Showing posts with label Cerita Nyata. Show all posts
Showing posts with label Cerita Nyata. Show all posts

Wednesday, April 15, 2020

Pesan Perpisahan

0 comments
Pesan Perpisahan

Senja sore yang indah, sepasang merpati terbang bebas di langit sore yang cerah. Semilir angin berhembus pelan menggerkan dedaunan dan pepohonan kecil. Sekelompok anak kecil bermain bola di lapangan dengan cerianya. Ibu-ibu sedang asyik bergosip sembari menyuapi anaknya di pinggir lapangan.

Dewa Cuma duduk termanggu dan diam sendirian sembari menikmati lagu viera berjudul Seandainya. Sore yang syahdu namun tidak dengan hati dewa yang hancur berantakan bak di sayat sembilu. Perpaduan lagu dan suasanya begitu magic. Andai saja tidak di tempat yang ramai sudah pasti dia akan teriak sekencang-kencangnya entah itu memaki atau apapun asal buat lega.

Entah sepulangnya dari bepergian dia terlihat manyun dan terus berdiam di pojokan lapangan deket rumahnya. Cowo yang sangat gesit dan trengginas itu tetiba mendadak mellow tidak jelas. Muka cerianya berubah seperti kuburan keramat yang angker dan seram itu. Berulang kali dia mentap handphone nya yang jadul itu. Entah apa yang sedang dia tunggu atau harapkan setiap kali handphone nya berbunyi. Selesai melihat handphone manyun lagi dan berulang terus sampai malam tiba.

“Kenpa kau diam seperti itu anak muda yang namanya agung dewa?”
“kakek liat lah pesan ini.” Sembari memberikan handpehone jadulnya.

Ini keputusanmu, bukan keputusanku, ini inginmu dan sama sekali bukan inginku, aku bakalan inget2 terus apapun yg kamu ucapkan sayang

Aku sayang sama kamu. Bahkan sangat sayang. Aku lakukan apapun hal gila jg demi kamu dan cuma ke kamu sayang.

Aku akan berusaha, sangat berusaha, walaupun aku tahu hasilnya nanti seperti apa?
Aku tahu cinta sayangmu tak sebesar cintaku ke kamu, akupun smpe detik ini masih ga tahu kamu beneran sayang atau ga tapi yang kamu harus tahu aku cinta dan sayang banget pingin selamanya sama kamu.

Ini cuma salah satu cara yang detik ini bisa kulakukan, nanti akan kulakukan hal gila apapun untuk bisa lupain kamu. walaupun ga tahu akan bisa berhasil atau enggak, 1 hari 2 hari atau mgkn cm beberapa jam aku tetap berusaha. Nanti pasti aku bakalan kangen, pasti pingin ini itu dll.. tp aku udh ga tahu lagi caranya supaya ga sayaang ke kamu tuh gimana?

Aku nulis smbil bingung sedih keinget omonganmu. yang aku takutin kalau aku ga berhasil itu aja sih.. Dan besok-brsok aku harus denger kata-kata itu berulang-ulang dari kamu aku ga mau, itu nyakitin seolah-olah seperti mencintai orang yang sama sekali ga sayang ke aku. Itu yg kadang aku rasakan. Tp kamu GA PERLU minta maaf.. krn seharusnya aku yang sadar, aku yang salah, aku yang slalu minta ini itu, aku yang selalu kangen, semuanya aku.

Kmupun td jg bilang akan sama2 bantu aku. Semoga kita sama2 berhasil.

Makasih ya sayang buat smuanya.. aku inginnya berakhir indah bukan seperti ini. tapi sepertinya kamupun ga tahan penat dengan aku, dengan keadaan dan smua. Maafin aku selama ini minta waktu ini itu dari kamu.

Aku sayang kamu"

“Gimana kek? Aku kudu kepiye?” Tanya dewa
“Laaah kenapa gak kamu hubungi dia?” Tanya sang kakek
“gimana mau hubungi wong dia ngeblok semua nomer saya kek”
“duuuh kamu dalam masalah besar dewa, makanya adil lah kamu jadi manusia itu. Berbuat baik jangan suka menyakiti hati seseorang. Kalau udah kaya gini sudah selesai kamu. Sudah tidak bisa apa-apa kamu. Udah kamu berdoa saja semoga dia mau memaafkan kamu itu aja sudah bagus. Tidak usah mengharapkan apapun selain kebikan hatinya memaafkan kamu. “
“baik kek. Terima kasih banyak kek.”

Sejak itu dewa mulai perlahan menyadari kesalahan fatalnya kepada sang kekasih. Namun dia sudah gagal sebagai manusia baik karena melukai seseorang. Namun sejatinya tidak ada jatuh cinta yang tak sakit. Setiap kisah cinta selalu ada bumbu sakitnya. Namun dewa tak dapat berbuat banyak karena semuanya sudah di ahiri sang kekasih lewat pesanya. Dan parahnya pesanya tak akan pernah bisa dewa balas karena semua media telah di blok oleh sang pujaan hati. Benar kata sang kakek berdoa dan memohon agar di bukakan hati sang kekasih untuk memaafkan saja sudah sangat bersyukur. Karena dengan di maafkan kita sedikit lebih tenang menjalani hari-hari. Meskipun paku yang telah tertanjap meski sudah di cabut akan tetap meninggalkan bekas. Begitu juga dengan kita, kalau sudah melukai meski di maafkan namun tak bisa di lupakan. Aaaah saya ini juga sering banget berbuat kesalahan dan menyakiti orang lain. Semoga kalian semua yang baca tulisaku tidak yah.

