Thursday, December 27, 2012

Budaya Menjaga di Negeri ini Rendah

0 comments
Budaya Menjaga di Negeri ini Rendah
Menjaga atau mempertahankan sesuatu hal buklanlah perkara mudah namun pada hakekatnya manusia bisa melakukannya. Setiap manusia di beri akal oleh Tuhan untuk berpikir dan memikirkan ciptaan-Nya. Setiap manusia pada dasarnya memiliki sesuatu kekuatan untuk menjaga sesuatu. Tidak terkecuali barang yang special atau milik sendiri.
Namun pada kenyataannya banyak manusia yang seenaknya sendiri merusak fasilitas umum atau barang yang bukan miliknya. Mereka seakan enggan untuk merawat fasilitas yang nota bene milik bersama. Mungkin salah satu nya budaya menjaga bangsa ini rendah. Sehingga apa yang tidak di senangi meski bukan milik nya bisa dirusak ataupun di coret-coret.
Pada perjalanan saya menuju kampus dan melewati tugu Yogyakarta yang baru di buka sepekan lalu itu, kemaren siang saya melihat dinding yang melindungi sudah rentak dan bongkar. Sekitar tugu Yogyakarta sekarang ada dinding kecil sebagai pembatas bagi para pengunjung. Yang suka menaiki tugu dan membuat tugu kotor. Namun meskipun sudah di pagar seperti itu ada saja manusia yang entah sengaja atau tidak yang pasti dinding itu rusak. Selain itu juga merusak pemandangan sekali, karena kelihatan banget tepat di bagian depan.
Saya tidak berusaha suudzon namun memprediksi sepertinya mobil yang yang menabrak dinding tersebut. Namun yang saya herankan jalanan di sekitar sudah di lebarkan andai saya mereka yang membawa mobil saling menjaga ketertiban umum saya kira tidak bakalan ada acara nyerempet dinding tugu segala.
Dalam kehidupan kita menjaga segala sesuatu memang sangat di tekankan agar kedepannya anak cucu kita tetap menikmati segala fasilitas yang ada. Baik itu alam semesta, budaya, nilai moralitas dan lain sebagainya. Namun jika budaya menjaga ini sudah mulai lenyap dari negeri ini tunggu saja saat yang tepat untuk melihat ketidak selarasan hidup. Satu sama lain tidak lagi saling menghormati dan menghargai hak milik umum/orang lain. Kalau sudah seperti itu kita mau apa?
Dalam kehidupan remaja atau muda-mudi contohnya pacaran saja, pacaran kalau satu sama lain tidak menjaga yang terjadi hamil duluan. Inikan sebenarnya masalah menjaga? Andai saja si cowo mampu menjaga sic ewe saya rasa hal semacam ini tidak terjadi. Namun kenyataanya banyak remaja kita yang melakukan free sex, aborsi dan lain sebagainya. Kembali lagi karena itu tadi budaya menjaga kita masih sangat rendah. Kalau memang merasa memiliki jaga dan hormati prinsip pasangan anda. Kalau memang tidak merasa memiliki ya tinggal bilang saja itu akan jauh lebih bijak. Sekarang coba bayangkan dari pada bilang cinta akhirnya Cuma membuat sengsara itukan berlandaskan bukan kepemilikan namun lebih karena pengeksplotasian. Kalau memang mau mencintai ya di jaga karena itu kan milik kita. Bukanya di rusak.
Marilah kita mulai menanam kan kembali budaya menjaga kita. Kita tingkatkan lagi nilai-nilai moralitas yang tertanam dan menjaga agar Indonesia tetap jaya.

0 comments:

Post a Comment