am        G 
 Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik..
         pasti kan kau raih..

Am      Em

Lezz:
Dan kini, dia injak usia labil.
Dia tinggalkan satu masa kala ia kecil.
Skill! get real, he can make it.. berhasil!!
Sekian dari banyak mimpi dalam hati kecil.
Kecil sebenarnya.. berarti besar.
Ia terlempar dalam panggung hidup yang kasar.
Sabar ya kawan, ini tentang edukasi..
yang tak terdapat dari sekolah, atau pun skripsi.

Back to Bridge

        Am      Em    Am        G
Mr. B:Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi..
        dan yakinlah kan kau raih (Berpasrah pada waktu).. Woo’oo..

Am      Em                     Am                 Em 
Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik.. pasti kan kau raih..
(Semua cita dan mimpimu)

C       Em      Am    C  E     Am       G
Hanya waktu yang dapat menjawab.. mampukah dia merubah..

Am      Em

Santoz:
Saat semua, mimpinya tercipta.
Saat dimana jalannya, lebar terbuka.
Beban berat tertancap dipundak.
Semua hanya jadi sejarah, yang terlewat.
Dia merdeka, nyata dan bahagia.
Dia tertawa di akhir, semua usaha.
Dan percaya, jalan tak slalu berliku.
Dan mengerti, celah untuk berpacu.

         Am     Em      Am      Em
Mr. B:Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi..
        dan yakinlah kan kau raih.. yeiyeah..

         Am     Em      Am      Em 
         Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik..
         pasti kan kau raih..

         Am     Em      Am      Em
Mr. B: Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi..
       dan yakinlah kan kau raih.. yeiyeah..

Lezz&Santoz: T.. t.. time after time.. after time.. 4x

Am      Em      Am      Em 
Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik.. pasti kan kau raih.. 

Lezz&Santoz:
T.. t.. time after time.. time after time.. 3x..
t.. t.. time after time hommie..

           

Sunday, March 17, 2013

Kenapa Tak Kau Belajar dari Pohon depan Rumah mu itu?

0 comments


Pohon merupakan tumbuhan yang konon dapat menyerap CO2. Zat yang konon juga dapat merusak lapisan O3 (ozon), dismaping zat CO. Pohon jugalah yang kini agaknya menjadi tren baik dikalangan pemerintah maupun aktivitis pemerhati lingkungan. Bisa dirasakan sekarang cuaca begitu tak menentu, siklus musim tak lagi dapat diprediksi. Penyebabnya sudah barang tentu Global Warming atau pemanasan global yang di sebabkan oleh rusah ekosistem bumi, yang kian hari kian mengkhawatirkan. Jumlah pohon di hutan tinggal sedikit dan air hujan yang jatuh ke bumi tak lagi bisa di serap, ujungnya banjir dan longsor tak bisa di hindarkan. Ketika hal semacam ini terjadi dengan segitu parahnya, mulai lagi menggeliat gerakan tanam pohon. Gerakan save our earth, pemerintahpun tak mau kalah unjuk gigi dengan gerakan nya 1 Milyar pohonlah apalah. Memang baik gerakan semacam ini, namun bukankah kata pepatah menjaga itu jauh lebih baik dari pada mengobati? Ketika alam sudah rusak penghijauan atau reboisasi itu membutuhkan waktu yang lama bukan setahun dua tahun. Jadi alangkah lebih bijaknya ketika reboisasi menggeliat penjagaan pohon di hutan pun juga harus lebih di tingkatkan bukan? Artinya bukan berarti dengan adanya reboisasi di pohon yang sudah ada di tebang dengan ekspektasi ada yang hendak tumbuh lagi, pandangan semacam ini sangat keliru.

Pada zaman dahulu Indonesia merupakan paru-paru dunia, dengan kekayan alamnya. Hutan belantara bertebaran dari sabang sampai merauke. Hijau alam ini begitu memukau dan merupakan pemandangan yang begitu elok dan indah. Sejak hadirnya reformasi 1998 Indonesia seakan kehilangan segalanya. Reformasi agaknya disalah artikan oleh insan negeri ini. Reformasi yang tadinya menggulingkan ketidak adilan di pemerintah, yang tadinya memberantas korupsi seketika berubah menjadi reformasi ke seluruh lapisan aspek. Ngerinya sejak tahun itu, Hutan di Indonesia di biarkan di jarah oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab. Kongkalikong antara mandor (polisi hutan) dengan para pembalak liar begitu subur fakta ini saya dapatkan di kawasan hutan sekitar tempat tinggal saya di sebuah kecamatan paguyangan, Kab Brebes. Saya sih tidak pernah menyalahkan salah satu dari mereka, mereka sama-sama lagi berjuang menghidupi anak dan istrinya. Saya malah lebih kesel ke pemerintah yang membiarkan gaji mandor kecil. Pemerintah yang membiarkan orang desa tetap tertinggal. Pembangunan segala infrastruktur dan lain sebgainya hanya terfocus di kawasan metropolitan tanpa mau menyentuh di kawasan pedesaan. Pedesaan di biarkan tertinggal, jalanan di biarkan rusak tanpa adanya greget untuk membangun dan membangun. Sekali membangun di lahap oleh cecunguk orang-orang pemerintah lagi. Manusia negeri ini apa bodoh atau saking tololnya? Apakah mereka  tak pernah belajar dari alam? Itu sebabnya pada judul saya tulikan belajar dari pohon. Saya akan mencoba menjabarkan bagaimana pohon menjalani kehidupannya? Yang semestinya harus di contoh oleh manusia bumi yang kian hari moralnya kian mendekati titik nol dan sedang bergerak ke titik negatif.

Baiklah rasanya saya terlalu melebar dari pembahasan yang semestinya, yaitu tentang bagaimana pohon kok bisa menjadi contoh kita? bukankah kita ini manusia sempurna kenapa mesti belajar dari hal yang kapasitasnya di bawah kita? Iya memang kita ini inner create Tuhan. Ciptaan Tuhan yang paling sempurna ya kita ini manusia. Tapi sayangnya kita tidak mau memaksimalkan kesempurnaan kita. Analoginya parang yang tajam kalau di biarkan saja lama-lama akan mengarat dan tiada lagi tajam. Tapi setumpul-tumpulnya parang kalau setiap hari diasah akan tajam juga bukan? Tidak bedanya kita ini kalau tiada pernah di asah otak kita untuk mau membaca semua yang tersirat dan tersurat di alam ini atau di kitab-kitab atau buku-buku lainya. Kita akan menjadi golok-golok yang berkarat dan lama-lama akan di buang karena tidak bermanfaat. Asal anda sekalian tahu puncak dari ilmu pengetahuan adalah bermanfaat bagi diri sendiri dan sekitarnya. Belajar bisa dari mana saja, belajar bisa dari apa saja yang bisa di ambil pelajaranya. Begitupun pohon yang menjadi titik pembahasan kali ini.

Secara kenampakan tersurat sedikit sudah saya jelaskan di awal bagaimana pohon itu bermanfaat, bagaimana pohon itu memliki fungsi yang begitu besar. Itu lah aktualisasi pohon mensyukuri nikmat Tuhan yang di berikan kepada pohon. Berusaha untuk bermanfaat untuk manusia ciptaan Tuhan, untuk alam ciptaan Tuhan. Sudah kita berkaca ke diri sendiri sudah kah kita bermanfaat hidupnya? Jangan-jangan terlalu asyik deangan diri sendiri kita lupa bahwa puncak yang harus kita gapai adalah bermanfaatnya diri kita. Jangan-jangan juga kita ini terlampau egois untuk mau belajar dari ayat kauniyah Tuhan? Kita terlalu sombong dengan logika kita, kita berusaha menonjol diantara orang lain namun kita lalai untuk juga menganjarkan atau memberi tahu teman kita yang belum mengerti tentang suatu hal?

