Showing posts with label PIO. Show all posts
Showing posts with label PIO. Show all posts

Friday, November 29, 2013

PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN

0 comments

PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN
Di Presentasi untuk Latihan Dasar Kepemimpinan
FORMIS UTY
Tanggal 01-Desember-2013
Oleh : Edi Sumiarjo
Dari berbagai Sumber

1.      Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain atau kelompok, atau kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain melalui komunikasi yang baik langsung maupun tidak langsung dengan maksud untuk menggerakan orang-orang tersebut agar dengan penuh pengertian, kesadaran, dan senang hati bersedia mengikuti kehendak pemimpin.(Pandji Anogara :2001)
2.      Psikologi Kepemimpinan
Kepemimpinan sering kali dibahas dalam berbagai disiplin ilmu dan tentunya dengan sudut pandang mereka masing-masing. Dari sudut pandang psikologi kita dapat menggunakanya untuk :
a.       Bagaimana membangkitkan semangat
b.      Memberi kan pengarahan
c.       Memahami agar konflik yang terjadi dengan mudah di temukan problem solvingnya.
Teori yang kerap kali di gunakan untuk menggambarkan kepemimpinan dari sudut pandang psikologi modern ini yaitu teori humanistik. Teori ini memang di rasa cukup ideal bagi orang timur atau orang-orang modern dalam memandang manusia. Tapi teori ini juga menuai berbagai kritikan. Dalam teori yang saya gunakan yaitu teori Hirarki Needs nya A. Maslow. Yups dari teori tersebut tergambarkan apa saja yang mesti di penuhi seorang atau bahkan pemimpin dalam kehidupanya agar tercapainya sesuatu hal yang ideal. Gambaran teori ini yakni sebagai berikut :
1.      Kebutuhan Fisiologi atau Kebutuhan Dasar
Kebutuhan ini adalah kebutuhan paling dasar yang harus di penuhi oleh manusia. Misalnya sandang, pangan dan papan. Selain itu juga kebutuhan biologis lainya seperti sex misalnya. Jadi menurut Maslow ketika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi dengan sempurna atau tidak terpenuhi sama sekali manusia akan sulit untuk menaiki tangga selanjutnya. Mungkin kalau kita gambarkan kondisi bangsa kita saat ini sebagai contoh budaya hedonisme di kalangan oknum DPR. Makan di tempat yang mahal, punya gedung yang mewah, punya selingkuhan istri. Secara teori ini kebutuhan dasar mereka saja tidak terpenuhi, bagaimana mereka akan memimpin negeri ini dengan baik?
Pertanyaan saya apakah kebutuhan itu ada cukupnya? Kalau sekedar menuruti keinginan. Saya gambarkan keinginan itu terletak di garis khatulistiwa. Yups keinginan itu tidak ada batasnya. Kalau tidak kita sendiri yang mau memutusnya keserakahan akan menjangkiti kita semua. Padahal kebutuhan dasar kita kalau kita mau menyederhana kan Cuma sandang asalkan baik dan menutupi aurat (muslim). Pangan, makanan ya yang terpenting dapat menegakan tulang rusuk kita. Makan secukupnya saja. Sesekali kita mungkin perlu atau ingin makanan yang enak lagi mahal tapi ingat sesekali saja jangan menjadikan habbit. Papan atau Rumah yang terpenting bisa melindungi dari terik matahari dan hujan. Kalau bisa bikin yang bagus ya bikin kalau mampunya bikin yang sederhana ya sudah bikin yang sederhana saja tanpa perlu korupsi atau berbuat curang lainnya. Sex merupakan kebutuhan biologis, sex ini konon tidak ada matinya bagi laki-laki. Bagi perempuan hingga masa mens pause. Tapi apakah karena tidak ada matinya kita seenaknya sendiri menggunakan atau melampiaskan seenaknya sendiri? Tidak. Jangan berpikir hanya karena pejabat atau pimpinan kita seenake wudele dwe.
Jadi kalau secara teori ini kebutuhan dasar ini harus tercukupkan terlebih dahulu. Jika kita mau menjadi seseorang atau pemimpin yang ideal.