Monday, November 25, 2013

Aku Malu sama Angin, Cahaya Matahari dan Apa yang tak pernah ku Mohonkan ke Tuhan

0 comments
 (Herman-Ranjet pic)

                Sore itu tanggal 23 November 2013 pukul 16.00 WIB. Langit berpesta warna di kecerahan musim penghujan. Angin berhembus pelan dari selatan ke utara. Termangu kami dalam kebisuan tanpa komunikasi. Bahasa mata menandakan ada sesuatu yang ingin di ceritakan seorang teman yang datang menghampiriku. Akh entahlah rasanya dunia ku dipenuhi dengan tebak-menebak. Suara riuh tangis anak-anak tak kami gubris lagi. Biarlah mungkin itu nada-nada cinta Tuhan yang tak pernah kami minta tapi ternyata menghibur juga.
                Dalam berkomunikasi hal yang paling sulit adalah mendengarkan. Dan bagi orang secerewet saya ini sangat sulit. Bagaimana tidak rasa ingin mendominasi pembicaraan selalu ada. Namun mau tidak mau didikan dari psikologi memang sering kali memaksa saya untuk diam dan mau mendengarkan orang lain ngobrol bercerita kesana-kemari yang ujung-ujungnya minta solusi dan parahnya solusi itu justru di temukan oleh dirinya sendiri. Tetapi tak apalah itu lah kehidupan memang sudah didesain semacam itu dan kita hanya perli kesabaran dan ikhtiar mengarungi kehidupan ini.
                Putus asa mungkin setiap orang pernah mengalaminya meskipun dalam bentuk paling sederhana. Semisal males bangun pagi atau yang lainya. Tono adalah sesok pemuda yang datang ke tempat saya dengan wajah yang bergembira. Tak pernah menyangka kalau  dia ternyata orang yang sukses bangkit dari hal yang bisa di namai negatif habbit.
                Dia menceritakan masa lalunya yang begitu panjang dan lebar. Nah loh jadi luas hehe.. iya dia menceritakan awal kenapa dia terpuruk dan sampai pada akhirnya dia harus berubah. Ya solusi atas senua permasalahan dalam hidup memang berubah. Berubah dari hal yang di rasa negatif ke arah yang lebih baik. Namun saya tidak akan menuliskan apa isi obrolan kami. Karena itu adalah rahasia dan komitmen kami menjaga kerahasiaan identitas atau isi curhatan beliau.
                Yang akan saya bahas pastinya akan sesuai dengan judul yang telah saya tulis diatas. Kenapa si saya malu sama angin, matahari dan sejenisnya yang tak pernah saya memohon ke Tuhan? Ini memang berawal dari pembahsan kami tentang kehidupan nya ini (TONO). Dari awal dia berbicara dia mengeluarkan mungkin lebih terlihat seerti khadist atau penggalan ayat “Tuhan mengasih apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan”. Dari pengulangan kata-kata itu saya memang sambil mendengarkan sembari sesekali memikirkan kata-kata itu.
                Ternyata kata itu justru sangat keliru dan saya juga ternyata selamaini menggunakan kata itu untuk menasehati orang lain. Semoga Tuhan mengampuni kedunguan saya ini. Ternyata tidak sama sekali. Tuhan justru memberi apa yang kita inginkan, apa yang kita butuhkan dan apa yang tak pernah kita inginkan (pinta dalam doa). Ini yang membuat saya begitu malu dengan matahari, dengan angin.
                Angin dan mentari selalu ada untuk kehidupan kita. Kita tak pernah memohon ke Tuhan minta sinar matahari atau minta angin. Angin, matahari dan lain sebagainya selalu saja di berikan oleh Tuhan tanpa kita meminta. Saat pagi hari kita tak pernah meminta di bukakan mata tapi Tuhan memberikan kekuatan untuk kita buka mata kita. Bagaimana? Masih malu? Masih tidak yakin dengan rencana Tuhan? Mohon dan teruslah memohon masing-masing.
                Semoga sedikit ini memberikan pencerahan kita, memberikan pemahaman kita akan sesuatu hal. Jangan mudah terkecoh, jangan sombong dan lain sebagainya sikap negatif.

Saturday, February 16, 2013

Hidupku gak tenang di era Modern

0 comments
Dizaman yang serba canggih dan modern ini rasanya kebahagian manusia makin terkebiri oleh hal-hal yang bersifat tak nyata. Manusia makin di sibukan dengan segala hal yang berbau teknologi dan manusia juga di batasi ruang geraknya untuk berdiri sendiri seutuhnya. Manusia di tuntut untuk ikut mengikuti arus zaman yang mau tidak mau memaksa manusia untuk bertingkah seperti orang modern.

Manusia sekarang rasanya aneh kalau ditanya punya facebook atau twitter? Kemudian jawab tidak punya. Manusia terlihat sangat pahpoh atau sangat ketinggalan ketika ditanya nomor handphone dan dijawab gak punya handphone. Iya itu kenyataan yang mau tidak mau harus di tanggung oleh manusia di abad 20 an ini. dengan kata-kata modern manusia benar-benar merubah segala tingkah lakunya atas nama modern.

Sebenarnya ini semacam permasalahan kejiwaan. Iya karena secara tidak sadar manusia mengikuti perkembangan zaman itu tanpa mau menyadarinya. Hanya ikut trend dan life style. Kalau begitu alasanya benar sekali itu merupakan permasalahan kejiwaan. Permasalahan mental yang seharus dan baiknya di selesaikan. Bayangkan saja misalnya seorang yang berpengahsilan pas-pasan uangnya habis untuk beli pulsa hanya demi membalasi sms atau sekedar like status orang. Secara keuntungan apa yang di dapat? Menjalin persaudaraan? Menjalin hubungan ke orang lain secara maya? Terus yang nyata di tinggalin?

Terkadang saya sendiri juga merasakan betapa kita begitu kecanduan dengan hal semcam itu. Sehari tidak membuka facebook atau twitter itu rasanya kaya tidak tenang. Kalau handphone ketinggalan sudah seperti orang kebakaran jenggot, gelisah padahal tidak ada orang penting yang bener-bener penting yang hendak menghubungi. Permasalahan ini juga kan yang saya yakin mendera anda-anda semua. Terutama yang mengaku sok modern, ikut perkembangan zaman.Padahal jujur saja tanpa facebook, twitter atau handphone kita masih bisa hidup.

Kita ini memang cenderung menjadi pribadi yang suka sok mengikat-ikatkan segala hal. Kita menjadi pribadi yang sering kali di buat-buat pebuh dengan kepalsuan. Bisa dibayangkan untuk menulis status saja kita membutuhkan waktu yang lama agar terkesan bijaksana atau keren. Motiv dan tujuan utamanya apa sebenarnya kita itu melakukan hal semcam itu? 

Ketenangan dan kebebasan kita saat ini memang benar-benar sedang perlahan terenggut oleh kemodern zaman. Entah karena kita yang terlalu over menerima semua kecanggihan ini? Atau memang sudah saat nya kita menjadi manusia-manusia yang tak berkualitas? Entahlah yang jelas alasan itu ada pada masing-masing kita. 