Pohon dan hampir semua pohon itu bermanfaat, dari akar hingga daunya bermanfaat. Kecuali pohon kuldi yang saya sendiri juga kurang tahu pohon itu selain pohon yang mendepak adam dan hawa ke dunia fana ini dari surga. Karena rayuan iblis dan menuruti hawa adampun memakan buah tersebut dan akhirnya kita ada di dunia ini, beranak dan berkembang menjadi hampir 5 Milyar manusia.

Tahukah anda bahwa pohon itu selalu ikhlas dan istiqomah? Kalau anda tiak tahu berarti anda hanya menjalani rutinitas pribadi yang monoton tanpa mau memberikan waktu untuk tafakur (berpikir). Iya pohon itu selalu ikhlas, kenapa? Bayangkan dalam setiap berbuah pohon tiada pernah memilih buahnya dimakan hanya untuk orang baik. Mau dimakan orang baik atau orang sekelas bajingan pohon selalu tetap berbuah kecuali ditebang atau mati. Buah tidak pernah memilih pohon selalu ikhlas memberi. Yang dilakukan pohon adalah memberi dan memberi tanpa pamrih apapun tanpa ada over hope juga.

Istiqomahnya pohon ini sebenarnya sering di gambarkan oleh orang-orang dengan adanya musim rambutan, musim manga, musim pisang, musim duren dan musim-musim lainya. Ini mengimplementasikan bahwa pohon itu selalu berbuah dan sesuai dengan waktunya, kalaupun ada paling di took buah dan itu juga barabg kali buah impor. Tapi pada hakekatnya pohon selalu berbuah istiqomah. Tentu harapanya buahnya bermanfaat buat manusia di dunia ini dan mahluk hidup Tuhan lainya.

Jika sifat dan sikap seperti ini di teladhani oleh manusia kehidupan ini sepertinya akan teras begitu harmonis. Antar agama satu dan lainya tidak akan saling terjadi konflik. Konflik merupakan tahapan terendah dalam beragama dan puncak tertingginya adalah kedamaian. Dengan sifat pohon yang ikhlas, manusia harusnya menirunya, mau pendapatnya di dengar atau dipakai atau tidak itu urusan pribadi masing-masing yang terpenting kita telah menyampaikan suatu yang haq. Jangan karena kita tidak di dengar kita jadi marah-marah. Dalam memberipun juga begitu, mau yang di beri mau bilang terima kasih atau tidak itu urusan yang menerima kalau kewajiban kita hanya memberi dengan tulus dan hanya kepada Tuhan lah kita mengadu/berharap. Dalam sodhakoh pun harusnya kita berusaha mengnolkan harapan kita. Jangan menodai hal yang baik dengan harapan-harapan yang sifatnya menuruti egoistis semata. Ini sangat riskan/beresiko.

Pohon selalu istiqomah terus kenapa kita tidak istiqomah? Loh katanya kita ngakunya mahluk sempurna masa kalah sama pohon? Karena kita punya nafsu? Mmmm bisa jadi benar, tapi bukankah nafsu itu bisa dikendalikan? Jawabannya kita tidak mau berusaha istiqomah, kita terlampu membentengi diri kita dengan kemalasan tapi berkedok hal-hal yang secara logika saja salah. Kita bukan malaikat iya tidak bisa istiqomah teruslah? Loh kata siapa? Bukankah kalau kita berbuat baik kita malah justru bisa melebihi malakaikat? Katanya ngaku sempurna? inner creat Tuhan itu bisa berbuat apa saja tergantung pada diri masing-masing mau berusaha istiqomah atau tidak. Tapi kan sulit? Memang apa sih yang tidak sulit di hidup ini? Tapi itulah yang semestinya menjadikan kita mau berusaha merubahnya bukan? Kita sudah berusaha masa Tuhan tidak kasihan ke kita? itu sangat mustahil, kita tidak berusaha saja Tuhan tetap kasihan sama kita, di beri hidup dan lain sebagainya. Apalagi mau berusaha?

Akhirnya marilah kita selalu membuka mata untuk mau belajar dari manapun , apapun. Karena segala pengetahuan itu bersumber dari Yang Maha Berilmu. Jadi tinggal diri kitalah yang membawa diri untuk berusaha memanfaatka ilmu itu sebaik-baiknya untuk kemaslahatan bersama. Jangan sampai kalah dengan Pohon.