2.      Kebutuhan Rasa Aman
Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya. Karena adanya kebutuhan inilah maka [[manusia[[ membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.  Yups atas dasar penegertian itu sebagai seorang pemimpin kita harus merasa aman dan menciptakan rasa aman bagi bawahannya. Kalau seorang pemimpin saja tidak merasa aman bagaimana bisa dia mampu memimpin kelompoknya atau organisasinya?
Saya contohkan aklau sekarang Mahmod Ahmad Dinajad manatan presiden iran itu merupakan sosok yang selalu merasa aman kemanapun dia pergi. Beliau menyupiri mobilnya sendiri. Tinggal bersama warga bukan di tempat istana. Pergi keluar negeri menggunakan pesawat yang umum seperti masyarakatnya tanpa perlu armada khusus. Apa yang terjadi di iran? Iran justru tumbuh menjadi negara yang maju. Nilai perkapita nya diatas Indonesia yang Berpenduduk jauh diatas Iran.

3.      Kebutuhan di cintai dan di Sayangi
Kebutuhan ini erat kaitanya dengan orang-orang terdekat kita. Dalam berorganisasi tentunya antara pemimpin dan bawahanya harus memperhatikan bahwa setiap manusia ityu ingin di cintai dan mencintai. Seorang pemimpin yang baik memahami akan hal ini. Jadi mereka tidak hanya menuntut untuk dihormati atau disayangi melainkan mereka juga mencintai bawahanya. Mereka sadar bahwa setiap manusia menginginkan untuk di cintai dan disayangi. Sehingga hubungan antara pemimpin dan bawahan ya jadi lebih haramonis
4.      Kebutuhan Untuk di Hargai
Manusia yang sosial pasti akan membutuhkan penghargaan bagaimana pun bentuknya. Pemimpin yang telah mampu melalui tahap ini kan begitu respect terhadap bawahanya. Pemeimpin semacam ini akan dengan mudahnya memberikan reward atau pujian kepada bawahanya terhadap apa yang mereka lakukan. Terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Sehingga harapanya kinerja mereka akan terus meningkat tanpa kita terus menginstruksi.
5.      Kebutuhan Actualisasi diri
Dalam teori ini mungkin tidak mengenal Tuhan. Hanya saja menyebutkan engeri yang mendekati Tuhan. Actualisasi diri, orang yang telah mampu mengaktualisasikan diri cenderung lebih bijak sana dalam mengambil keputusan karena telah memahami dengan benar bagaimana mereka harus bertindak. Bekerja dengan sepenuh hati karena semua kebutuhan dasar telah terpenuhi.
Pada perkembangannya, teori ini juga mendapatkan kritik. Hal ini dikarenakan adanya sebuah loncatan pada piramida kebutuhan Maslow yang paling tinggi, yaitu kebutuhan mencapai aktualisasi diri. Kebutuhan itu sama sekali berbeda dengan keempat kebutuhan lainnya, yang secara logika mudah dimengerti. Seakan-akan ada missing link antara piramida ke-4 dengan puncak piramida. Seolah-olah terjadi lompatan logika.
Terus apakah Teori ini atau tahapan ini harus di lalui seseorang agar mampu memimpin dengan baik. Atau setidaknya memimpin diri sendiri dengan baik?
Saya terangkan sekali lagi ini hanyalah teori yang jika kita terapkan mungkin idealnya akan seperti itu. Namun bila ada keterbatsan atau ketidak mampuan kita kita juga mampu mengaktualisasikan diri namun mungkin itu hanya orang-orang pilihan. Seperti contoh cerita berikut ini :
