Budaya Menjaga di
Negeri ini Rendah
Menjaga atau mempertahankan
sesuatu hal buklanlah perkara mudah namun pada hakekatnya manusia bisa
melakukannya. Setiap manusia di beri akal oleh Tuhan untuk berpikir dan
memikirkan ciptaan-Nya. Setiap manusia pada dasarnya memiliki sesuatu kekuatan
untuk menjaga sesuatu. Tidak terkecuali barang yang special atau milik sendiri.
Namun pada kenyataannya banyak
manusia yang seenaknya sendiri merusak fasilitas umum atau barang yang bukan
miliknya. Mereka seakan enggan untuk merawat fasilitas yang nota bene milik
bersama. Mungkin salah satu nya budaya menjaga bangsa ini rendah. Sehingga apa
yang tidak di senangi meski bukan milik nya bisa dirusak ataupun di
coret-coret.
Pada perjalanan saya menuju
kampus dan melewati tugu Yogyakarta yang baru di buka sepekan lalu itu, kemaren
siang saya melihat dinding yang melindungi sudah rentak dan bongkar. Sekitar
tugu Yogyakarta sekarang ada dinding kecil sebagai pembatas bagi para
pengunjung. Yang suka menaiki tugu dan membuat tugu kotor. Namun meskipun sudah
di pagar seperti itu ada saja manusia yang entah sengaja atau tidak yang pasti
dinding itu rusak. Selain itu juga merusak pemandangan sekali, karena kelihatan
banget tepat di bagian depan.
Saya tidak berusaha suudzon namun
memprediksi sepertinya mobil yang yang menabrak dinding tersebut. Namun yang
saya herankan jalanan di sekitar sudah di lebarkan andai saya mereka yang
membawa mobil saling menjaga ketertiban umum saya kira tidak bakalan ada acara
nyerempet dinding tugu segala.
Dalam kehidupan kita menjaga
segala sesuatu memang sangat di tekankan agar kedepannya anak cucu kita tetap
menikmati segala fasilitas yang ada. Baik itu alam semesta, budaya, nilai
moralitas dan lain sebagainya. Namun jika budaya menjaga ini sudah mulai lenyap
dari negeri ini tunggu saja saat yang tepat untuk melihat ketidak selarasan
hidup. Satu sama lain tidak lagi saling menghormati dan menghargai hak milik
umum/orang lain. Kalau sudah seperti itu kita mau apa?
Dalam kehidupan remaja atau
muda-mudi contohnya pacaran saja, pacaran kalau satu sama lain tidak menjaga
yang terjadi hamil duluan. Inikan sebenarnya masalah menjaga? Andai saja si
cowo mampu menjaga sic ewe saya rasa hal semacam ini tidak terjadi. Namun kenyataanya
banyak remaja kita yang melakukan free sex, aborsi dan lain sebagainya. Kembali
lagi karena itu tadi budaya menjaga kita masih sangat rendah. Kalau memang
merasa memiliki jaga dan hormati prinsip pasangan anda. Kalau memang tidak
merasa memiliki ya tinggal bilang saja itu akan jauh lebih bijak. Sekarang coba
bayangkan dari pada bilang cinta akhirnya Cuma membuat sengsara itukan
berlandaskan bukan kepemilikan namun lebih karena pengeksplotasian. Kalau memang
mau mencintai ya di jaga karena itu kan milik kita. Bukanya di rusak.
Marilah kita mulai menanam kan
kembali budaya menjaga kita. Kita tingkatkan lagi nilai-nilai moralitas yang
tertanam dan menjaga agar Indonesia tetap jaya.
0 comments:
Post a Comment