Friday, March 15, 2013

The Power Of Positif Thinking And Positif Feeling

0 comments

 Tulisan ini saya persembahkan untuk memenuhi keinginan pembaca blog yang mention saya untuk menulis tentang the power of positif thinking. Saya akan mencoba menguraikan tentang hal tersebut tentunya menurut saya sendiri dan kalau pun ada buku referensi saya anggap itu hanya selingan. Jadi mohon maaf ketika pembahasannya nanti agak ngawur dan pastinya kemana-mana alur tulisanya. Namun selamat membaca, siapkan pisang rebusnya dan kopi.
Dari berbagai the power the power saya lebih tertarik the power of love nya Celine Dion lagu yang begitu mendayu-dayu dan girly itu dirasa enak di dengar. Bagaimana dengan the power of sedekah? Bukannya saya tidak setuju hanya kurang begitu setuju karena biasanya konsep yang di terapkan dikonsep power of sedekah itu terlalu over. Dan ajaran agamapun sebenarnya tidak menganjurkan untuk berlebihan namun sebaliknya yaitu janaganlah berlebihan sekalipun itu dalam berbuat baik atau amar ma’ruf. Apa lagi berbuat jahat ya? Oke lupakan tentang the power itu kembali ke jalan yang benar. Tentang bahasan awal “the power of positif thinking and positif feeling”.
Kenapa saya tambahi positif feeling? Perasaan buku-buku dipasaran biasanya membahas hanya positif thinking? Iya sengaja saya buat agak kebelinger biar anda sekalian juga mau berpikir tentang positif feeling. Logikanya begini ketika anda sudah mampu berpikir positif namun perasaan anda masih di liputi resah gelisah, gundah gulana, anda tetap akan merasa bahwa hidup anda akan seperti di kejar-kejar anjing yang jumlahnya berates-ratus bahkan beribu-ribu mungkin. Karena saya sendiri seperti itu saya sudah belum mampu berpikir posotif di tambah tidak bisa berperasaan positif ya sudah komplit sudah rasanya. Oiya jangan anda kira saya menulis tentang positif thinking and positif feeling saya sudah mampu mengaplikasikannya? Bukan, saya masih sangat jauh untuk bisa mengaplikasikan di kehidupan saya sendiri. Namun saya yakin anda pastinya sudah menerapkan hal tersebut dalam kehidupan anda. Kalaupun belum mari belajar bersama, kenapa kita harus berpikir dan berperasaan positif? Apa gunanya? Istilahnya untungnya apa? Oke baca dan belajar dulu tentang berpikir psotif dan berperasaan positif nanti anda akan merasakan dampaknya. Jangan seperti Dora ya banyak nanya, sedikit-dikit nanya. Lakukan dulu baru kalau tidak mampu menemukan apa yang di cari please ask, halah sok inggris aku. Padahal bahasa inggris tanpa bermaksud menjelek-jelekan bahasanya gak indah malah kalah indah dengan bahasa jawa.
Positif thinking (berpikir positif) sejatinya bukanlah suatu hal yang baru di temukan, atau hasil penemuan baru. Bukan, positif thinking merupakan suatu hal yang ada ketika kita lahir pun sudah mampu berpikir postif. Ketika kita masih kecil saat kita baru belajar berjalan contohnya kita begitu semangat bukan? Karena pada saat itu yang ada dipikiran kita cuma “bisa berjalan”, kita tidak peduli seberapa sering kita jatuh, kita tidak peduli seberapa sering kita terbentur karena pikiran kita Cuma satu “bisa berjalan”. Ketika kita belajar bersepeda mungkin juga mengalami hal yang sama, jatuh sampai berdarah, tapi kembali lagi masa kecil kita memang di penuhi dengan positif thinking dan positif feeling. Kita hanya berpikiran kita mampu, kita jatuh sampai berdarah kita rasakan itu nikmat, tidak sakit coba lagi dan lagi samapai kita bener-bener bisa bukan? Nah itu lah contoh kecil bagaimana kita saat kecil sebenarnya sudah menerapkan suatu pemikiran dan perasaan yang sekarang katanya di sebut sebagai suatu hal yang luar biasa. Padahal bagi saya itu sudah basi, saya dan anda pernah mengalaminya. Cuma entah kenapa makin bertambahnya usia kemampuan kita untuk nekat seperti itu berkurang bahkan berbalik 180 derajat. Sekarang kita tumbuh menjadi manusia yang takut, kita tumbuh jadi manusia yang psimistik, minderan, pemalas dan pikiran negatif dan perasaan negatif lainya.
Sekarang ini manusia baru di beri kegagalan sekali saja sudah frustasi, bisa di bayangkan angka bunuh diri saat eropa krisis ekonomi kemaren? Bisa anda cari sendiri angkanya meningkat drastis. Apa penyebabnya? Krisis? Saya yakin bukan hanya itu, karena yang mengalami krisis itu banyak kenapa masih ada orang yang begitu kuat dan ada yang begitu lemah? Iya kemampuan berpikir dan merasakan lah yang menjadikan sebagian orang begitu tegar dan kuat menjalani kehidupan ini.
Kalau saja semua orang di Indonesia ini kembali memiliki pemikiran, rasa dan semangat seperti saat mereka  masih kecil negeri ini akan mengalami kemajuan. Negeri ini akan tambah makmur semua manusianya hidup dengan etos yang tinggi, manusianya hidup dan menjalani kehidupan dengan optimism yang begitu membara. Tetapi harapan ini agaknya sulit dicapai di tengah keadaan carut marutnya generasi dan manusia negeri ini kian hari kian menunjukan kengerianya. Manusia sekarang terkesan lebih brutal, manusia sekarang lebih mngedepankan segala sesuatunya dengan hasil dan hasil jadi sikut kanan kiri sudah menjadi biasa. Inilah yang menjadi melemahnya berpikir positif kita, melemahnya berperasaan postif kita. kalau keadaan semacam ini di biarkan entah seperti apa ke depanya manusia negeri ini.