Pada dasarnya modern itu mempermudah manusia untuk melakukan segala sesuatunya dengan cara yang bisa di bilang cepat dan mudah. Modern mencoba membuat kehidupan manusia terfasilitasi untuk melakukan segalanya dengan lebih baik. Namun ironisnya benar-benar berbalik 180 derajat. Apakah kita yang suka menyalahkan artikan sesuatu hal? Kita memang cenderung salah kaprah,? 

Saya mencoba mengkomparasikan kehidupan sekarang dengan zaman dahulu. Dahulu orang kalau sednag diajak ngobrol focusnya itu tinggi dan ngobrol dengan sepenuh hati. Pikiran dan perasaanya tercurahkan pada lawan ngobrolnya. Sehingga komunikasi yang terjalin begitu kuat. Namun bayangkan sekarang orang sedang diajak ngobrol serius saja masih di selingi dengan bunyi sms atau sejenisnya. Hal semcam ini bukan saja dilakukan orang yang secara latar belakan pendidikan rendah tetapi orang-orang yang notabene berpendidikan tinggipun tak mampu mengkontrol hal semcam ini. Saya sendiri contohnya dan anda bisa jadi lebih parah.

Orang sekarang kalau duduk pasti yang dikeluarkan bukan omongan tapi handphone, pencet sana pencet sini padahal kosong. Anda sering melakukan hal semacam ini? kalau iya berarti kita sama. Iya sama-sama hidup tidak tenang di zaman modern. Kalau orang dulu ketika sendirian mereka menatap alam dan belajar dari alam. Sekarang yang dilihat handphone, saya kira lama-kelamaan orang lupa arah karena yang dilihat hanya benda kecil itu saja. 

Bentuk-bentuk pelarian diri ini yang kurang mampu di sadari oleh kita terutama sebagai kaum muda. Padahal kalau saja kita mampu menyadari hakekat setiap kemajuan zaman kita akan lebih tanggap dan mampu mempergunakan segala sesuatunya sebagaimana semestinya. Kenyataannya dan kenyataanya?? sekian semoag kita lebih sadar.

Sunday, February 10, 2013

Togel di Kaum Marjinal

2 comments

Togel adalah judi yang cukup fenomenal di negeri ini. Dari berbagai jenis judi barang kali togal inilah yang cara bermainnya cukup mudah dan menghasilkan banyak uang kata sebagian yang jadi maniak judi. Hanya dengan memasang uang yang yang jumlahnya relative sedikit kemudian akan bertambah jadi banyak dalam sekejap hanya dengan menebak atau pasang nomer. Seandainya nomernya yang di tebak bener maka uang akan kembali dalam jumlah besar. Kalaupun salah biasanya mereka tidak terlalu merasa kecewa karena yang dipasang biasanya uangnya sedikit.

Judi menang suatu hal yang tidak diperbolehkan oleh agama dan hukum yang ada di Indonesia ini. Apapun itu jenis nya judi tetap merupakan suatu aktivitas illegal yang harus di brantas di negeri ini. Judi hanya akan membuai orang dengan ekpektasi yang begitu luar biasa. Padahal dalam lagu Rhoma Irama, di tuliskan berjudi hanya membuaikan si miskin, dan memelaratkan yang kaya. Jadi sama-sama NOL hasilnya. Namun prakteknya sampai sekarang perjudian masih subur keberadaanya, baik yang tersembunyi atau yang terang-terangan di publikasikan lewat online seperti judi bola. Namun apa jadinya jika judi itu dilakukan oleh kakek umur 90 tahun? Iya togel ternyata cukup membuat si kakek di buai harapan yang begitu tinggi.

Sebut saja mbah Dum, mbah dum adalah satu dari sekian orang yang berprofesi sebagai peminta-minta di sepanjang jalanan Marioboro. Perjumpaan saya dengan mbah dum cukup berkesan pasalnya mbah dum tampak seperti seorang Syeh. Denga bertopi, membawa tas, berkopiyah dan berjenggot yang ukuranya sangat panjang untuk ukuran kakek-kakek. Perbincangan kami bermula saat mbah dum duduk kelelahan di sebuah tempat duduk yang memang di sediakan pemerintah daerah di sepanjang jalanan Marioboro. Saya menghampiri mbah dengan rasa penasaran yang luar biasa. Saya sempat di ceritakan kalau ketemu orang yang tua di marioboro bisa jadi itu akan mengajarkan mu kehidupan. Mitos itu tiba-tiba muncul di benakku untuk mendekati mbah itu. Dengan basa-basi saya mulai membuka obrlan sore hari itu dengan si mbah. Dengan bahasa kromoku yang blebotan saya mulai berkenalan dan bercerita kepada mbah. Hal yang pertama bikin aku mengkerutkan dahi dan membuka mata lebar-lebar adalah ketika mbah menyelodoriku dnegan ktp nya. Bagaimana tidak ternyata mbah itu lahiran tahun 1923. Usia yang sangat tua namun masih sanggup berjalan-jalan sepanjang jalan Marioboro. Kita saja barang kali yang masih muda bolak bali sekali saja sudah cukup membuat kita mandi keringat. Padahal mbah dum melakukanya setiap hari dan bisa sampai 2 sampai 3 kali bolak balik.

Usia 90 tahun di negeri ini rasanya sangat jarang kita jumpai. Kalaupun ada biasanya tergampar di rumah sakit atau panti jompo dan diurusin sana sini oleh perawat. Namun mbah dum masih bersemangat mencari nafkah. Memang bagi sebagian orang mengemis adalah perbuatan yang memalukan. Tapi tidak bagi sebagian yang lainya,tuntutan kehidupan selalu memaksa orang untuk harus berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam piramida maslow pun untuk mengaktualisasikan diri kita perlu memenuhi kebutuhan dasar kita berupan fisiologi seperti makan dan lainnya. Bukanya tanpa alasan mbah melakukan profesi seperti itu. Alasan utamanya karena di usianya yang sudah tua dia tidak mampu lagi untuk melakukan pekerjaan yang berat. Profesi sebgai tukang sol sepetu ia tinggalkan semenjak di tinggal istrinya di usia 80 tahun. Hidup dengan keponakan dan bukan dengan anak bukan juga menjadi pilihan namun mbah menyadari mau tidak mau harus menikmati pilhannya. Jadi setiap hari beliau mencari nafkah dengan meminta-minta, dan menunggu uluran tangan dermawan yang mau memebrinya.