Abu Dzar Al Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi SAAW yang ikut serta dalam perang Tabuk. Tabuk sendiri terletak sangat jauh dari Madinah yaitu sekitar empat ratus mil. Rombongan nabi berangkat dengan perbekalan dan persenjataan yang seadanya. Di tengah perjalanan, tiga orang, satu demi satu tercecer di belakang, dan setiap kali ada yang tercecer, Nabi SAAW diberi tahu, dan setiap kali Nabi berucap ” jika ia orang baik, ALLAH akan mengembalikannya dan jika ia orang tidak baik, lebih baik ia tidak pergi (tidak menyusul)”. Unta Abu dzar yang kurus dan lemah termasuk yang terbelakang, dan Abu Dzar pun akhirnya tertinggal di belakang. Seorang sahabat berucap “Ya Rasulullah! Abu Dzar juga tercecer!” Nabipun mengulangi kalimat yang sama “Jika ia orang baik, ALLAH akan mengembalikan dia pada kita, dan jika tidak baik, lebih baik ia pergi”.
Pasukan terus maju dan Abu Dzar makin tercecer tetapi tidak ada yang dapat dilakukannya, binatang tunggangannya tetap tidak berdaya. Apapun yang ia lakukan untanya tetap tidak bergerak, dan kini ia tertinggal beberapa mil di belakang. Ia membebaskan untanya dan memikul sendiri muatannya. Dalam suhu terik itu ia meneruskan perjalanan di gurun panas. Ia serasa akan mati kehausan. Ia menemukan tempat berteduh di batu-batu yang terlindung panas oleh bukit. Di antara batu-batu itu ada sedikit air bekas hujan yang menggenang, tetapi ia berniat tidak akan meminumnya mendahului sahabatnya, Rasulullah SAAW. Ia mengisi air itu ke dalam kantong kulit , memikulnya, dan bergegas menyusul kaum Muslim yang telah jauh di depan. Di kejauhan mereka melihat suatu sosok. “Ya Rasulullah! Kami melihat suatu sosok menuju arah kita!”
Beliau SAAW berucap semoga itu Abu Dzar. Sosok itu makin dekat, memang itu Abu Dzar, tetapi tenaga yang terkuras dan dahaga serasa mau mencopot kakinya. Nabi SAAW khawatir ia akan rubuh. Nabi SAAW menyuruh memberikannya minum secepatnya, tetapi Abu dzar berkata serak bahwa ia mempunyai air. Nabi SAAW berkata:
“Engkau mempunyai air, tetapi engkau hampir mati kehausan!”
“Memang, ya Rasulullah! Ketika saya mencicipi air ini, saya menolak meminumnya sebelum sahabatku Rasulullah”
Sungguh Abu Dzar telah mendobrak, memukul, dan merontokkan teori Maslow dengan pasti!. Mengapa? Teori maslow tidak mampu menjelaskan peristiwa ini, piramida hirarki kebutuhan Maslow tenggelam dalam pribadi, dan perilaku Abu Dzar yang hanya dapat dilihat secara multidimensional. Teori Maslow yang begitu digembar-geborkan tidak berdaya menjelaskan perilaku Abu Dzar yang self directed tanpa terpengaruh letih dan hawa panas, mencintai alam dengan melepaskan untanya, menjalin hubungan interpersonal yang harmonis dan memuaskan dengan sahabatnya yang mulia Rasulullah SAAW, bahkan berkorban demiNya. Semua itu menunjukkan bahwa Abu Dzar telah mencapai tingkat aktualisasi diri!. Lantas dimana letak kelemahan penjelasan teori Maslow? Ketika Abu Dzar merasakan lapar, haus, letih, bahkan terancam kematian! Ia yang berada dihadapan sebuah genangan air tetap tidak memikirkan kebutuhan biologis dirinya sendiri, akan tetapi memikirkan Rasulullah SAAW. Berarti aktualisasi diri dari Abu Dzar tercapai tanpa prasyarat, tanpa melalui tingkatan-tingkatan dasar. Abu Dzar tidak membutuhkan terpenuhinya kebutuhan biologis, bahkan ia rela mati, ia tidak membutuhkan pengakuan sosial, tercecerpun ia tidak putus asa, ia tidak membutuhkan pengakuan terhadap kemampuannya, tidak membutuhkan dukungan dari orang lain yang akan membuatnya percaya diri. Teori dari Abraham Maslow jelas salah! Aktualisasi diri tidak tercapai melalui sebuah hirarki, tidak seperti sebuah tangga dimana untuk mencapai puncaknya harus menaiki anak tangga satu persatu. Abu Dzar menemukan cara yang lebih cepat dan sederhana untuk mencapai aktualisasi diri, yaitu dengan mencintai Rasulullah SAAW!.