Pada waktu kita masih bayi kita sering di nyanyikan lagu seperti ning nang ning gung, nada itu di ulang-ulang samapai kita terlelap dalam gendongan sang ibu, bapak, kakek atau nenek yang menggendong kita. Sebenarnya kalau kita mau mengurai nada itu itu juga termasuk bagian dari berpikir positif. Cikal bakal adanya teori berpikir positif dan berperasaan positif dari situ menurut saya sebagai orang awam. Begini pada ketukan nada “ning” kata ning itu adalah akhiran dari kata bening bening itu secara terminology bahasa jawa artinya bersih, suci. Jadi tahapan awal kita itu diajarkan untuk bening, untuk bersih. Bersih dalam berpikir atau psotif thinking, bersih dalam bertindak jangan korupsi bagi pejabat. Jangan curang bagi pedagang dan pengusaha. Semuanya harus bening terlebih dahulu atau bersih dahulu.
Kemudian kita lanjutkan ke “nang” entah kenapa nenek moyang kita senang sekali mengambil akhiran dalam kata. Baikalah itu tak perlu dipermasalahkan. Nang itu dari kata tenang. Kata Tenang ini juga ada di KBBI  (kamus besar bahasa Indonesia) bisa diliat artinya. Kalau menurut saya keadaan dimana seseorang mencapai titik dimana dia merasa tentram, adem, senang, hidup terasa ringan semua masalah di selesaikan dengan berlandaskan kebaikan. Hatinya selalu diliputi rasa cinta dan suka. Keadaan tenang semacam ini tidak bakalan bisa di capai seseorang jika di dalam otaknya masih di liputi pikiran-pikiran jelek, yang tahu sendiri ujung-ujungnya pasti akan menyiksa dirinya sendiri. Hidupnya jadi tidak tenang dan lain sebagainya.
Yang terakhir nung berasal dari kata dunung. Dunung secara terminologi bahasa jawa artinya kurang lebih menjadi, jadi. Jadi disini jangan diartikan mentah-mentah jadi manusia, bukankah dari dulu sudah jadi manusia? Payah lagi kalau sampai ada pertanyaan semacam itu. Memang betul semua manusia telah emnjadi manusia. Tapi bermanfaat atau tidaknya manusia nah itu dunung atau tidaknya manusia. Padahal Nabi Muhammad saja bersabda sebaik-baiknya manusia manusia yang bermnafaat bagi sesamanya bukan? Nah dunung ini nenek moyang kita ingin mengajarkan kepada kita jadilah manuis sejatinya manusia. Manusia sejati mampu mengaktualisasikan hidupnya menjadi lebih baik itu sudah pasti.
Saya punya contoh kecil dalam hidup saya dan ini memang saya sendiri setengah tidak percaya kejadian ini. Dulu pada akhir semester kelas 3 SMA semua siswa kan gencar-gencarnya les private dan les mata pelajaran UN. Nah kejadiannya pada saat saya pulang semua isi tas saya hilang  berupa buku-buku pelajaran tentunya bukan barang berharga sih namun kebutuhan yang sifat urgent saat itu. iya semua isi tas saya jatuh dijalanan karena saya lupa mnutup resetlting tas saya, sehabis membeli bensin di SPBU dan tas saya tas slempangan. Dan parahnya itu di jalan lingkar yang begitu rame banyak mobil berlalu lalang. Saya benar-benar tidak sadar kalau tas saya terbuka, dan saya membiarkan tas saya seperti berterbangan karena kebetulan saat itu saya sendirian pulangnya. Sesampainya di rumah saya syok dan kaget ketika melihat isi tas saya kosong. Padahal buku dan soal-soal ujian ada disitu. Dan selang 3 hari setelah hilangnya buku itu saya kemabli tercengang ketika semua buku sudah ada di meja guru bahasa arab saya. Dan heranya saya yang di panggil, padahal di buku itu hanya tertera nama “edi” tidak ada alamat sekolah atau alamat apapun no handphone apa lagi tidak ada. tapi buku-buku dan alqur-an itu kembali kepadaku dalam keadaan utuh. Sejak saat itu saya selalu mencoba berpikir positif. Ketika tidak punya uang pun saya berusaha berpikir positif nanti ada rezeki, dan setelah saya berpikir seperti itu benar-benar terjadi hal tersebut.
Saat hendak adik saya kepingin ke jogja bulan desember 2011 posisi saya tidak pegang uang yang cukup untuk jalan-jalan dan saya pikir aneh saya adik sudah jauh-jauh tidak diajak jalan-jalan. Akhirnya saya memutar otak namun tetap kembali saya berpikir saya tidak sedang kekurangan nanti ada uang dan saya merasa saya telah memegang uang 1 jutaan. Kejadian itu benar-benar terjadi, saya dapat gelar mahasiswa berprestasi tingkat 2, dan bukan itu yang saya harapakan sejatinya tapi uangnya lumayan bisa nambahi. Dan benar saja di amplop ada uang 200 ribu. Kemudian ada seorang lagi yang kebetulan saya bantu tugasnya memberi uang senilai 300 ribu. Ikut tes di SMA dikasih uang 50 ribu. Dan sisanya ternyata saya masih menyimpan tabungan senilai 600 ribu. Dan luar biasa ada sisa yang bagi saya itu luar biasa, bagaimana dengan berpikir dan berperasaan positif Tuhan menunjukan keajaiban dan keagungan-Nya. Iya ini sudah diatur Sang Maha Kuasa, saya yakin Tuhanlah yang menggerakan semua itu mengarah ke saya. Jadi berpikir positif dan berperasaan positif di anjurkan namun bersyukur dan bersyukur juga sangat dianjurkan ingat ada kekuatan Maha Dahsyat yakni kekeuatan Tuhan yang hendak mengantarkan kita. dan saya merasakan betapa Allah, Tuhan saya begitu menyayangi saya, saat sulit dan saat mudah. dan banyak hal atau kejadian lain yang belum sempat saya share intiny saya yakin anda punya cerita tersendiri tentang keajaiban-keajaiban itu. tinggal bagaimana anda mulai meningkatkan optimism anda atau peimisme anda.
Itulah gambaran berpikir dan berperasaan  positif yang coba saya uraikan, banyak buku yang bisa di baca mengenai cara berpikir psotif semua itu terasa percuma ketika kita tidak mengaplikasikannya. Mari terus belajar mengaplikasikan apa-apa yang sudah kit abaca baik yang termaktub dalam teks atau apa-apa yang tersirat di alam raya ini.