Mbah dum barang kali merupakan sosok yang sangat bisa mengikuti modernisasi zaman. Saya rasa ketika datangnya togel usia mbah dum mungkin masih di kisaran 70 an. Namun yang menjadi pertanyaan siapa yang mengajarkan kakek rentang ini judi semcam itu? Itu pertanyaan yang pertama kali muncul ketika dia menghampiri seorang perempuan dan ngobrol sejenak. Setelah itu saya tanya “nopo mbah, keponakane nopo?” (kenapa mbah, itu keponakannya?). Dengan nada lirih dia bilang saya masang mas. Batinku sudah menduga togel ini, ternyata benar mbah ini masang togel. Sungguh ironis ternyata judi itu benar-benar menjalar dari semua lapisan masyarakat hingga kaum marjinal seperti mbah tadi. Kalau dikatakan hebat cukup hebat mbah du mini, dia cukup punya banyak uang entah sumbernya dari mana saja. Dalam dompetnya terdapat uang yang jumlahnya hampir satu juta lebih. Dan dia juga menunjukan seratusan ribu di kopiah hitamnya baru ada yang mengasih tadi katanya pelan. Ternyata usia 90 tahun masih paham uang juga ini mbah.

Kalau dipikir-pikir tujuan dan maksud mbah itu apa ikut judi seperti itu? Kalaupun menang buat papa uangnya diusia yang sudah sangat tua itu. Kembali saya menyimpulkan rasanya judi itu lebih sudah menjadi gaya hidup sebagian orang. Dan konyolnya mbah juga terpengaruh.  Orang yang sudah sangat tua yang saya rasa dia tidak mengetahui kalau itu judi, namun cekokan dan lingkungan membawanya mengikuti gaya semacam itu. Harapan dan buaian membawanya mau tidak mau untuk mencoba hal semacam itu untuk bisa setidaknya bisa santai kalu menang. Bagi mbahs aya kira itu arisan atau gak undian berhadiah.

Kepolosan dan keteguhannya menjalani hidup memang perlu kita contoh. Dengan kondisi apapun dia tetap semangat dan  mau berjuang mencari nafkah. Meski kadang dengan berharap belas kasihan orang dan suka agak di lebay-lebayin bahasa anak sekarangnya. Yang mulai dari jalanya begitu pelanlah, berpakaian kotor dan lesuh lah. Padahal dia bilang ke saya kalau pulang ganti baju kerena malu. Dan jalan seperti itu juga terpaksa, aslinya dia bisa berjalan lebih cepat dari itu. Tuntutan zaman kadang begitu kejam, begitu keras kakek yang harusnya beristirahat dan menikmati masa tua harus hidup dengan penuh dengan kepura-puraan. Tetapi nyatanya hidup memang seperti itu, dan saya dan anda barang kali lebih berpura-pura lagi dalam emnajalani kehidupan ini.

Thursday, February 7, 2013

Akankah ilmu bergerak menuju titik Nol?