3.      Psikologi Islam Terhadap Kememimpinan
Rosululloh SAW adalah sosok pemimpin yang luar biasa yang tidak akan satupun orang akan menyamai rekornya. Seorang pemimpin yang begitu sederhana, amanah dan mampu membuat bawahanya menjadi orang yang paling bangga bersama dengan Beliau. Teori-teori memahami orang lain secar psikologi atau apalah yang baru di temukan abad 18-19 M. Ternyata jauh sebelum itu sudah di terapkan oleh sosok Rosululloh SAW.
Cara-cara Rosululloh memimpin benar-benar memperhatikan kesejahteraan bawahanya. Kondisi psikis bawahannya begitu di perhatikan. Bagaiaman beliau bisa seperti itu. Jelas secara psikologi beliau jauh lebih memahami dirinya, jauh lebih hebat secara batiniah. Dengan kerendahan hati dan kesederhaannya sebagai seorang pemimpin Rosululloh dapat menjadikan seluruh dunia ini mengenal agam islam dan peradaban luhur yang baik. Atau dengan istilah dari jahiliyah menuju cahaya.
Apa saja contoh Rosululloh menerapkan Psikologi dalam kepemimpinanya? Bisa di terapkan jika kita ingin meniru cara memimpin rosululloh.

I.               Rosululloh Tidak segan-segan memuji bawahanya.
Rasulullah pernah mengatakan kepada Umar, “saya belum pernah melihat kecerdasan seseorang yang menyamai Umar. Seluruh kaum muslimin dapat memanfaatkan (kecerdasan) nya. Demikian Rasulullah saw berkata pada sahabatnya. Begitu pula Rasulullah saw. mengatakan “segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan dalam golongan kita seorang seperti anda …, demikian dikatakan kepada Abu Hudzaifah yang senang berbuat baik dan melebihi sahabat lain.

II.            Rosululloh Memberi kritikan dengan sangat halus
Kisah yang diceritakan oleh Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw. suatu ketika mendengar Abu Bakar mengutuk dan mencaci hamba sahayanya. Maka Rasulullah saw dating mengunjungi Abu Bakar dan seraya berkata “wahai As-Shiddiq (orang benar)”. Ya (jawab Abu Bakar) ada apa ya Rasulullah ? Tidak ada apa-apa, saya Cuma ingin bertanya, apakah orang shiddiq (benar) itu juga senang mengutuk atau mencaci ? Jawab Rasulullah seperti tidak serius.
Abu Bakar terdiam, ia sadar bahwa Rasulullah saw tidak setuju dengan sikapnya dalam menghadapi hamba sahaya, walaupun tidak secara langsung mengatakannya. Kemudian bertanya “ apakah saya tidak boleh memarahi mereka atas kesalahannya ya Rasulullah ? Tidaklah sekali-kali boleh berbuat demikian, sungguh demi Allah yang mempunyai Ka’bah, tidak sekali-kali diperkenankan berbuat demikian” ujar Rasulullah saw.
Maka sebagai akibat kritik Rasulullah saw yang mengatakan bahwa Abu Bakar adalah orang satu-satunya yang paling benar, tetapi telah ternoda dengan sikapnya terhadap hamba sahaya. Maka pada hari itu juga Abu Bakar memerdekakan budak yang dimarahinya itu. Hari itu juga Abu Bakar dating pada Rasulullah saw seraya berkata “tidak akan saya ulangi lagi perbuatan yang demikian itu, ya Rasulullah”. Sebaliknya untuk menyenangkan dan menetramkan hati Abu Bakar, Rasulullah saw berkata “ Maafkan saya yang telah mengingatkan kamu wahai Abu Bakar. Itu saya lakukan karena demi kebaikanmu juga. Sebab sesungguhnya para pengutuk itu tidak akan memperoleh syafaat dan syahid pada hari kiamat”.

III.             Rosululloh Sederhana dan Mengayomi Masyarakat
Tidak bisa digambarkan betapa sederhanaya Rosululloh. Dalam suatu riawayat Rosul pernah menyuapi orang kafir Quraish yang buta. setiap hari Rosulluloh dicaci dan dimaki. Namun setiap itu pula Rosul tetap menyuapinya dengan lembut dengan pelan. Setiap hari Rosul selalu menyempatkan untuk menyuapi dan memberinya uang. Sampai singkat cerita  Rosul wafat, kemudian kebiasaan itu diteruskan oleh Abu Bakar atas pemberitahuan Istri Rosul. Saat disuapi abu bakar si kafir ini juga masih menghina dan mencaci maki rosul. Pada suapan pertama Abu bakar pun sudah merasa jengkel namun tetap disuapi tetapi si kafir ini makin menjadi-jadi mencaci hingga Abu Bakar merasa jengkel dan si pengemis itupun berkata “Kau bukan orang yang biasa menyuapi aku, dimana orang biasa menyuapi aku?” abu bakar menjawab “beliau sudah wafat, orang yang kau caci, kau maki itu orang yang setiap hari menyuapi kamu dengan lemah lembut dan penuh kesabaran”. Seketika itu si kafir mnangis dan bertobat dan kemudian masuk Islam.
Dan pastinya ada banya contoh yang Rosul berikan karena keterbatasan saya, hanya 3 contoh itu tadi bagaimana luar biasanya Rosul kita.
SEMANGAT SEMOGA SAHABAT SEMUA MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK UNTUK NEGERI INI AAMIIN.:-)
  