Tuesday, February 19, 2013

Kekuatan Sugesti apa kehendak Tuhan?

0 comments


Dua pandangan ini memang agak sulit untuk mengklaisifikasikannya. Namun pada hakekatnya dua pandangan ini secara kebermaknaan memiliki makna yang saling keterkaitan. Namun jika kita tidak secara sadar untuk menilai dan mengawasinya kita cenderung begitu angkuh dan sangat congkak. Tidak jarang kita menganggap kekuatan sugesti itu begitu luar biasa. Sampai-sampai kita kadang melupakan esensi kekuatan besar yang menggerakan adanya sugesti tersebut.
Sugesti memang perlu dan sangat perlu apalagi konteksnya positive thinking dan positive feeling.  Karena dengan sugesti atau kekuatan niat gunung yang tinggi bisa kita daki. Lautan dalam bisa di sebrangi. Agak sediit dangdut memang kata-kata itu namun nyata seperti itu. sugesti ini yang menggerakan orang yang tadinya tak bersemangat menjadi begitu berkobar-kobar semangatnya. Orang yang psimis tiba-tiba menjadi begitu optimis.
Kekuatan semacam inilah yang sering kali disalah gunakan oleh orang-orang radikal dalam menjaring anak-anak muda untuk menjadi pengantin (Subjek bom bunuh diri). Karean mereka ternyata memahami bahwa hanya dengan kata-kata saja atau sugesti tanpa mengekurakan modal yang terlalu tinggi niat jahatnya dapat terealisasi dengan mudahnya.  Sehingga orang yang tersugesti akan begitu berkobar-kobar untuk melakukan apa yang diyakini nya sebagai suatu kebenaran. Karean memang telah tertanam di dalam alam bawah sadarnya (unconcius mind). Sehingga arah geraknya dan pola pikirnya tidak lagi di padukan dengan kenyataan hidup. Nah inilah yang terkdang emnjadi permasalahan dalam manajemen sugesti.
Sugesti ini juga yang mengantarkan Rhonda Byene mengarang sebuah buku yang begitu fenomenal. Buku yang membahas bagaimana kekuatan pikiran, bagaimana kekuatan sugesti mampu merubah apa yang kita pikirkan. The secret, iya buku yang begitu fenomenal itu membahas tentang bagaimana pikiran kita mampu mewujudkan dan mengantarkan kita pada apa yang kita mau. Apa yang kita tanam di pikiran, entah itu kejelekan antah itu kebaikan. Ketika memikirkan yang baik makan akan dapat yang baik juga. Ketika memikirkan yang buruk maka akan dapat yang buruk juga. Hal semacam ini sering di sebut sebgai hukum tarik menarik (law of attraction).
Namun disadari atau tidak kita sebenarnya sering mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan beda konteks ataupun kondisi dan keinginan kita. Pertanyaannya apakah itu hanya murni kekuatan sugesti yang ada dipikiran kita? Saya rasa tidak, ilmu pengetahuan akan selamanya terus berkembang sesuai dengan tuntunan zaman. Kalau di the secret mencoba menguak bagaimana ketika apa yang kita pikirkan kemudian akan jadi kenyataan. Seiring dengan perkembanganya, ada yang lebih dari itu yakni apa yang kita rasakan akan menajdi kenyataan. Namun kembali lagi apa kita punya otoritas untuk mengakui kalau semua itu hasil dari apa yang kita pikirkan? Hasil yang kita rasakan?
Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas juga menjelaskan tentang bagaimana kekuatan sugesti ini yang membawa orang-orang yang ikut trainernya di kata hati institute mampu berubah dengan segitu cepat dan mudahnya. Namun perbedaan yang terletak dari the secret dan Quantum Ikhlas lebih menekankan ke sisi religiusitas. Sisi inilah yang sering dilupakan oleh ilmuan dan para pengarang yang terlahir di barat. Keegoisan mereka mendewakan logika, kadang juga mengantarkan mereka untuk menjadi manusia tak Ber-Tuhan.
Iya mendewakan logika dan perasaan kita memang sebuah kekonyolan yang menurut saya akan menjadi boomerang bagi diri sendiri. Menjadikan kita congkak dan sombong akan segala yang kita dapatkan. Ini merupakan tantangan besar bagi kita yang hidup di zaman yang serba menuntut kita untuk bisa tampil gengsi, tambil berbeda, tampil sejahtera. Ini yang sering kali memuat mata hati kita bisa jadi tertutup untuk melihat ada kekuatan besar yang harus kita sadari. Iya kekuatan itu berupa kekuatan Tuhan.
Seberapa hebat dan cerdasnya kita mengolah logika dan memandang segalanya dengan konsep matematis logika. Pasti logika akan terbantahkan dengan segitu mudahnya. Kita mendewakan perasaan positif kita namun tanpa adanya yang menggerakan perasaan kita kita mau menjadi apa?
Sejatinya kita ini hanya di beri kemudian memakai dan memanfaatkanya untuk kemaslahatan. Namun jika kita congkak dan sombong menggunakan apa yang bukan menajdi hak milik kita secara harfiah. kita sendiri yang akan menghuluskan pedang tajam dan menanjapkan di ubun-ubun kita sendiri.
Setiap apa yang kita lakuakan dan dapatkan di muka bumi ini saya yakin ada God Decision di situ. Iya kehendak Tuhanlah yang akan membawa kita menjadi apa yang kita pikirkan dan rasakan. Konsep law of attraction saja, kalau menurut saya yang muslim itu sudah ada sejak 1434 Tahun yang lalu. Di dalam ajaran kepercayaan saya “jika kita berbuat baik seberat biji zaroh kita akan mendapatkan kebaikan kebaikan, jika kita melakukan perbuatan buruk sebiji zaroh kita juga akan mendapatkan balasan (QS : Al-zalzallah 7-8). Saya rasa itu sudah begitu jelas dan sangat gamblang bagaimana menjelaskan konsep law of attraction.  Dan dalam suatu riwayat disebutkan bahwasanya ketika kita tidak mengenali diri kita maka kita tidak akan mengenal Tuhannya. Ini lebih merujuk bagaimana seni mengolah potensi yang ada di diri kita namun tidak terlepas dari sifat sombong atau congkak. Karena kita memang tidak lepas dari kehendak Sang Maha Kuasa.
Dalam agama lain pun mungkin saja di ajarkan bagaimana mereka dia njurkan untuk berpikir positif. Bagaimana mereka harus menempatkan Tuhan diatas segalanya. Bukan logika atau perasaan yang harusnya bertahta di diri kita. tetapi kekuatan Tuhan lah yang menjadikan kita mampu berpikir dan mampu merasakan.
Tugas kita tidak lain hanyalah berusaha, selebihnya itu bukan urusan kita. Pepatah  saya lupa namanya pernah berpesan dalam hidup ini jangan pernah mengharapkan suatu keajaiban, tetapi apa yang terjadi di dunia atau diri kamu itu sebuah keajaiban (campur tangan Tuhan/kehendak Tuhan). Dengan seperti itu kita tidak akan menjadikan sesuatu yang ahakekatnya kecil di diri kita kemudian kita secara terang-terangan menyombongkan diri kita.
Begitu banyak contohnya, orang sakit misalnya tidak mau minum obat. Kemudian karena keyakinannya dan sugestinya dia berkata dalam sugestinya saya tidak sakit saya sembuh tanpa obat. Kemudian dia sembuh. Apakah itu murni kekuatan sugesti? Salah saya jawab dan sangat kebelinger kalu menurut saya, itu sebanarnya  karena kasih sayang Tuhan menjadikan kita sehat. Kalau Tuhan tak menizinkan kita untuk sehat kita tidak akan sehat saya jamin itu. Terapi apapun itu jenisnya, entah berpikir positif, berperasaan positif kalau Tuhan tidak mengizinkan semuanya itu hanya sia-sia belaka. Pikiran, perasaan atau apalah sejenisnya itu hanya alat Tuhan mengantarkan kita. Benar-benar bukan kuasa atau kekautan kita sepenuhnya.
Marilah kita menjadikan potensi yang ada di diri kita sebagai pencapaian rasa syukur kita yang sepnatas nya di sampaikan hanya kepada Dia yang memberikan kita kehidupan, memberikan kita kesempatan. Semata-mata bukan karena kehebatan kita. kita bukan siapa-siapa untuk bisa seperti itu.
Berikut saya ceritakan hasil dongengan cak nun yang kemaren sempat saya dongenkan kepada teman-teman diskusi saya. Semoga pintu hati kita, pikiran kita makin terbuka lebar. Kurang lebihnya seperti ini.
Pada suatu waktu saat itu nabi musa menjadi panglima perang. Dan sedang di kejar-kejar oleh tentara firaun. Tiba-tiba di tengah perjalanan perut belaiu sakit entah itu mencret atau diare, yang jelas perut nabi musa melilit kesakitan. Lantas nabi musa protes ke Tuhan, ya Tuhan saya ini lagi dikejar-kejar tentara firaun kok malah sakit perut begini Tuhan. Saya mohon obat untuk menyembuhkan sakit perutku ini. Dan Tuhan sekitika itu menjawab, naikalah ke puncak bukit itu dan kamu makan daun yang ada di bukit itu. seketika itu musa bergegas naik gunung. Sampai di gunung dan belum sempat makan daunya perut musa sembuh. Dan dia pun lari kebawah lagi menemui tentaranya, sampai dibawah perut Musa itu sakit lagi, lalu musa tanpa berpikir panjang langsung naik ke gunung dan memakan daun itu yang rasanya begitu pahit. Musa tidak peduli sehelai demi helai dia makan daun itu. namun perutnya tak kunjung sembuh. Dan musa protes lagi ke Tuhan, ya Tuhan kenapa aku sudah makan daun ini banyak banget namun tak kunjung sembuh? Tadi Kau bilang aku suruh makan daun ini. Tuhan menjawab “lah yang pertama kali tadi itu kan kamu meohon kepadaku,? Lah yang kedua kali itu kamu tidak memohon kepadaku kok. Kamu kan langsung naik keatas, kamu pikir daun itu bisa menyembuhkan rasa sakitmu? Tidak bukan daun itu, daun itu hanya perantara. Terserah Aku mau menyembuhkan mu lewat apa, lewat daun, mau lewat tempeleng kamu, lewat apa saja terserah Aku.
Nah itulah kurang lebihnya sekilas cerita yang disampaikan caknun yang agak saya lebaykan. Dari situ saya mencoba menganalogikan daun itu sebagai, ilmu kita, sugesti kita, kekuatan pikiran kita. ternyata bukan itu yang hendak mengantarkan kita menjadi lebih baik, itu hanya perantara dari Tuhan. Tetapi Tuhanlah yang berkendak atas segalanya. Jadi marilah kita tidak terlalu angkuh mendewakan segala kemampuan yang kita miliki. Berendah hati dan tetap bersyukur. Dan Tuhanlah yang mengatur sendi-sendi kehidupan kita. kita hanya menjalani sebuah sketsa yang sudah tergambar oleh-Nya.