0 comments


Pada saat saya masih SMA guru lulusan filsafat UGM menjelaskan kepada saya, bahwa ketika guru menjelaskan kepada siswanya hanya beberapa persen saja yang bisa dipahami. Kemudian ketika kelak siswanya jadi guru akan menjelaskan kepada siswanya lagi, dan siswanya lagi akan menangkap beberapa persen lagi. Saat itu saya sudah berusaha menyimpulkan akh masa ilmu bergerak ke titik nol? Namun perjalanan hidup mengantarkan saya lebih memahami hal tersebut.
Saya merasa kini ilmu benar-benar sedang berjalan di treck yang menuju ke titik nol. Bayangkan saja minat baca manusia di era sekarang sangat rendah. Terutama di negeri ini tingkatan pelajar dan mahasiswa pun minat bacanya begitu rendah. Kaum muda-mudi negeri ini lebih suka membaca status di facebook atau media sosisal lainya ketimbang membaca buku yang mampu menopang keilmuannya. Saya sendiri merasakan begiti akutnya canduan saya terhadap media social. Hampir setiap hari tak pernah luput untuk membuka media semaam itu. Tetapi untuk membuka buku bisa dihitung jari dalam tiap bulanya.
Tingkat pergerakan ke titik nol ini makin ditunjukanya dengan adanya sebuah website yang dengan menulis sesuatu yang kita inginkan akan muncul disitu. Akhirnya timbul genarasi copy paste. Sayapun parahnya mengikuti hal semacam itu. Generasi cpy paste ini rasanya sudah menjadi habbit bagi sebagian kalangan intelek negeri ini. Hal yang instan sangat mudah digandrungi ketimbang yang memerlukan proses panjang. Rasa-rasanya juga proses tiada lagi dihargai oleh sebagian manusia negeri ini. Semuanya serba ugal-ugalan serta cepet-cepetan, bayangkan saja di jalanan anda bis amerasakan betapa manusia itu begitu tergesa-gesa. Semua menggeber laju kendaranaanya dengan begitu cepat.
Pada era zaman dahulu kwalitas seorang guru ataupun dosen begitu terlihat berkwalitas. Bayangkan sekarang bisa dirasakan sendiri, untuk memberikan materi saja terkadang seorang guru mending menyerahkan ke murid mencatat atau mengcopy. Kalau dosen hanya memberikan presentasi dan itu hanya di baca tanpa mampu menjabarkan point penting yang mestinya di tekankan. Ketika disuruh membeli buku, buku yang ada terkadang justru buku yang memiliki bobot apapun sebagai penunjang keilmuan kita. berbagai kasus bukanya pernah kita jumpai, cerita porno dimasukan pada buku SD, atau gambar artis porno yang dimasukan di buku kerja siswa. Terus kalau guru sudah tak lagi berkwalitas kemudian buku yang ada juga tak berkwalitas, bukankah ilmu ini kian menuju ke nol?
Beruntungnya orang diera zaman sekarang sudah difasilitasi, berasa sudah tidak perlu research jadi kalaupun berkarya tinggal develop. Jadi ide dan kreativitas kita mengendap ditataran ide kosong tak terealisasi. Karena di era sekarang memang mau tidak mau kita di tuntut mengikuti arus zaman yang kian menggila. Kita kita hendak mengembangkan ide kita hanya diolok-olok sudah seperti itu tak dianggap. Jadi mental yang sudah terbangun akan gugur ketika kita tidak membentengi diri kita dengan suatu hal mampu memproteksi kita.
Penemuan-penemuan di zaman sekarang sudah begitu jarang, semuanya hanya bermain ditataran mengembangkan. Padahal secara kemampuan mungkin saja manusia sekarang dan mnusia dahulu secara kemampuan sama. Namun torehan manusia zaman dahulu berbeda jauh dari manusia sekarang. Bisa dihitung jari manusia yang mampu menemukan suatu hal yang berbeda diera sekarang, dan rasa-rasanya juga tidak kedengaran penemuan baru. Entah karena berita sekarang lebih mengekspose kasus-kasus yang tidak menekankan titik kejayaan namun sebaliknya kehancuran. Berita korupsi seakan menjadi tren baru dunia bisnis berita negeri ini. Krimininalitas menduduki peringkat kedua berita, disusul politik yang makin kacau balau tak jelas arahnya. Kemudian disusul berita positif selain sosok, juara lomba, ataupun memperkeanalkan kuliner itupun hanya di akhir berita dengan durasi waktu yang sedikit.
Manusia cerdas, pintar dan berkemampuan kurang diharghai di negeri ini. Jadi jangan heran ketika yang berkualitas pergi meninggalkan negeri ini. Ujung-ujungnya keilmuannya bergerak ke titik nol, pelajaranya sibuk dengan pacaran, narkoba dan tawuran. Kalaupun ada yang berprestasi hanya 1:100 ribu mungkin. Itupun hasil kerja kerasnya sendiri dengan belajar keras dan lain sebagainya. Kalau saya analogikan secara sederhana, ketika ada satu gayung kemudian di berikan apakah akan dapat satu gayung juga? Saya rasa tidak, begitupun dengan kwalitas pendidik, kwalitas pemberi pembelajaran. Jika mereka hanya mempunyai kemampuan begitu sedikit maka yang akan diserap oleh siswanya pun juga sedikit.
Sebagai generasi muda saya ingin megajak diri saya sendiri untuk terus berkarya dengan sebisanya kita. tingkatkan kwalitas kita agar keberadaan kita juga mampu membawakan kebaikan kepada alam ini. Kepada dunia ini, kepada bangsa ini, dan kehidupan masing-masing kita ini. Yang bercita-cita luhur sebagai guru, belajar yang tekun agar kelak dapat memberikan sesuatu yang lebih baik terhadap generasi berikutnya. Karena kalau ilmu ini dibiarkan ke titik nol kita akan kehilangan nilai-nilai moralitas, nilai-nilai luhur. Sebagai contohnya bahasa kromo alus, kromo inggil jadi bahasa asing bagi sebagian anak muda jawa, padahal itu bahasa yang emmiliki nilai moralitas yang begitu agung. Akan kita juga akan membiarkan itu terjadi juga di ilmu pengetahuan, agama ataupun yang lainya? Saya yakin hati nurani kita pasti menolak membiarkan hal semacam itu terjadi.

Wednesday, February 6, 2013

JANGAN DI BUNGKUS TAPI DI TUTUP

0 comments

Beberapa hari yang lalau saya secara tidak sengaja membaca sebuah status seorang wanita yang mengeluh. Alasan yang dijelaskan disitu karena ada yang menghujatnya karena dibilang sok suci, karena hijab atau jilbabbnya. Dengan menyebut nama Tuhan dia meluapkan emosinya, dalam hati sebenarnya saya ketawa. Kok bisa ya marah-marah dengan mebawa-bawa Tuhan. Tuhan memang terserah hendak kita bawa kemana tapi setidaknya kita lebih melihat situasi dan kondisilah.

Diera seperti sekarang memang tidak dapat dipungkiri bahwasanya tempat mengeluh, tempat berdoa, tempat curhat, tempat cari perhatian telah berpindah ke media-media social. Saya sendiri temasuk orang yang suka berkata-kata di media social modusnya tidak jauh dari pengen dilihat orang lain. Mungkin anda juga termasuk, atau bahkan bisa lebih lebay dan lebih parah? Kita terkadang lupa mandi hanya karena balesin mention atau komentar orang lain, baik di facebook ataupun twitter dan media yang lainya. Terlalau lebay mungkin bahsa saya tapi memang ada orang yang sampai seperti itu. Kalau anda pernah mendengar lagu online nya saykoji mungkin itu gmabaran parahnya online sudah menjadi seperti barang candu.

Namun saya terkadang memang suka kesel melihat orang yang berdoa di media social. Iya memang benar kalau Tuhan bisa merealisasikan apapun keinginan hambanya. Tapi ini konteksnya berdoa yang baik loh. Saya pernah membaca Ihya ulmudin karya Imam Al-Ghazali adab berdoa itu tidak ada di media social? Kalau kita mau flashbeck zaman dahulu orang tidak pernah berdoa di surat bukan? Bisa dikira orang gila nanti melakukan hal semcam itu? Namun sekarang benar-benar terjadi barang kali memang orang di dunia ini memang sudah gila semua, termasuk saya dan anda.

Kembali ke sebuah status wanita tadi, yang marah-marah seraya membawa-bawa nama Tuhan. Saya juga sempat berkomentar dengan nada marah juga membawakan suasana biar rame saja. Tapi makna yang tersirat dalam komentar saya mungkin tidak di pahami orang lain. Sehingga terlihat meluap-luap mendukung emosinya. Tidak bermasalah memang bila kita marah namanya juga manusia bukan? Ini pernyataan yang paling saya tidak suka namun saya juga sering bersembunyidisitu yaitu sifat manusiawi. Bukan karena apa, kalau sudah bilang kan manusiawi itu mentok, berakhir sudah. Iya karena memang sifat manusia tempat salah dan dosa, namun jika kita terus beralibi dan bersembunyi disitu ya parah juga bukan? Nanti korupsi di bilang manusiawi, karena tempatnya salah. Nanti zina, memperkosa di bilang manusiawi juga karena manusia memiliki nafsu. Bubar saja dunia ini, bubar saja peradaban dunia ini kalau pandangan semacam itu sudah segitu parahnya. Semoga saja memang tak pernah terjadi hal semcam itu.