Saturday, March 19, 2011

Kata-Kata Motivasi

0 comments
KATA-KATA BIJAK KEHIDUPAN | KATA BIJAK PARA TOKOH
Contoh yang baik adalah nasehat terbaik. ~ Fuller
Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti. ~ John Gardne
Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. ~ Bung Karno
Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. ~ Mary McCarthy
Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. ~ La Roucefoucauld
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. ~ Benjamin Franklin
Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. ~ Cicero
Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. ~ Dale Carnegie
Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. ~ George Downing
Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. ~ Sydney Harris
Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. ~ William Feather
Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. ~ Robert Hall
Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri. ~ Martin Vanbee
Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. ~ Ernest Newman
Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. ~ Aldus Huxley
Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. ~ Schopenhauer
Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. ~ Andrew Jackson
Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. ~ Evelyn Underhill
Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. ~ Johan Wolfgang Goethe
Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. ~ Sir Francis Bacon
Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. ~ Jalinus At Thabib
Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. ~ Marcus Aurelius
Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain. ~ Thomas Hardy
Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. ~ Benjamin Franklin
Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. ~ Lao Tse
Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya. ~ Joseph Addison
Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. ~ William Wordsworth
Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. ~ Kahlil Gibran
Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. ~ Alexander Pope
Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. ~ Heather Pryor
Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. ~ Thomas Alva Edison
Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. ~ Muhammad Ali
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. ~ Confusius
Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. ~ Mahatma Gandhi
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseorang yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Pengetahuan tidaklah cukup, maka kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup, maka kita harus melakukannya. ~ Johann Wolfgang von Goethe
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. ~ Johann Wolfgang von Goethe
Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. ~ Johann Wolfgang von Goethe
Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. ~ Einstein
Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. ~ Einstein
Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya – hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. ~ Einstein
Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya : langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. ~ Einstein
Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati. ~ Einstein
Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. ~ Einstein

Monday, November 22, 2010

puisiku

0 comments

Alam Ku
Hembusan angin menerpa tubuhku
Pancaran sinar mentari menembus dinding ragaku
Aliran air menggambarkan wajahku dikekurahanya
Aku masi melihat wajahku terbesit dipojokan aliran sungai
Alam ku yang indah..
Aku berdiri menatapmu dengan penuh cinta
Dan syukurku pada sang pencipta kamu dan aku
Dia Allah yang mencipta kamu dan semua isinya
Alamku tetaplah jadi sahabatku

sumiarjo

Wednesday, November 3, 2010

psikologi transendental

0 comments
Bidang Psikologi Transpersonal concern pada perluasan batasan ilmu psikologi. Ilmu psikologi yang kita kenal selama ini menjelaskan suatu kontinum perilaku manusia, di satu sisi disebut ‘abnormal’ dan perilaku ‘normal’ di sisi berlawanan, serta berbagai kegagalan penyesuaian perilaku dibandingkan dengan yang normal. Psikologi Transpersonal menjelaskan spectrum utuh dan menyeluruh atas kontinum tersebut, tidak hanya terjebak pada perilaku abnormal dan usaha-usaha menyesuaikan kepada yang normal. Bahkan mempelajari lebih jauh tentang dimensi transendensi yang dialami manusia seperti : kemampuan, pengalaman, kinerja dan prestasi luar biasa, makna pengalaman spiritual, jenius sejati, dan pemenuhan potensi tertinggi manusia
Pakar psikologi transpersonal salah satunya adalah Maslow. Ya, Maslow yang terkenal dengan Teori Hirarki Kebutuhan itu. Mari kita lihat lagi piramida kebutuhan Maslow.

Maslow menyebutkan kebutuhan tertinggi manusia adalah Aktualisasi diri. Teori ini telah diperbarui oleh Maslow sendiri dengan menambah satu kebutuhan tertinggi manusia yaitu self transcendence sebagai puncak kebutuhan manusia.