Saturday, February 2, 2013

Kita Sudah Kalah Telak sama BURUNG

0 comments

Burung hewan yang lucu dan hobbynya menyanyi ini hampir setiap pagi selalu berdendang lagu-lagu yang indah. Apapun keadaan nya burung akan selalu menyanyikan lagu-lagu. Baik pagi itu hujan deras dia selalu bangun dengan ceria dan bernyanyi menyampaikan salam kesemua manusia. Bangun pagi menjadi kebiasaan dan rutinitas yang tak tertinggal dari burung, selama saya hidup saya tidak pernah mendengar  burung bangun kesiangan. Iya memang hewan yang diciptakan Tuhan selelu bangun pagi kecuali hewan tertentu seperti kelawar yang memeng malam nya diganti siang siang diganti malam. Semnagat burung inilah yang luar biasa pagi saja sudah menyemangati dirinya dengan bernyanyi ceria. Mungkin anda saya tidak pernah berpikir mereka belum sarapan sudah bernyanyi indah. Kemudian mereka terbang tinggi untuk mencari pakan untuk anak-anak nya dan diri nya.
Burung juga yang meninspirasi banyak tokoh dunia menggunkan nya sebagai lambang negaranya, seperti Indonesia ini. Burung-burung tertentu yang berkarakter pembrani seperti elang, ataupun burung yang lucu seperti beo yang bisa berbicara bak manusia. Alasan menggunakan burung bukan tanpa sebab tentunya sudah melalui berbagai tahap pemikiran bukan? Hewan yang termasuk dalam kelas aves ini memang memiliki berbagai kesepesialan yang  luar biasa. Namun kadang kesepesialan itu tidak secara sadar diperhatikan oleh manusia. Mereka cenderung cuek terhadap mahluk kecil yang indah penampakan dan suaranya ini.
Burung itu tiada pernah mengalami kesedihan meskipun mungkin dalam hidupnya mengalami derita. Terbukti dengan kondisi apapun burung tetap saja bernyanyi ataupun sekedar mendekur untuk menunjukan bahwa mereka bahagia. inilah yang tidak dipandang mahluk Tuhan bernama manusia yang hakekat mahluk paling sempurna. Manusia diciptakan secara sempurna tapi manusia terlalu sering mensia-sia kan kesempurnaanya. Bayangkan saja manusia terlalu sering meratapi nasib yang sudah digariskan. Manusia tidak mau belajar dari burung yang selalu bernyanyi dan ceria ketika bangun pagi. Mungkin pepatah yang mengatakan jalani hari ini dengan sebaik-baiknya dalam novel ternama laa tahzan. Ungkapan semacam itu justru dilakukan burung ditunjukan sealau bahagia mengawali hari, mereka tidak terikat hari kemarin mereka makan atau tidak. Apapun yang terjadi hari ini harus lebih baik dari hari-hari kemarin. Sedang kalau manusia baru sekali mengalami kegagalan saja mungkin sudah berduka yang mendalam. Mereka males untuk bangkit, untuk menyusun lagi rencana. Selalu diratapi dengan begitu mendalam seakan hidup itu sudah berakhir. Kenapa mesti harus seperti itu? Katanya mahluk sempurna? Jangan-jangan kita ini sudah menjadi manusia yang sok pemikir? Sampai-sampai hal kecil atau masalah kecil kita pikirkan begitu mendalam.
Kita itu sering kehilangan jati diri kita sendiri untuk berdiri sebgai manusia seutuhnya. Tunggu sebentar jangan menyanggah statmen saya terlebih dahulu. Sekarang kalau ada kata be your self, just the way your, dadi sejati ning awakmu dan jadi diri urang sorangan. Apapun itu memang pantas ditunjukan pada anda dan saya ini. Tetapi tidak jarang kita menyanggah dan sok-sokan aku ini seperti ini apa adanya, jangan coba-coba merubah hidup saya dan lain sebagainya sebagai penolakan. Tetapi kenyataanya kita ini tidak menjalani kehidupan ini sesuai dengan idealnya manusia sempurna bukankah itu termasuk tidak seperti diri anda sendiri? Idealnya manusia itu semangat apakah selama ini kita sudah semangat? Adealnya kita ini tidak mudah putus asa namun kenyataanya? Idealnya kita ini tidak terjebak dikesdihan kenyataanya? Bisa kita jawab masing-masing di hati kita saja. Namun bayangkan burung yang anda lihat setiap hari bagi yang melihat. Mereka justru menjadi diri mereka sendiri burung merpati itu tidak bisa menyanyi dengan indah loh tapi banyak dipelihara dan disukai karena kemampuan terbangnya yang indah. Burung wallet juga tidak dapat bernyanyi dengan indah tapi jangan tanya harga untuk air liur nya? Bisa mencapai berjuta-juta. Mereka justru bagus dengan tetap menjadi diri sendiri dan dengan karakternya masing-masing. Yang merpati tidak repot-repot merubah bulunya biar seperti cendrawasih, yang beo tidak repot-repot agar bisa seperti kandis atau kacer yang bernyanyi indah.
Sedangkan kita ada budaya atau tren baru kita berusaha mengikutinya dengan mengeluarkan kocek dalam-dalam demi bisa tampil seperti orang luar. Bisa ditebak ujungnya bukan? Wanita rela membelajakan uangnya bermilyar-milyar demi dapat dada yang gede. Rambut sudah bagus hitam dicat biar tampak bule, tapi kulitnya gosong tambah parah dilihat bukan? Celana robek-robek dipakai giliran duduk dijalan ada orang gila yang memakai pakaian robek-robek disamain ogah. Itulah gambaran orang di negeri sebrang dan bukan para pembaca sekalian.
Saya sebenarnya merasa canggung mengatakan burung. Entah siapa yang telah tega mempopulerkan burung ini identic dengan jenis kelamin laki-laki. Kelewatan memang, apapun itu semoga anda tidak berpikir gila seperti orang gila yang mengatakan demikian. Mari kita lanjutkan pembelajaran dari burung ini.
Kalau sudah pukul 07.00 atau 08.00 pagi burung itu cenderung tidak berkicau bukan? Tahukan kenapa demikian? Ternyata mereka juga bekerja mencari nafkah, mereka terbang kesana kemari untuk mencari makanan untuk bertahan hidup. Kalaupun yang baru kawin mereka bahu membahau membuat sarang yang indah di pepohonan yang sulit dijangkau oleh predator-predator. Mereka sibuk dengan rutinitasnya mereka dan saya kira mereka begitu besar etos kerjanya. Membuat sarang itu bukanlah perkara mudah loh tetapi burung yang tanpa tangan mampu membuat dengan segitu indahnya. Mereka ketika membuat sarang begitu mengagumkan. Dua sejoli itu bolak balik membawa bahan-bahan pembuat sarang, yang saya sendiri bingung dari mana mereka dapatkan bahan itu. Mereka memilki kemampuan kerja sama yang tinggi. Bahkan ketika betina sedang bertelur saja hanya si jatan yang mencari pakan. Ketika betina mengerami telur si jantan yang mencari pakan juga. Bahkan ketika telur menetas jadi burung kecil mereka bekerja sama mengurus dan menjaganya hingga dapat terbang bebas. Ketika burung dewasa dan dapat mencari makan sendiripun si orang tua atau si induk tidak pernah mengharapkan belas kasihan dari anaknya. Mereka juga tetap berusaha mencari makan sendiri-sendiri.
Kita kembalikan ke diri kita masing-masing, mari kita koreksi diri kita sendiri. Untuk bangun pagi saja mungkin menjdi momok atau suatu hal yang sangat berat. Mirisnya seakarang ini anak muda negeri ini kerepotan untuk bangun pagi. Malas untuk bergegas menjalani rutinitas masing-masing. Sekarang saya ambil contoh bagi yang sekolah ketika jam masuk sekolah jam 07.00 teng masuk kelas masih saja ada yang telat kalaupun masuk ada juga yang tidak mandi. Kemudian kita naik lagi ke bangku kuliahan, kalau ada opsi masuk jam 07.00 pagi entah karena males atau karena apadengan tegas menolak. Saya sih mengira mereka sulit untuk bangun pagi. Kalau di kita ada peminta-minta tadi saya jelaskan di atas burung tidak pernah meminta-minta meskipun ke anaknya sendiri bukan? Kalau di kita ada males bekerja di kehidupan burung tidak ada hal semacam itu. Kita ini sebenarnya kenapa? Mahluk yang diciptakan dengan sempurna kok malah justru menjaalani kehidupan bukan dengan cara yang sempurna? silahkan anda renungkan sendiri-sendiri.
Burung jugalah yang menginspirasi seorang pembuat game yang mendadak kaya raya karena game yang diusungnya begitu terkenal seantaro jagad. Iya game itu bernama angry bird, game yang begitu popular beberapa tahun belakangan ini. Sebelum adanya modern communication merpati sering dijadikan burung pengantar surat. Banyak hal lagi yang dapat dipelajari dari burung anda dapat menemukannya dan mengaplikasikanya dalam kehidupan anda. Mulailah belajar dari hal-hal kecil yang ada disekitar kita agar kedepanya kita mampu memposisikan diri kita memang sebagai mahluk yang sempurna. Mahluk yang pantang menyerah, mahluk yang tidak mudah sedih dan meratapi nasib, mahluk yang selalu penuh semangat dan selalu menabarkan kebaikan dimanapun dan bagaimana pun kondisinya. Kita semua terlahir dengan kemampuan sama, tinggal kita mau menumbuhkan atau membenamkan. Jatah setipa harinya pun sama 24 jam tidak lebih tidak pula kurang. Semoga kita semua mampu bangkit dan selalu memperbaiki diri.