Sebenarnya jika kita mau membuka hati dan oikiran kita untuk menerima dulu hal tersebut kita tiada akan pernah marah. Kebiaasaan kita itu kan suka terburu-buru menolak, terburu-buru untuk memasukan dalam hati bukan pikiran. Ini yang membuat kita, bangsa kita mudah sekali tersulut emosinya. Coba saja kalau wanita yang nulis status itu mau menerima dulu dan mengolahnya di pikiran atau logikanya. Siapa tahu Tuhan sedang emnunjukan jalan untuk kita sadar dengan sifat kita. siapa tahu memang sifat aslinya kita seperti itu. Tampak baik tapi dalamnya busuk, bisa jadi bukan? Diri kita ini kan diri yang paling bisa bersembunyi dibalik tumpukan kebohongan kita benar tidak? Anggap saja kalau ada orang yang menghina kita itu sebagai koreksi. Tidak semua apa yang dikatakan orang yang membenci kita itu salah barang kali ada benarnya juga bukan? Pepatah itulah yang seharusnya kita pegang, sehingga kita tiada mudah sakit hati ataupun tersinggung. Bukan kah yang mengerakan bibir dan hati orang yang menghina kita itu Tuhan? Tentunya itu penyadaran buat kita agar kita sadar, kalaupun kita tidak salah agar kita sabar.

Sok suci, sok benar, sok baik, memang kadang menyakitkan kalau kita rasakan kalau kita mbudeg micek (Cuek). Cuek dalam artian kita mengabaikan begitu saja tanpa mau mengambil hikmahnya, namun tetap kita mau mendalami apa yang dikatakan orang kepada kita. namun jangan dirasakan teralalu mendalam apa lagi menimbulkan kebencian dan dendam. Dalam berhijab bagi wanita memang hal yang begitu sensitive apa lagi bagi wanita-wanita yang nota bene belum di tempa dengan kuat. Banyak orang yang berkata jilbabin dulu hatinya baru diluarnya. Ini juga jelas saya tidak setuju sekali, hati masa di jilbabin otaknya kebelinger kemana coba? Hati itu organ dalam yang berfungsi memfilter racun yang masuk ke dalam tubuh kita. kalau secara kejiwaan lebih untuk merasa. Hati kita semua itu akan selalau naik turun dalam menyikapi semua persoalan. Kebaikan seorang manusia juga melalui tahapan. Kalau yang namanya berjilbab itu kewajiban menutup aurat, anda sendiri mungkin tahu konsep kewajiban bukan?

Kewajiban menutup aurat itu yang harus dipahami, bukan kewajiban menutup hati. Stidaknya ketika telah menutup auratnya telah terlepas dari dosa bukan? Kalau ditataran agama. Namun kalau ditatataran social bisa terhindar dari yang namanya pelecehan seksual bukan? Masalah hati mau bener atau tidak itu bisa diselami sendiri-sendiri sudah bener belum. Kalau belum yang diperbaiki,  kalau sudah ya ditingkatkan bukan? Jangan mudah terbakar emosilah untuk menerima hujatan orang lain. Anggap saja dia dikirim sang maha kuasa untuk menggampar dan menyadarkan.

Di zaman yang serba modern saat ini memang saya sendiri suka binggung dengan pola pikir wanita-wanita terutama di negeri kayangan ini. Saya kira mereka sudah lulus dari SD namun mereka melupakan pelajaran SD dengan mudahnya. Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita sudah sering di beri tuga membedakan antara sinonim, antonym ataupun idiom. Tapi wanita di negeri ini sebagian kecil atau entah sebagian besar masih kebelinger mengartikan menutup dan membungkus. Dua kata itu bukanlah sinonim. Malah lebih ke antonym atau lawanannya secara makna. Membungkus secara terminologi bahasa berarti memasukan sesuatu kedalam suatu benda yang mampu melindunginya namun bentuk dan isinya bisa terliaht, misalnya saya membungkus kotak biasaya akan terlihat itu bentuk kotaknya.  Saya membungkus bola saya pun harus menyesuaikan bentuk bola. Meskipun ada yang bentuk kota namun jarang. Begitupun dengan tubuh wanita kalau hanya membungkus meskipun berhijab, lekuk tubuhnya itu justru kelihatan jelas. Apa lagi sekarang makin menggila, celana tipisnya kaya plastik dipakai, terus lengannya pendek diatasnya berjilbab. Bukannya saya menghakimi, saya kalau ada orang seperti itu justru saya tertawakan bukan karena saya sok tahu agama. Tapi lebih cenderung ke mode atau gayanya. Itu terlihat aneh dan jadi hiburan tersendiri. Cuma mbati saja semoga disadarkan seperti itu.

Tren pakaian semacam itu kan seakan menjadi tren center mode terbaru, parahnya dilakukan oleh banyak orang. Tidak dapat dipungkiri laki-laki itu mata nya suka melihat hal-hal semcam itu, coba kalau otaknya tertinggal dirumah/gak sadar? Yang terjadi seperti kasus yang marak di india. Saya rasa keduanya diposisi yang salah wanita salah dan lelaki juga salah. Alsan bisa anda pikir sendiri-sendiri.

Kemudian kita berbicara menutup, konteks menutup itu lebih baik dari membungkus. Kalau menutup itu bentuk barang yang kita tutup tidak terlihat bentuknya secara jelas. Setidaknya dalam berbusana tidak jelas-jelas amatlah bentuk-bentuk yang sekiranya sering dipandang sensitive.