Apa itu self transcendence ? Berikut adalah definisi self transcendence yang saya dapatkan dari www.soulprogress.com

Transendensi-diri:
1. Tindakan atau kondisi akan / sedang di luar ego atau egoity, biasanya sebagai akibat dari kasih sayang, pelayanan, atau perhatian penuh pada kepentingan orang banyak.
2. Suatu tehnik mengenai kemampuan bergerak di luar konsep yang ada, atau keterbatasan perilaku.
3. Suatu keadaan atau kondisi di mana jiwa mengalami ekstasi spiritual, karena pelepasan dari batas-batas ego dan egosentrisme.
4. Suatu pengalaman atau proses dimana jiwa mencapai pemahaman diri sendiri.
Coba lihat videonya disini http://revver.com/video/1322437/unlocking-you-2-above-self-actualization-transpersonal/
Seperti apa pengalaman transendensi? Salah satu yang pernah saya alami ketika belajar meditasi pertama kali. Dengan dibimbing guru, saya mencoba menerapkan semua ajarannya. Namun yang saya temui sangat amat tidak menyenangkan! Saya ketakutan luar biasa…. Guru saya cuma bilang, kamu salah masuk dimensi. Saya coba sekali lagi, dan berhasil mencapai apa yang saya mau.
Sampai sekarang saya masih belajar meditasi. Banyak hal saya alami ketika dalam kondisi meditasi, seperti jalan-jalan ke manapun saya mau, supply energi ke saudara/teman yang sakit, atau sekedar komunikasi dengan Allah SWT.
Saya masih sangat ingin belajar dan berlatih terus dengan meditasi. Ada yang mau share pengalaman?