Wednesday, January 30, 2013

Hiburanku Motor dan Mobil yang Berlalu lalang

0 comments
Hidup di era yang sudah sangat modern ini kita tidak bisa lepas dari barang-barang yang yang memeiliki unsur mesin. Barang yang hakekatnya merusak tatanan jagad raya ini terus dikembangkan. Hal yang terjadi adalah semuanya terarah dan terfocus pada suatu hal yang berbau modern. Kebisingan mobil, motor dan alat transportasi lain hampir setiap hari kita rasakan. Kebisingan ini yang sering menjadi permasalahan bagi sebagian orang namun bagi sebagian orang itu adalah hiburan yang indah.
Suatu hari saya bertemu dengan seoarng penjual awul-awul yang sering saya singgung-singgung di beberapa tulisan saya terdahulu. Namun pada kesempatan ini saya mencoba focuskan pada pembelajaran menikmati rasa hidup dari beliau. Merasakan rasa hidup itu bukanlah suatu perkara yang mudah, banyak orang yang tidak mampu merasakan kenikmatan dalam kenikmatan. Ini suatu hal yang biasanya membuat orang-orang menjadi sangat frustasi menjalani kehidupannya. Iya ketidakmampuan menikmati kenikmatan dalam kenikmatan merupakan suatu hal yang sangat menyiksa seseorang. Berbagai contoh di keseharian kita mungkin sering anda jumpai, orang kaya namun setiap hari bertengkar, anak pejabat yang narkobaan. Pertikaian demi pertikaian ditengah kehidupan saat ini malah makin menjadi-jadi.
Disebuah sebuah sudut jalan nenek yang hanya duduk beralaskan koran, menggelarkan karung untuk menjual berbagai pakaian awul-awul. Menjual pakaian awul-awul di tengah banjiran modernisasi fashion yang makin gila adalah tantangan dan resiko gila yang harus ditempuh. Terlebih lagi hanya menjual di pinggiran jalan yang berdebu dan berkesan kotor. Tapi siapa sangka nenek untuk masih sanggup bertahan dan saya kira sudah lama menjajakan pakaian awul-awul itu.  Namun beliau masih bertahan ini berarti ada saja kan yang mau membeli bukan? Tapi kok bisa hanya berjualan semacam itu bisa laku? Pertanyaan semacam itu jugalah yang muncul dari mulut teman saya ketika bertemu beliau. Namun kenyataannya ada yang mau beli. Mungkin kuasa Tuhan bermain peran disitu, atau bisa jadi law of attraction suatu hukum sebab akibat sudah beliau terapkan. Salah seorang yang mampu menrapkan law of attraction adalah selalu bisa berpikir positif dalam keadaan negative. Mampu menikmati kenikmatan bukan dalam kenikmatan.
Pandangan nenek ini sangat luar biasa ketika  bilang motor dan mobil itu adalah hiburan saya setiap hari mas. Dengan nada pelan beliau sampaikan kata yang bagi saya itu begitu mencengangkan. Kita saja di tempat yang barang kali saja tenang jauh dari kebisingan ketika berlibur ke pegunungan atau pantai masih saja merasa bising. Namun nenek itu mampu merasakan ketidakbisingan padahal jalan itu bisa dibilang sangat padat dan rame terutama pada jam-jam sibuk. Kemampuan semcam inilah yang saya yakin yang membuat nenek itu kelihatan begitu bahagia, begitu tenang dan nampak begitu enjoy. Senyum ikhlasnya merekah dengan sapaan hangat khas. Nenek ini benar-benar sosok manusia yang harusnya menjadi contoh di era zaman yang kian semerawut seperti sekarang ini.
Zaman seperti sekarang ini jika kita menarik garis lurus ke diri kita dan membandingkan dengan nenek itu masih sangat jauh. Kita ini masih sangat suka menutup dengan sengaja untuk menikmati kebahagiaan. Bagaimana tidak begitu? sudah diberikan kehidupan yang jauh lebih baik dari orang lain masih saja menggerutu. Kita cenderung banyak memikirkan hal yang tidak perlunya untuk dipikirkan. Kita ini kadang menjadi sosok yang sok analysis mengenai diri kita atau bahkan ke orang lain. Padahal memikirkan hal yang sudah tidak perlu dipikirkan hanya akan merugikan aktivitas atau hal yang sedang kita jalani saat ini.
Beberapa hari ini saya sering diajak ngobrol mengenai permasalahan. Beberapa yang curhat itu mengeluhkan beberapa hal yang yang tidak perlu dan telat untuk dipertanyakan dan diratapi. Masalah seperti nilai ujian itu hasil akhir dari sebuah proses, hal yang sudah akhir itu berarti sudah terjadi dan puncaknya. Mau meratapi, mau memikirkan sampai tidak makan, itu tiada akan merubah sedikitpun keadaan. Nilai tidak akan berubah tapi energi sudah terkuras habis-habisan. Mencoba menikmati apa yang sudah ada atau menikmati kenikmatan dalam kenikmatan. Itu jauh akan lebih membuat kita mampu lebih siap menyusun rencana kedepannya. Kalaupun nilai jelek iya sudah itu memang hasil yang diperoleh dari sebuah proses yang dijalani. Bersyukur sambil menyusun rencana meningkatkannya.
Nilai ujian di sebuah intansi itu bukan permasalahan yang sesungguhnya dalam hidup ini. Cobalah membuka hati lebih lebar lagi biarkan hati dan pikiran ini berjalan sewajarnya saja. Jangan pernah sesekali menggerutu hanya karena hal kecil itu akan menunjukan betapa lemahnya kita. orang yang menunjukan kelemahannya dan mengumbarnya di tempat umum akan sangat mudah untuk ditaklukan lawan. Ketika kita jatuh ya bangkit lagi dan berjalan lagi. Jatuh lagi ya bangkit dan jalan lagi.
Hidup ini sudah susah jangan dipersusah lagi dengan kita yang memikirkan hal yang telat untuk dipikirkan. Nikmatilah segalanya, nikmatilah apapun kondisinya sambil terus berusaha bangkit dan bangkit. Tokoh jawa Mbah Ageng suryo Mataram bilang dalam wejangangan nya, hidup itu hanya memiliki dua rasa sebentar bahagia sebentar senang. Jangan terlalu larut dalam suatu rasa apalagi hanya karena hal-hal yang sifat nya kecil. Kata anak zaman sekarang jangan terlalu lebay menyikapi masalah itu.
Penyikapan yang terlalu berlebihan terhadap suatu hal yang semestinya dan sepantasnya tidak perlu dipikirkan hanya membuat kita tampak konyol dimata umum. Kalau lapar ya cari makan dan makan, apapun makanannya ya dinikmati. Anda saya kira lebih memiliki insting yang lebih tinggi untuk lebih mampu merasakan rasa kehidupan. Lakukan apa yang sudah semetinya dilakukan kalau memang itu terbaik. Dan libatkan Tuhanmu dalam setiap permasalahan yang sedang kau hadapi.
Nenek yangsaya bicarakan diatas saya rasa belaiu juga tidak pernah luput melibatkan Tuhan dalam kehidupannya. Mungkin beliau tidak terlalu mengerti tentang agama tapi pengamalan nilai agamnay jauh dari orang yang hanya ditataran konseptual. Bisa tetap semangat menjalani kehidupan diusia yang sudah sangat rentan, kalau beliau gak melibatkan Tuhan apa jadinya? Rasa bersyukur dengan senyuman atau menikmati suara motor dan mobil merupakan suatu cara melibatkan Tuhan dalam perjalanan hidpnya. Anda sudah begitu tahu tentang agama, tentang segala ilmu cobalah untuk mulai menerapkan dan berusaha. Kita akan selalu berproses menanjak keatas jangan hanya karena masalah kita memblikan arah jalan yang sudah kita lalui. Kalaupun lelah beteduhlah sejenak, namun harus melanjutkan kembali perjalanan yang masih sangat jauh. Salam bahagia dan semnagta selalu untuk kita semua, Tuhan maha bertanggung jawab.