Semoga lelaki negeri kayangan ini mampu menempatkan diri dan mau menyadari betapa berartinya wanita. Kalaupun sekarang diposisi yang salah kembali dan rubah apa-apa yang salah. Belum terlambat untuk merubah hal yang sekiranya buruk. Kalau yang pacaran yang model pacaranya kaya ayam di rubahlah. Bagi wanita yang sekiranya masih belum mampu menutup auratnya setidaknya berpakaian yang selayaknya manusia bener. Jangan kalah sama orang gila dijalanan, orang gila dijalanan saja pakainya tertutup dan longgar masa yang normal malah kebalik? Kan aneh juga. Dan lelalaki atau perempuan jangan lah mudah menghakimi satu sama lain di muka bumi ini. Cukup dilihat dan di doakan kalau sekira nya kita mapu mensehati. Jangan malah menghujat dan membuat orang lain semakin down atau putus asa. Janganlah biasakan diri kita menggunkan pengetahuan kita hari ini untuk menilai orang lain hari esok itu sangat berbahaya. Karena setiap hati akan dengan mudah berubah, setiap jiwa memilki kepekaan untuk terus bergerak kea rah ebaikan. Karena manusia esensinya tiada akan pernah berada pada suatu titik saja.


Tuesday, January 29, 2013

Aku Berbeda dan Aku Bahagia

0 comments


Partick dalam serial kartoon spnsbob squrepant adalah sosok konyol dalam melakukan kesehariannya. Dia selalu tidak nyambung ketika diajak ngobrol oleh temennya sponsbob. Iya saya rasa memang itu strategi perfilman. Apapun itu saya pernah mendengar dan mengutip kata-kata petrick yakni “aku jelek dan aku bahagia”. Kata-kata itu terngiang-ngiang saja di kepalaku, kok dia bisa segitu hebarnya mensyukuri nikmat Tuhan?

Banyak sekali orang yang ingin tampil sempurna dimata umum dengan melakukan hal-hal yang justru merusak organ-organ tubuhnya. Padahal jika mau sedikit mau melihat yang terdalam mungkin akan menemukan suatu hal yang memang sudah sepantasnya membuatnya tampak sempurna. Bukan dengan operasi implant atau silicon untuk memperbesar dada. Atau operasi wajah (operasi plastik) untuk membuat hidung mancung dan yang lain sebagainya. Kemudian dampak jangka p-anjangnya tubuh atau organ tubuh yang diperlakukan seperti itu akan mengalami kerusakan. Terus siapa yang merugi kalau bukan diri sendiri?

Aku berbeda dan aku bahagia sengaja saya tulis untuk untuk memberikan gambaran, betapa kita yang hidupnya bisa di bilang sempurna tetapi masih kurang bahagia. Kita begitu sering mengkebiri kebahagiaan kita sendiri dengan alasan-alasan yang tidak memiliki kebijaksanaan sama sekali. Padahal diluar sana orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita mampu hidup dengan kebahagian jauh dari kita. mereka selalu ceria menikmati setiap denting waktu yang di berikan Tuhan. Tidak ada waktu untuk bersedih meratapi nasib atau jalan hidup yang memang sudah digariskan. Mungkin kesadaran menyelami ayat-ayat Tuhan mereka jauh lebih baik keteimbang kita yang hanya sekedar tau teori nol aksi atau praktek. Kita begitu sering membeli dan membaca buku-buku tentang strategi kehagiaan, statement kebahagiaan, buku-buku motivasi. Tetapi giliran mendapatkan hal yang tidak sesuai kita langsung mutung dan menggerutu.

Hari minggu tanggal 27 Januari 2013 kemarin saya sempat mengunjungi sebuah panti yang anak-anak nya hampir semuanya mengalami cacat ganda. Mungkin ini petunjuk Tuhan kepada saya untuk lebih menyelami kehidupan. Saya tidak pernah berpikir ini suatu kebetulan. Pada bulan lalu saya sempat tidak ikiut acara bareng temen-temen yang rutin ke panti. Bulan ini hampir saja tidak ikut karena rasa penasaran saya dengan nenek yang punya motivasi dan semnagat tinggi. Nenek yang  bagi saya punya rasa syukur yang tinggi. Sahabat saya yang tadinya hendak menyumbang pakaian saya arahkan ke nenek itu karena beliau lebi membutuhkanya. Nenek yang sering aku ceritakan kepada orang yang ngeluh dan curhat tentang hidupnya. Meskipun janji saya dengan temen saya hari minggu namun Tuhan berencana lain, saya rasa memang suatu petunjuk yang harus aku pahami. Semua kegiatan yang direncanakan hari minggu selesai hari sabtu, dengan bertemu orang yang berbeda dan bahagia. Dan hari minggu nya saya memang dikejutkan dengan kondisi panti itu. Tiba-tiba temen yang biasa ngisi mempasrahkan ke saya untuk membawakan acara sore itu.

Sampai di panti saya dan temen-temen Miracle of Giving kaget didatangi anak dan berlaga yang aneh-aneh. Untungnya saya sudah pernah main-main ke SLB jadi sudah sedikit mengenali anak-anak seperti itu. Anak-anak dipanti semuanya terlihat ceria dan bahagia selalu teriak dan tertawa lari sana sini. Kami datang disambut dengan sodoran tangan kenalan. Mereka begitu PD dan bener-bener sangat bahagia menurut pandangan saya. Saya sampai-sampai merasa malu sendiri dan seperti ditampar dan disadarkan. Membawakan acara saja saya begitu nervous, speechless. Saya merasa sedang berbicara di depan orang-orang yang hebat, orang-orang yang lebih ngerti hidup ketimbang saya. Iya mereka berbeda secara fisik namun jiwa dan ruhnya tetap sempurna sebagai ciptaan yang agung. Mereka memang sengaja di kirim oleh sang maha kuasa bahwa stiap orang itu berbeda namun hak untuk bahagia itu milik semua insan tidak terkecuali dan tidak tebatas.

Kata temen saya bahagia itu pilihan, namun sebenarnya bahagia itu anugrah dari Tuhan. Iya anugrah bagi semua mahluk ciptaan Tuhan yang ada dimuka bumi ini. Kita tiada pernah memiliki kapasitas untuk memilih kita hanya menapaki jalan yang sudah dituntunkan sebagai jalan. Kalaupun tersesat itu lebih karena kita tidak mau mengikuti treck yang semesetinya. Itu bukan berbeda namun kebelinger kalau sudah di tataran jalan kebenaran. Karena hakekatnya Tuhan itu selalu bermain peran disetiap pertemuan dan perpisahan, kebahagiaan dan kesedihan.kalaupun berbeda opini ini, apapun itu sekali lagi itu hanyalah ditataran konsep yang terpenting intinya mampu bahagia.