Wednesday, October 20, 2010

kebohongan Teori Hirarki

0 comments
Abu Dzar Mendobrak Teori Maslow Selama beberapa dekade ini, teori-teori yang menjelaskan tentang perilaku manusia telah didominasi oleh pemikir-pemikir barat. Paradigma tentang manusiapun bergeser dari penelitian terhadap jiwa manusia, menjadi pengakuan terhadap manusia yang hanya ditentukan oleh perilakunya. Hal ini tidak mengherankan, karena pemikir barat seperti Freud, Skinner, Adler, Fromm, Jung selalu berpikir dengan logika penyangkalan terhadap tuhan, logika keras kepala, logika dogmatis, dan logika untuk diri sendiri. Ilmuwan-ilmuwan timur seperti Ibnu Sina yang sudah bersusah payah mencari kebenaran, digantikan oleh ilmuwan-ilmuwan amatir dari barat yang hanya berusaha mencari pembenaran. Untuk apa anda bertanya? Jelas untuk status, pengakuan dari kalangan ilmiah, untuk menciptakan sebuah disertasi yang akan dipuji oleh banyak orang, untuk merasa nikmatnya didengarkan oleh orang banyak, untuk sebuah nobel, untuk popularitas, untuk menyembah pemikirannya sendiri, untuk merasa paling benar. Jika anda sedikitpun bertanya apakah mereka memikirkan manfaat dari teori mereka? Saya akan menjawab dengan tegas tidak!. Mengapa? Karena sampai saat ini mereka terus menerus berseteru dengan jargon-jargon mereka, yang satu mempertahankan teorinya yang lain menentangnya. Masing-masing berteriak untuk kepentingan diri mereka sendiri. Sesungguhnya pengakuan terhadap teori-teori merekapun tidak datang dari mayoritas ilmuwan dunia, akan tetapi hanya dari beberapa organisasi barat yang mengukuhkan diri sebagai penentu yang benar dan yang salah. Dari mana datangnya keabsahan metodologi? dari mana datangnya sekolah-sekolah yang diakui? dari mana datangnya jurnal-jurnal acuan? ya jelas dari barat. Pada suatu saat mereka bisa saja mengakui sebuah teori yang tidak memiliki dasar metodologi yang kuat seperti teori psikoanalisa Freud, di saat lain mereka sangat meninggikan pentingnya cara eksperimental, laboratorium, statistik, dan variabel-variabel seperti Skinner. Jadi sesungguhnya cara yang digunakan adalah cara suka-suka. Saya yakin andapun tidak akan mau mengambil orang-orang seperti ini sebagai pemimpin. Maslow adalah salah satu ilmuwan pengembang teori humanistik pada dekade 1950-an. Ia adalah salah satu ilmuwan moderat yang berusaha menengahi teori psikoanalitik dan behavioristik. Psikoanalisa sendiri menganggap bahwa seluruh perilaku manusia dilandaskan oleh ketidaksadaran dan instink-instink kebinatangan, sedangkan behavioristik mengakui manusia sebagai hasil dari stimulus lingkungan, atau tidak berbeda dengan sebuah mesin yang hanya bekerja berdasarkan perintah. Psikolog humanis memberikan penekanan, dan pengakuan terhadap faktor-faktor internal, seperti perasaan, nilai-nilai luhur dan harapan. Tetapi anehnya mereka tetap tidak mengakui adanya jiwa! Mungkin karena mereka terlalu ekstrem dalam kemoderatannya. Maslow sendiri menyusun konsep hirarki kebutuhan manusia, hirarki ini adalah landasan motivasi bagi manusia untuk berperilaku. Hirarki kebutuhan maslow memiliki sifat universal, sehingga seharusnya ia dapat menjelaskan berbagai perilaku manusia pada setiap tingkat ekonomi, budaya, zaman dan letak geografis. Pada tingkatan yang paling rendah dari hirarki kebutuhan maslow adalah kebutuhan biologis, yaitu makan dan minum. Menurut Maslow tanpa terpenuhinya kebutuhan ini, manusia tidak akan mampu dan tidak akan pernah mencapai tahap berikutnya. Jadi setiap tingkatan adalah prasyarat bagi tercapainya tingkatan berikutnya. Untuk melewati tahap ini manusia akan melakukan apa saja!dan menghiraukan resiko apapun untuk memenuhi kebutuhan biologisnya! Sangat logis, dan ini adalah pendapat Maslow. Pada tingkatan yang paling tinggi adalah aktualisasi diri. Bagaimanakah manusia yang telah mencapai aktualisasi diri? Menurut Maslow orang yang teraktualisasi sudah dapat menerima diri mereka sendiri juga orang lain, ia cenderung berperilaku spontan, kreatif, dapat mengarahkan diri mereka sendiri atau self directed, baik dalam memecahkan masalah maupun dalam menjalin hubungan interpresonal, tidak otoriter, menghargai pengalaman, memiliki emosi yang kaya, cenderung untuk mencintai alam dll. Yang lebih unik adalah bahwa pada tahap ini, individu dikatakan mengalami sebuah peak experiences yaitu perasaan mistis dan spiritual yang membuat individu merasakan kesatuan dengan sesuatu di luar diri. Menurut Maslow sesungguhnya tahap ini tidak akan pernah tercapai, karena manusia terus menerus bergerak menuju aktualisasi diri. Beratus-ratus tahun yang lalu Imam Ali A.S bersabda ” kenalilah dirimu sendiri maka engkau akan mengenal Tuhanmu”, bukankah aktualisasi diri adalah bukti terhadap adanya Tuhan. Maslow telah menemukan bukti terhadap