Tuesday, January 29, 2013

Aku Berbeda dan Aku Bahagia

0 comments


Partick dalam serial kartoon spnsbob squrepant adalah sosok konyol dalam melakukan kesehariannya. Dia selalu tidak nyambung ketika diajak ngobrol oleh temennya sponsbob. Iya saya rasa memang itu strategi perfilman. Apapun itu saya pernah mendengar dan mengutip kata-kata petrick yakni “aku jelek dan aku bahagia”. Kata-kata itu terngiang-ngiang saja di kepalaku, kok dia bisa segitu hebarnya mensyukuri nikmat Tuhan?

Banyak sekali orang yang ingin tampil sempurna dimata umum dengan melakukan hal-hal yang justru merusak organ-organ tubuhnya. Padahal jika mau sedikit mau melihat yang terdalam mungkin akan menemukan suatu hal yang memang sudah sepantasnya membuatnya tampak sempurna. Bukan dengan operasi implant atau silicon untuk memperbesar dada. Atau operasi wajah (operasi plastik) untuk membuat hidung mancung dan yang lain sebagainya. Kemudian dampak jangka p-anjangnya tubuh atau organ tubuh yang diperlakukan seperti itu akan mengalami kerusakan. Terus siapa yang merugi kalau bukan diri sendiri?

Aku berbeda dan aku bahagia sengaja saya tulis untuk untuk memberikan gambaran, betapa kita yang hidupnya bisa di bilang sempurna tetapi masih kurang bahagia. Kita begitu sering mengkebiri kebahagiaan kita sendiri dengan alasan-alasan yang tidak memiliki kebijaksanaan sama sekali. Padahal diluar sana orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita mampu hidup dengan kebahagian jauh dari kita. mereka selalu ceria menikmati setiap denting waktu yang di berikan Tuhan. Tidak ada waktu untuk bersedih meratapi nasib atau jalan hidup yang memang sudah digariskan. Mungkin kesadaran menyelami ayat-ayat Tuhan mereka jauh lebih baik keteimbang kita yang hanya sekedar tau teori nol aksi atau praktek. Kita begitu sering membeli dan membaca buku-buku tentang strategi kehagiaan, statement kebahagiaan, buku-buku motivasi. Tetapi giliran mendapatkan hal yang tidak sesuai kita langsung mutung dan menggerutu.

Hari minggu tanggal 27 Januari 2013 kemarin saya sempat mengunjungi sebuah panti yang anak-anak nya hampir semuanya mengalami cacat ganda. Mungkin ini petunjuk Tuhan kepada saya untuk lebih menyelami kehidupan. Saya tidak pernah berpikir ini suatu kebetulan. Pada bulan lalu saya sempat tidak ikiut acara bareng temen-temen yang rutin ke panti. Bulan ini hampir saja tidak ikut karena rasa penasaran saya dengan nenek yang punya motivasi dan semnagat tinggi. Nenek yang  bagi saya punya rasa syukur yang tinggi. Sahabat saya yang tadinya hendak menyumbang pakaian saya arahkan ke nenek itu karena beliau lebi membutuhkanya. Nenek yang sering aku ceritakan kepada orang yang ngeluh dan curhat tentang hidupnya. Meskipun janji saya dengan temen saya hari minggu namun Tuhan berencana lain, saya rasa memang suatu petunjuk yang harus aku pahami. Semua kegiatan yang direncanakan hari minggu selesai hari sabtu, dengan bertemu orang yang berbeda dan bahagia. Dan hari minggu nya saya memang dikejutkan dengan kondisi panti itu. Tiba-tiba temen yang biasa ngisi mempasrahkan ke saya untuk membawakan acara sore itu.

Sampai di panti saya dan temen-temen Miracle of Giving kaget didatangi anak dan berlaga yang aneh-aneh. Untungnya saya sudah pernah main-main ke SLB jadi sudah sedikit mengenali anak-anak seperti itu. Anak-anak dipanti semuanya terlihat ceria dan bahagia selalu teriak dan tertawa lari sana sini. Kami datang disambut dengan sodoran tangan kenalan. Mereka begitu PD dan bener-bener sangat bahagia menurut pandangan saya. Saya sampai-sampai merasa malu sendiri dan seperti ditampar dan disadarkan. Membawakan acara saja saya begitu nervous, speechless. Saya merasa sedang berbicara di depan orang-orang yang hebat, orang-orang yang lebih ngerti hidup ketimbang saya. Iya mereka berbeda secara fisik namun jiwa dan ruhnya tetap sempurna sebagai ciptaan yang agung. Mereka memang sengaja di kirim oleh sang maha kuasa bahwa stiap orang itu berbeda namun hak untuk bahagia itu milik semua insan tidak terkecuali dan tidak tebatas.

Kata temen saya bahagia itu pilihan, namun sebenarnya bahagia itu anugrah dari Tuhan. Iya anugrah bagi semua mahluk ciptaan Tuhan yang ada dimuka bumi ini. Kita tiada pernah memiliki kapasitas untuk memilih kita hanya menapaki jalan yang sudah dituntunkan sebagai jalan. Kalaupun tersesat itu lebih karena kita tidak mau mengikuti treck yang semesetinya. Itu bukan berbeda namun kebelinger kalau sudah di tataran jalan kebenaran. Karena hakekatnya Tuhan itu selalu bermain peran disetiap pertemuan dan perpisahan, kebahagiaan dan kesedihan.kalaupun berbeda opini ini, apapun itu sekali lagi itu hanyalah ditataran konsep yang terpenting intinya mampu bahagia.

Sudah sepantasnya kita selalu bahagia dengan apapun perbedaan kita dengan yang lainya, karena sekali lagi berbeda tapi bahagia. Bahagia ku juga bahagiamu, nahagia mereka dan semuanya. Karena perlu diktahui rasa bahagia itu sama. Mau kau kaya, miskin, presiden, pemulung, dan lain sebagainya itu sama.