Sudah sepantasnya kita selalu bahagia dengan apapun perbedaan kita dengan yang lainya, karena sekali lagi berbeda tapi bahagia. Bahagia ku juga bahagiamu, nahagia mereka dan semuanya. Karena perlu diktahui rasa bahagia itu sama. Mau kau kaya, miskin, presiden, pemulung, dan lain sebagainya itu sama. 

Wednesday, December 5, 2012

Masih untuk Si kecil san Kholik adiku sayang

0 comments
Adiku sedang apapun kalian sekarang mas kangen kalian berdua. Kalianlah yang membuat mas melek dan harus terus bersemangat menjalani hidup ini. Adik-adiku saat ini kita adalah manusia yang memang dikirimkan Tuhan untuk menunjukan kepada dunia bahwa kita adalah manusia yang luar biasa. Tidak pernah ada anak seusia kalian mampu berpikir bijak. San kau yang masih SD senyumu dan kecuekan mu adalah kebijaksanaan yang luar biasa. Kholik si ganteng yang berhati baik dan sosok lelaki tegar yang di berikan Tuhan. Kalian adalah mutiara dan intan yang akan selalu menjadi mutiara dan intan dimana pun kalian berada.

Adiku yang baik hatinya, masih ada waktu begitu banyak kedepan untuk menjadi pribadi yang luar biasa. Dan kali ini sedang coba kalian lalui bersama-sama mas, ibu dan ayah. Apapun yang Tuhan limpahkan kepada kita semuanya adalah ilmu semuanya adalah pelajaran agar kita mampu tegar dan berjuang di jalan Tuhan memperbaiki sikap. Memperbaiki kualitas diri kita agar kita mampu berdiri sedang yang lain terponggoh-ponggoh menjalani kehidupan.

Adiku kalian sudah setahap lebih tinggi dari mereka yang melalui kehidupan ini dengan biasa saja. Adiku kalian telah mampu menjadi teladhan bagi mereka yang tak paham akan rasa hidup. Adiku bersama kalian kita bawa kehidupan ini menjadi lebih baik dan lebih baik.


Adiku tidak ada yang bisa membuat kita lebih berharga kecuali kita mampu melewati setiap kesulitan yang kita hadapi bersama. Rasa sedih, duka lara, itu hanyalah rasa dan akan nampak seperti itu sampai kapanpun yang perlu di gari bawahi selain rasa itu ada rasa bahagia yang di berikan Tuhan sebagai penyeimbang. Bahagia itu mudah dan sangat mudah, setiap saat kita mampu menemukanya dengan tetap bersyukur dan berdiri bahwa kita mampu.

Adiku percayalah di seribu masalah yang menghadang kita di situ Tuhan menyiapakan lebih dari 2000 solusi dan jalan keluar yang akan embahagiakan kita. Tetap semangat, mas sayang kalian..

Saturday, December 1, 2012

Aku dan jiwa-jiwa yang ku cintai

0 comments
Aku dan jiwa-jiwa yang ku cintai
Malam ini sunyi begitu terasa di kamar dan tempat tinggal kostku yang sempit. Entah apa yang hendak dan sudah terjadi di hidupku? Akhir-akhir ini saya sering merasa menjadi budak syetan. Kegelisahan datang silih berganti bagaikan angin yang bergerak tanpa arah. Semuanya seperti dikendalikan oleh jiwaku yang kian lemah dan hatiku yang makin membusuk karena kekecewaaan yang sengaja ku buat. Memang tak semestinya itu dihadiahkan kepada jiwa yang masih tak tahu arah kemana harus berlabuh dan pergi jauh.
Mestinya di sadari, mestinya diantisipasi kehidupan ini. Harusnya ku bawa pergi jauh saja kehidupan ini yang masih dalam penempaan. Namun bohong sekali ketika ku berlari semua berubah menjadi lebih baik. Aku bersama jiwa-jiwa yang ku cintai masih tetap mampu tersenyum sebagai pelipur lara atas ketidak berpihakan kebahagiaan kepada kita. Kita jauh lebih tegar dan lebih mampu melihat dan merasakan yang terdalam dari kehidupan ini.




2 malaikat kecil itu masih sanggup berdiri dan berkata lantang tentang kesiapan mereka menjalani hidup. Mereka adalah jiwa-jiwa yang membakar api yang membara di hidupku. Pemberi motivasi kehidupanku agar aku dapat terus berjalan jauh lebih tegar dan lebih sigap mengarungi gelombang yang kian hari kian besar di kehidupan ini. Malaikat yang selalu teriak dan menyapaku halus di mimpi dan nyataku dengan sebutan “mas”.

Aku masih saja terkenang setiap dimensi yang ku isi bersama mereka hingga kini. Malakaikat yang jiwanya jauh lebih besar dari jiwaku sebagai yang pertama melihat dunia ini ketimbang mereka. Setiap emosi, manja, dan pertengkaran perebutan sesuatu hal yang selalu saja terngiang di dimemori otaku.
Adik-adiku kelak kalian akan mampu membawa perbaikan dimanapun kalaian berada. Kalian akan mampu membakar basahnya kemalasan, kalian akan mampu membengkokan kekakuan besi jiwa-jiwa yang rapuh di sekitar kalian. Adik-adiku setiap perkataan dalam doa yang ku samapaikan lewat hujan lewat sembahyang atau lewat senyuman ada semangat demi kalian.
Adik-adiku sayang baik-baiklah membaikan kehidupan ini, penyesalan dan kedukaan takan akan mampu mengembalikan air mata yang menetes atau senyum tang tersungging di bibir kalian. Tetaplah tegarkan langkah untuk sekedar menapaki jalan hidup yang telah menjadi qodo kita. Berbaktilah karena memang hanya itu tugas kita. Bersemangatlah karena di sana masih ada jiwa-jiwa yang hendak kau sadarkan. Bergembiralah karena di sana masih ada candaan yang Tuhan berikan kepada kalian. Berlarilah karena di sana masih ada harapan yang membuat kita hidup dan akan terus hidup. Terbanglah karena di langit masih ada bintang yang harus kalian petik.
Adik-adiku mas kangen duduk atau sekedar bercanda di bawah atap biru buatan Tuhan. Sehat selalu dan semoga Tuhan menguatkan hati kita. Semua akan cepat pergi dari kehidupan kita tanpa kita suruh untuk pergi.