keberadaan Tuhan tapi ia enggan mengakuinya, namun ia tidak kuasa berdiam diri. Kembali kepada hirarki kebutuhan Maslow, tadi telah diutarakan bahwa pada tingkat paling bawah adalah kebutuhan biologis dan tingkat paling atas adalah aktualisasi diri, diantara keduanya adalah kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan afiliasi atau kebutuhan sosial, dan kebutuhan self esteem atau kebutuhan untuk memiliki rasa percaya diri. Disini saya tidak akan membahasnya satu persatu secara rinci karena melalui nama dari masing-masing tingkatan sudah cukup untuk menggambarkan makna dari tingkatan tersebut. Tingkatan kebutuhan ini sering digambarkan dalam bentuk piramid dan perlu saya tekankan lagi bahwa tiap tingkatan merupakan prasyarat bagi tingkatan yang berikutnya. Seseorang tidak akan mencapai aktualisasi diri tanpa terpenuhi haus dan laparnya, pengakuan sosialnya, dan pengakuan terhadap kualitas dirinya. Abu Dzar Al Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi SAAW yang ikut serta dalam perang Tabuk. Tabuk sendiri terletak sangat jauh dari Madinah yaitu sekitar empat ratus mil. Rombongan nabi berangkat dengan perbekalan dan persenjataan yang seadanya. Di tengah perjalanan, tiga orang, satu demi satu tercecer di belakang, dan setiap kali ada yang tercecer, Nabi SAAW diberi tahu, dan setiap kali Nabi berucap ” jika ia orang baik, ALLAH akan mengembalikannya dan jika ia orang tidak baik, lebih baik ia tidak pergi (tidak menyusul)”. Unta Abu dzar yang kurus dan lemah termasuk yang terbelakang, dan Abu Dzar pun akhirnya tertinggal di belakang. Seorang sahabat berucap “Ya Rasulullah! Abu Dzar juga tercecer!” Nabipun mengulangi kalimat yang sama “Jika ia orang baik, ALLAH akan mengembalikan dia pada kita, dan jika tidak baik, lebih baik ia pergi”. Pasukan terus maju dan Abu Dzar makin tercecer tetapi tidak ada yang dapat dilakukannya, binatang tunggangannya tetap tidak berdaya. Apapun yang ia lakukan untanya tetap tidak bergerak, dan kini ia tertinggal beberapa mil di belakang. Ia membebaskan untanya dan memikul sendiri muatannya. Dalam suhu terik itu ia meneruskan perjalanan di gurun panas. Ia serasa akan mati kehausan. Ia menemukan tempat berteduh di batu-batu yang terlindung panas oleh bukit. Di antara batu-batu itu ada sedikit air bekas hujan yang menggenang, tetapi ia berniat tidak akan meminumnya mendahului sahabatnya, Rasulullah SAAW. Ia mengisi air itu ke dalam kantong kulit , memikulnya, dan bergegas menyusul kaum Muslim yang telah jauh di depan. Di kejauhan mereka melihat suatu sosok. “Ya Rasulullah! Kami melihat suatu sosok menuju arah kita!” Beliau SAAW berucap semoga itu Abu Dzar. Sosok itu makin dekat, memang itu Abu Dzar, tetapi tenaga yang terkuras dan dahaga serasa mau mencopot kakinya. Nabi SAAW khawatir ia akan rubuh. Nabi SAAW menyuruh memberikannya minum secepatnya, tetapi Abu dzar berkata serak bahwa ia mempunyai air. Nabi SAAW berkata: “Engkau mempunyai air, tetapi engkau hampir mati kehausan!” “Memang, ya Rasulullah! Ketika saya mencicipi air ini, saya menolak meminumnya sebelum sahabatku Rasulullah” Sungguh Abu Dzar telah mendobrak, memukul, dan merontokkan teori Maslow dengan pasti!. Mengapa? Teori maslow tidak mampu menjelaskan peristiwa ini, piramida hirarki kebutuhan Maslow tenggelam dalam pribadi, dan perilaku Abu Dzar yang hanya dapat dilihat secara multidimensional. Teori Maslow yang begitu digembar-geborkan tidak berdaya menjelaskan perilaku Abu Dzar yang self directed tanpa terpengaruh letih dan hawa panas, mencintai alam dengan melepaskan untanya, menjalin hubungan interpersonal yang harmonis dan memuaskan dengan sahabatnya yang mulia Rasulullah SAAW, bahkan berkorban demiNya. Semua itu menunjukkan bahwa Abu Dzar telah mencapai tingkat aktualisasi diri!. Lantas dimana letak kelemahan penjelasan teori Maslow? Ketika Abu Dzar merasakan lapar, haus, letih, bahkan terancam kematian! Ia yang berada dihadapan sebuah genangan air tetap tidak memikirkan kebutuhan biologis dirinya sendiri, akan tetapi memikirkan Rasulullah SAAW. Berarti aktualisasi diri dari Abu Dzar tercapai tanpa prasyarat, tanpa melalui tingkatan-tingkatan dasar. Abu Dzar tidak membutuhkan terpenuhinya kebutuhan biologis, bahkan ia rela mati, ia tidak membutuhkan pengakuan sosial, tercecerpun ia tidak putus asa, ia tidak membutuhkan pengakuan terhadap kemampuannya, tidak membutuhkan dukungan dari orang lain yang akan membuatnya percaya diri. Teori dari Abraham Maslow jelas salah! Aktualisasi diri tidak tercapai melalui sebuah hirarki, tidak seperti sebuah tangga dimana untuk mencapai puncaknya harus menaiki anak tangga satu persatu. Abu Dzar menemukan cara yang lebih cepat dan sederhana untuk mencapai aktualisasi diri, yaitu dengan mencintai Rasulullah SAAW!... syiar.net